BerandaMenjadi Nasabah Bijak, Lindungi Diri Dari Kejahatan Siber

Menjadi Nasabah Bijak, Lindungi Diri Dari Kejahatan Siber

Author

Date

Category

Awas kejahatan sedang mengintai diri saat ini. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa data-data penting kita saat ini bisa terlindungi jika bukan dari diri kita sendiri yang menjaganya.

Beberapa teman saya pernah mengadu mengenai tabungannya di bank terkuras habis oleh orang yang seolah-olah berasal dari bank. Uang yang berhasil dikuras tidak menyisakan sepeserpun sehingga membuat korban kehabisan uang tabungan.

Semua berawal karena informasi yang seakan-akan asli dan membuat penerima pesan terkecoh. Apalagi di zaman serba sulit membuat setiap orang menjadi kalap akan kesulitan ekonomi.

Pentingnya Literasi Digital

Berkat kemajuan teknologi, saat ini hampir semua aktivitas terkait finansial dapat dilakukan secara online, mulai dari transaksi perbankan, transfer dana, hingga belanja secara daring.

Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi finansial juga mengakibatkan munculnya modus-modus baru untuk melakukan kejahatan online, seperti meningkatnya tren pencurian identitas dan serangan dunia maya, seperti penipuan bank. 

Saya merasakan pentingnya membekali diri dengan literasi digital agar bisa mawas diri terhadap bentuk-bentuk penipuan yang membuat kita terbuai.

Indonesia sendiri menjadi nomor 2 peringkat mengenai tingkat kejahatan cyber. Belum lagi akhir-akhir ini berita kebocoran data konsumen sudah semakin banyak. Kasus terbaru adalah data pengguna kartu seluler dan KTP yang bocor dan diperdagangkan di internet.

Pengalaman dari teman saya yang membuat seluruh tabungannya terkuras sebenarnya bisa kita pelajari caranya agar bisa terhindar.

Kemudahan internet yang semakin mudah membuat kita harus mengerti kejahatan internet, salah satunya kasus penipuan yang mengatasnamakan bank atau lembaga institut lainnya.

Cara Menjadi Nasabah Bijak

Berdasarkan catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terdapat 5 ribu laporan pengaduan tindak pidana penipuan. Makanya penting sekali bagi kita saat menjadi nasabah bijak untuk meningkatkan literasi digital kita.

  1. Mengiming-iming untuk Menjadi Nasabah Prioritas

Rata-rata aksi penipuan perbankan dikarenakan iming-iming berbagai tawaran promosi yang menggiurkan. Salah satunya menjadi nasabah prioritas dengan saldo mengendap lebih rendah daripada ketentuan resmi bank.

Bisa dirasakan antara gengsi, ada orang menginginkan eksistensi diakui sebagai nasabah prioritas. Makanya, pada saat dihubungi calon korban akan tergiur.

2. Perkuat Keamanan Siber

Agar terhindar dan mengurangi tindak kejahatan siber terutama penipuan. Pihak bank sendiri selalu menyarankan agar setiap nasabah untuk perkuat keamanan data masing-masing. Mulai dari hindari memberikan kode OTP kepada orang yang tidak bertanggung jawab, serta tidak memberikan kode password ke orang sembarangan.

3. Membuat Konten Edukasi

Pihak bank sering sekali memberikan penyuluh digital berbagai konten edukasi untuk masyarakat yang telah disesuaikan dengan segmentasi nasabah, salah satunya adalah bank BRI.

Tujuan dari pemberian konten edukasi ini pastinya sebagai antisipasi untuk mengurangi jumlah korban penipuan.

Tips Agar Terhindar dari Penipuan Bank

Sebenarnya ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh kita agar bisa terhindar dari penipuan bank.

Lakukan transaksi cardless agar bisa terhindar dari transaksi fraud atau skimming saat bertransaksi.

Jangan sembarangan memberikan data pribadi pada orang lain. Hal ini tentunya harus kita batasi jangan sampai informasi seperti nomor rekening, nomor kartu, ktp, OTP dan sebagainya.

Hindari juga untuk klik tautan yang tidak resmi atau bukan dari akun bank. Banyak kasus penipuan terjadi karena orang-orang tidak waspada untuk sembarangan klik tautan.

Bank Menjamin Keamanan Data Nasabah

Satu hal yang penting untuk diketahui agar kita bisa menjadi nasabah bijak adalah membekali diri dengan informasi yang jelas. Umumnya, pihak bank selalu mengkomunikasikan secara resmi lewat akun media sosial mereka. Seperti yang dilakukan oleh Bank BRI yang tentunya akan selalu menghubungi nasabah langsung dari nomor hotline (call center).

Sebagai nasabah kita juga tidak perlu mudah panik untuk menyampaikan informasi apabila terjadi sesuatu diluar kendali. Seperti apabila kartu ATM tertelan di mesin, kita bisa langsung menghubungi nomor resmi hotline untuk diminta pemblokiran.

Layanan perbankan berbasis teknologi informasi terbukti sangat memudahkan para nasabah perbankan. Namun, tak dapat dipungkiri, teknologi informasi juga rentan dengan kejahatan siber (cyber crime) dengan berbagai modus.

Agar terhindar dari berbagai modus penipuan itu, nasabah harus lebih berhati-hati terhadap data pribadi yang dimilikinya.

Penting sekali untuk kita bisa mawas diri dari maraknya berbagai modus penipuan yang mengincar.

Deddy Huanghttps://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru