Makan malam tadi, tiba-tiba mama mulai membuka pembicaraan ke kakakku. Biasalah.. tentang jodoh. Mama bilang kalau mau cari jodoh sama orang ini dan itu saja. Aku tanya kenapa. Dijawab kalau orang ini dan itu anak-anaknya baik. Kakakku yang dapat ceramah dari mamaku merasa gerah juga ya. Maklum usianya hampir kepala 3, tapi belum punya partner hidup. Maklum juga, kakakku tipikalnya tinggi sih. Hihihi…

Kadang kakakku tanya tentang tipikal cewek kalau misalnya kita lagi jalan di mall.

Kakakku : Gimana tuh sama yang di arah jam 3

Aku : Lumayan. Itunya gede, tapi ininya kecil. Napa nggak yang anu?

Kakakku : Ogah.. mau yang kayak Aura Kasih aja.

Aku : !@#~@~@~!@%$

Balik lagi ke topik.

Aku nggak mau menyanggah pendapatnya mama, karena ada benarnya juga menurut akal sehatku aja. Terus nggak mau kualatan melawan mama. Hahahaha… kalau soal memilih partner hidup dari bibit dan bobotnya itu pasti. Siapa sih yang nggak tertarik dengan tubuh seksi Aura Kasih? atautampannya kayak Gustav Aulia, penyiar berita RCTI.

Baca juga :  #57 Upss! Saya Habis Berbuat Kebaikan Loh..

Bicara soal orang ini dan orang itu. Itu lebih ke RAS. Orang ini wajib pasangannya dengan orang ini juga. Enggak boleh orang ini pasangannya orang itu, katanya beda aliran darah. Hahaha.. Maksudnya marga ini nggak boleh semarga dengan marga yang itu.

Padahal, bagi aku setiap orang itu punya sisi baik dan sisi jahat. Karena Tuhan menciptakan kita itu punya maksud dan tujuan. Bahkan orang jahat sekalipun diciptakan juga ada maksud dan tujuan. Orangtua yang masih kontroversi selalu mempertanyakan bibit dan bobot dari calon partner hidup anaknya. Apa calon partner hidup anaknya ini fisiknya lumayan oke, apa berasal dari keluarga yang baik dan sejahtera. Lalu, bagaimana sama sifat dari calon partner hidup anaknya tersebut.

Baca juga :  [Review] Huawei E160G Paket AXIS

Setelah aku cerna, ternyata mengubah persepsi yang telah ada dari dulu itu sulit. Persepsi tentang RAS lah, tentang anak pertama nggak boleh nikah sama anak ketiga lah, dan juga lah-lah lainnya (baca: hal-hal lainnya). Sayangnya pemikiranku ternyata belum sanggup untuk berpikir lebih jauh. Jadi hanya ini yang bisa aku tuliskan untuk sementara.

p.s : La la la la la…

Written by Deddy Huang

A passionate about digital marketing, traveling, culinary, and photographs. I own my blog on www.deddyhuang.com

7 comments

  1. Susah jg ngomongin jodoh, yah yg penting jalani aja, kalo perlu pake persekot dulu, kalo emang sesuai..ya ambil aja..

    Hung : Persekot itu pelangkah ya?

  2. hahaha… orangtuaku jg loh… pengennya yg satu suku aja, harus Jawa. kalo bisa malahan yg Jogja-Solo atau Jawa Tengah bagian timur dan utara aja, jangan Jawa Timuran atau Jawa Banyumasan. Ribettt…

    Huang : Wekeke.. pacarmu sekarang jawa juga?

  3. HADIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIRRRRRRRRRRRRRR..
    Menyapa sahabatku chayank..
    MAAF..
    AWARDNYA SEGERA DI AMBIL YAAAAK.. *muka melas mode ON*..

    salam sayang selalu

  4. Kalo soal jodoh saya sependapat jika jodoh itu tidak mengenal segala macam perbedaan kecuali agama tentunya. Tapi orang tua saya sendiri mengharamkan saya untuk mempunya istri wanita diluar palembang (saya berasal dari palembang )

    Huang : I see.. jadi masih dalam satu daerah juga ya 🙂

  5. Kalo tertarik dengan Aura Kasih, saya katakan ya. tapi kalo mau di jadikan istri. Maaf saja saya tidak tertarik sama sekali.

    Huang : I see… :p

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: