dsc02855 - Last but not least part 2 (ending)
Jakarta oh Jakarta

Buat apa sih review Jakarta? Jakarta ya tetep Jakarta. Terkenal dengan macet dan banjir, sisanya mendingan jangan deh ke Jakarta. Udah penduduknya penuh dan sumpek. Ya namanya juga ibukota, menurut orang disitulah tempat mengadu nasib.

Emang betul, awalnya bukan niat saya untuk ‘liburan’ ke Jakarta. Tapi dengan misi untuk beradaptasi dengan kota itu. Terus terang di Jakarta saya nggak bisa menikmati liburan yang seutuhnya kecuali waktu di Dufan.

Kereta api saya akhirnya sampai juga pukul 7 pagi, lalu berhenti di Stasiun Gambir. Harusnya sih berhenti di Stasiun Jakarta Kota, tapi pas tanya penumpang, kereta terakhir ada di Stasiun Gambir. Ya udahlah kita turun di Gambir.

dsc02859 - Last but not least part 2 (ending)

Belum ke Jakarta kalau nggak mampir dulu ke Tugu Monas! Sambil memandang ’emas’ yang nggak mungkin bisa diembat ninja gadungan - Last but not least part 2 (ending) ya dijepret aja jepret - Last but not least part 2 (ending)

Baca juga :  Koper #2

Pikir saya, apa orang-orang Jakarta ini nggak kenal liburan?

dsc02939 - Last but not least part 2 (ending)
Dufan dan Saya

Dengan transportasi Trans Jakarta saat ke Ancol, saya lihat orang-orang yang individualistisnya tinggi! sangat! Saling berebut masuk dalam busway, berebut tempat duduk, menyibukkan diri dengan iPOD di telinga atau baca buku. Saya sendiri harus menjaga harta benda semuanya didepan mulai tas ransel, hape, dompet, kunci, dan uang semuanya ditaruh didepan. Seolah dibelakang saya itu nggak aman dan ada orang yang mengintai. Gila! geram1 - Last but not least part 2 (ending)

Ada juga pengalaman saya naik bus 60 jurusan Gajahmada. Ampun saya panik sendiri sepanjang perjalanan, duduk diam sambil jaga harta benda saya. Berdesak-desakan dengan penumpang yang aroma tubuhnya udah nggak karuan keringat dingin - Last but not least part 2 (ending)

Baca juga :  Life is Never Flat

Saya perlu adaptasi dengan cuaca di Jakarta, selama 5 hari di Jakarta kulit saya sudah mulai alergi dan gatal-gatal. Ampun… Inilah ibukota, yang dulu saya cuma bisa lihat dari tivi dan sekarang saya bisa rasain sendiri walaupun belum seluruhnya. Setidaknya ada suatu kesimpulan saya untuk menilai.

dsc02919 - Last but not least part 2 (ending)
Oh ya, selama di Jakarta saya sempat kopdar sama penulis kondangan ngerangkap editor jagoan Gagas Media, Christian ‘Innocent’ Simamora. Aha… makan, ngongkow, dan shopping bareng dia betul-betul bocor abis! 😀

Written by Deddy Huang

A passionate about digital marketing, traveling, culinary, and photographs. I own my blog on www.deddyhuang.com

5 comments

  1. ya ampun gw malah kalo ke kota lain gitu gw berasa ada yg hilang lho hehehehe
    pernah waktu itu ke wonosobo, ke temanggung
    enak sih tempatnya
    cuma ya gitu sepi bener

    Huang : Untung gak jadi anak hilang 😀

  2. Hi Mas Huang =) blognya bagus…salam kenal ya

    wah akuh yg orang Jakarta asli
    liburannya keluar Jkt, hehe cari yang adem ^_^

  3. Ga sekalian nyoba naek ke puncaknya Monas? *sendirinya juga blum pernah sih hehehehehehe*

    Justru itu, pengennya climbing gitu… *autisnya kambuh* 😀

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: