Lonjakkan Macet yang Membuat Lumpuh

Kemacetan yang terjadi seperti di Jakarta, akhirnya mulai dirasakan oleh warga Palembang. Dari ruas jalan protokol di kawasan Palembang kota sudah mulai padat oleh kendaraan bermotor. Otomatis tidak bisa dihindari lagi kenyataan kalau saat peak waktu yang pada, akan ditemukan tingkat kemacetan yang tergolong “lampu kuning”. Contoh kecil, biasanya jarak yang bisa saya tempuh dengan angkot adalah 30 menit, tapi karena macet molor jadi 1 jam.

Ditambah dengan perilaku orang yang membawa kendaraan seperti tanahnya sendiri, bus kota yang seenaknya stop di pinggir jalan. Lalu, pengendara motor yang seenaknya salip kanan kiri dan naik trotoar. Bikin jengkelnya lagi, belum juga lampu hijau, orang-orang sudah curi start duluan untuk jalan. Ampun dah! Kalau baru kena senggol sedikit langsung mata melotot, padahal yang salah siapa yang senggol duluan.

BACA JUGA :  Sekolah Kehidupan : Mentor

wp 20130527 001 thumb - Lonjakkan Macet yang Membuat Lumpuhwp 20130527 002 thumb - Lonjakkan Macet yang Membuat Lumpuh

Mendambakan Indonesia punya struktur lalu lintas yang nyaman dan lancar seperti negara lain? Menjadikan transportasi umum sebagai alat transportasi utama, seperti MTR. Kemudian, berlakukan sistem setiap orang hanya boleh punya 1 kendaraan dan punya masa tertentu?

Walau dari hati ada terbesit pikiran pesimis, ini Indonesia, bung.

Buat calon gubernur Palembang nanti, semoga aspek padatnya lalu lintas dan pungutan liar yang terjadi di oknum pemerintah daerah dapat segera dibersihkan.

Advertisements
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

13 thoughts on “Lonjakkan Macet yang Membuat Lumpuh

  1. Memang kemacetan menjadi salah satu masalah utama di negri ini, menurut ane sebelum sistem transportasi di indonesia d benerin sampe kapanpun bakal kaya begini terus

  2. Macet memang sudah menjadi rutinitas sehari-hari terutama di kota-kota besar, saya yg tinggal di semarang saja saat ini sudah merasakan macet dimana-mana. Buat kita yang sering beraktifitas di lapangan memang mendambakan suasana jalanan yang lancar. semoga saja dapat terwujud dikemudian hari nanti.

  3. Bener mbak, macet “dimana-mana”, di Palembang tempat saya tinggal aja udah mulai padet banget, selalu mimpi dan terus iri juga sama negara dan kota lain.

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.