Curhat Sampai Orgasme Yokks..

iblog - Curhat Sampai Orgasme Yokks..Kita punya keinginan yang berbeda, selalu dinamis. Penuh kejutan. Maka setiap kejutan yang kita alami selalu ada berkah yang bisa diambil. Semalam aku dan mama makan berdua di rumah makan vegetarian, selesai pilih menu sayuran kita duduk dan siap untuk menyantap. Aku kepikiran sama koki masakan vegetarian. Bagaiamana dia bisa punya ide kreatif buat masak makanan yang mirip dengan masakan pada umumnya (non-vege). Mereka bisa bikin sate padang, sate ayam, rendang, kornet, dan segala yang mirip daging bisa mereka bikin. Bahan dasar yang dipakai mayoritas pakai jamur dan tepung. Bahkan mereka bisa bikin bawang goreng (yang mana seorang vegeter nggak boleh makan bawang) dari tumisan kubis. Wow… so delicioussss….

Baru saja mau menyuap satu sendokkan, tiba-tiba ada seorang ibu datang dan duduk di depan kita. Awalnya bingung, tapi mama jelasin kalau dia kenal sama ibu-ibu itu. Oke.. no problemo deh mom. Si ibu datang dengan emosi dan mulai bercerita. Ibu itu bercerita aku mendengarkan sambil memulai makan malamku. Sampai kita selesai makan ternyata ibu itupun nggak berhenti bercerita. Untuk mengimbangin curhatan si ibu, kita lebih sering keluarin vokal O.

BACA JUGA :  #62 Asli Wongkito

Yaoollooo… si ibu ternyata sedang curhat sama kita toh. Oke.. no problemo, sekali lagi. Kita nggak perlu tahu apa yang si ibu curhatin. Yang perlu kita tahu itu tentang satisfaction seseorang waktu dia bisa luapin emosinya dan didengar. Dicetak tebal di kata satisfaction dan didengar. Dua kata itu punya kaitan yang lumayan erat.

Satisfaction atau tingkat kepuasaan seseorang itu kayak efek gunung api. Reaksi lava yang ada dalam tubuh gunung kita nggak tahu kapan akan meletus. Ada yang sudah merasa puas saat didengar tanpa ada solusi. Ada juga yang belum merasa puas kalau cuma didengar saja, tapi mereka butuh solusi. Nah kamu sendiri termasuk dalam opsi mana?

BACA JUGA :  Adam and Eve part 2

Ada kosa kata baru, dan aku baru tahu, untuk menggambarkan tingkat kepuasaan saat orang itu udah benar-benar terpuaskan. ORGASME. Yuckkk!! Plakk… plak!! Asem kena tamparan deh.. hahahaha.. Kata orgasme itu sama artinya dengan puncak kepuasaan. Sama kalau pemain bola berhasil memasukkan bola dalam gawang lalu teriak GOOOLLLL. Jadi kata orgasme ini bisa dipakai dalam chat atau hobi. Emmm… ada yang mau berkomentar tentang kosakata baru ini? But, it’s okay lah…

Nah, balik lagi ke dua opsi di atas. Saat kita curcol (curhat colongan) ke orang lain tentu ada ekspektasi awal. Didengar. Ekspektasi kedua mendapat solusi. Jadi, kalau misalnya ekpektasi kedua belum terpuaskan (karena ekpektasi pertama sudah dipuaskan) tentu si orang ini akan mencari orang baru lagi untuk meluapkan curhatannya itu. Biarlah dia buang energi menceritakan lagi dari awal tentang masalah dia. Yang penting dia bisa puas kalau mendapatkan solusi. In other case, sih, solusi yang dia harapin belum tentu memenuhi harapan dia juga. Alamak… susah ternyata yaa kalau jadi psikolog. Dia harus betul-betul mengenal karakter pasien (tentunya duit yang didapat juga gede dong.. hahahah). So, aku simpulin kalau tingkat kepuasan seseorang dalam curhat itu kayak anak tangga. Dia bisa terpuaskan hanya cuma dapat di tangga pertama, tapi ada juga yang belum puas kalau belum sampai ke tangga puncak.

BACA JUGA :  Lost iN Mall

Jadi.. selamat saling memuaskan pasangan kamu satu sama lain 😈

p.s : Apa kamu sudah merasa terpuaskan oleh aku? 😀

Advertisements
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

5 thoughts on “Curhat Sampai Orgasme Yokks..

  1. Wow, judulnya provokatif…hehehe. Kirain apaan gitu…:P (otak ngeres mode:on) Yup, saya akui, anda cukup memuaskan saya, cuman saya agak kecewa karena ekspektasi dari judul tidak terpenuhi oleh isinya…hehehe 😛

    Huang : Hahaha… otaknya udah tegang ya 😀

  2. tadi pagi orgasme sih heheheheheh duh kayaknya virus orgasme itu sudah mulai menyebar ke WP ya hehehehe

    Huang : 😀 hahahaha..

  3. hueeeehehehehehe… kirain yg ehemmm ehemmm… kereeen kang kerenn.. sukses iia buat lomba.. ee.. kontes nya.. apalah itu istilahnya 🙂

    Huang : Istilah yg mana ya?

  4. Hmm.. *angguk2.
    Kalo aku sih, didengar aja udah cukup. Kalo s0al solusi, aku lebih suka cari sendiri. Karena yg paling ngerasain dan bener2 mengerti, memang cuma aku kan. Hoho..

    Huang : Yup.. cukup didengar aja melyn 🙂

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.