Advertisements

Jogja yang telah mengalami modernisasi, begitulah yang saya pikirkan sewaktu menatap landscape kota dari balkon luar kamar Hotel 101 Yogyakarta yang berada di jalan protokol kota Jogja. Tugu Jogja adalah landmark kota yang menjadi keharusan bagi tiap wisatawan berkunjung harus menapakkan kaki berkeliling serta berpose dengan latar belakang tugu.

Bangunan-bangunan tinggi di sekitar kota memang belum banyak, namun satu hal yang saya suka dari kawasan ini adalah tata kota yang teratur dan rapi, kecuali kebersihan di pinggir jalan yang masih minim pengawasan.

Saya sudah bersiap diri, selesai mandi dan keluar dari ruang kenyamanan bernama kamar mandi. Tak ada yang lebih menyenangkan apabila waktu staycation hotel saya sangat senang berada di kamar mandi dengan semburan shower kencang seolah sedang memijat belakang pundak saya yang letih membawa ransel seharian. Rileksasi sederhana, tak bisa saya bayangkan apabila kamar hotel ini memiliki bathup akan berapa lama lagi saya berendam di dalam.

“Pakai Batik?” tanyaku pada Yayan yang sehari sebelum berangkat dia berpesan agar saya tak lupa membawa batik. Sudah lama juga saya tak menggenakan batik sejak dua tahun sudah tidak menjadi pekerja kantoran lagi. Satu per satu kancing baju saya kenakan dan menatap ke layar kaca yang besar. “Bajunya kekecilan ya, atau aku yang gendut?” gumamku.

hotel 101 yogyakarta - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta
Lobby Hotel 101 Yogyakarta

Kami lalu turun ke lobby, sudah banyak peserta lain yang bersiap diri termasuk panitia dengan outer kain lurik yang menggemaskan sekali. Saya suka kain Indonesia, kain kita memiliki motif dan corak yang begitu banyak. Bahkan negara tetangga kita, Malaysia belum memiliki koleksi kain sebegitu banyak seperti milik kita. Saya tahu karena dua minggu sebelumnya saya pun baru pulang fam trip ke Kuala Lumpur dan diajak melihat ke Museum Senikome, Genting. Maka banggalah menggenakan kain Indonesia. Semoga saja akan ada Hari Kain Nasional setelah Hari Batik Nasional beberapa waktu lalu.

Menjadi Tamu HUT 261 Jogja

jalan protokol jogja - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta
Sudah mulai penuh masyarakat ingin menyaksikan Wayang Jogja Night Carnival 2017

Jogja merupakan kawasan Daerah Istimewa dengan ibukota Yogyakarta tengah bersolek dalam memperingati Hari Jadi Kota ke-261. Usia yang terbilang muda dibanding kota kelahiran saya, Palembang. Namun, saya tak meragukan ke-jawa-aan yang kental pada Jogja. Budaya yang masih dijaga walau telah mengalami modernisasi.

Baca juga :  Jelajah Alam Besemah : Taman Batu Organik Bandu Agung, Lahat

Dalam selebrasi acara HUT 261 Jogja, ruas-ruas jalan protokol telah mengalami kepadatan bahkan kemacetan sebagai dampaknya. Acara yang menjadi agenda tahunan tiap tanggal 7 Oktober bagi warga Yogyakarta ini sepertinya tak ingin dilewatkan begitu saja bagi mereka yang cinta akan Jogja. Saya merasa diberkati dapat menjadi bagian melihat sekaligus meliput acara.

landmark kota jogja - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta
Wayang Jogja Night Carnival 2017

malam hut 261 jogja - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

Puncak peringatan acara dilakukan arak-arakan “Wayang Jogja Night Carnival” seperti sebuah bentuk kebersamaan bagi warga masyarakat. Beruntung kami mendapat tanda pengenal sebagai media dan posisi yang cukup strategis bagi kami untuk mendapatkan gambar terbaik.

Area Wayang Jogja Night Carnival 2017 di sekitar Tugu Jogja mulai diseterilkan oleh kendaraan karena padatnya masyarakat berbondong-bondong ingin menyaksikan Wayang Jogja Night Carnival yang menampilkan aksi peserta dari 14 kecamatan. Acara ini dilangsungkan di sepanjang jalan Sudirman hingga jalan Mangkubumi Yogyakarta mulai pukul 18.00- 22.00 WIB.

Menikmati Parade Wayang dari 14 Kecamatan Yogyakarta

master ceremony - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

Saya kagum dengan hadirnya para pemangku kepentingan kota seperti datangnya Walikota Yogyakarta, Drs. H. Haryadi Suyuti serta acara tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang secara simbolik dibuka dengan pemukulan gong.

Di tengah ketenangan mendengarkan Sultan HB X bertutur, saya menangkap pesan beliau akan Jogja “Kota Jogja ini tidak sekadar layak huni bagi para pensiunan saja, tapi juga memberikan kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh warga,” tutur Sultan disambut tepuk tangan riuh. Selain itu, pada kesempatan tersebut, juga di-launching batik khas kota Yogyakarta, yakni motif batik ceplok segara amarta.

Duduk lesehan beralas lantai jalan, kami menikmati jalannya parade karnaval. Walau diberi fasilitas VIP yang lebih nyaman, tapi naluri kami lebih memilih duduk di lantai jalan agar lebih nyaman dan bisa mendapat momen terbaik.

sultan hb x yogyakarta - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X
wayang night jogja carnival 06 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta
Stand booth tamu VVIP

Tak banyak tokoh pewayangan Jawa yang saya ketahui. Namun nama tokoh seperti Nakula-Sadewa sangat familiar di telinga saya. Lainnya masih ada tokoh wayang Antasena, Bathara Guru, Wisanggeni, Drupadi, Bhisma, Karno, Puntodewa, Sugriwa-Subali, Sukasrana-Sumantri, Suwida, Kumbokarna, Bathari Dhurga, dan Petruk Ratu.

Baca juga :  Romantisme Reruntuhan Gereja St. Paul, Macao

Mereka yang menampilkan tokoh pewayangan ini mulai mendandani diri dari kostum, properti pertunjukkan, hingga atraksi seninya disesuaikan dengan tokoh wayang yang ditunjuk. Dua yang saya ingin tanyakan, butuh berapa lama mereka mempersiapkan diri, kemudian butuh berapa lama mereka membersihkan diri dari glitter dan cat lukis yang menempel pada kulit mereka mrgreen - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

wayang night jogja carnival 05 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakartaparade wayang night jogja carnival - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakartawayang night jogja carnival 01 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakartawayang night jogja carnival 02 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakartawayang night jogja carnival 03 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakartawayang night jogja carnival 04 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

wayang night jogja carnival 2017 - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

Acara selebrasi bagi warga Yogyakarta ini ditutup dengan letusan kembang api dan musik DJ. Saat itu juga semua masyarakat langsung menyerbu ke titik tugu putih yang katanya menjadi sumbu imajiner antara Keraton Yogyakarta ke arah utara hingga Gunung Merapi. Mereka layaknya sedang menikmati iringan musik sekaligus meleburkan diri.

Dalam benak saya, acara selebrasi seharusnya berjalan formal dari awal hingga akhir. Apalagi tamu agung seperti Sultan dan Walikota Yogyakarta adalah orang yang patut dihormati sekaligus menjaga pembawaan diri. Namun, tidak untuk malam ini saya menyaksikan langsung bagaimana Walikota Yogyakarta menjadi operator musik DJ ditemani seorang DJ perempuan.

hut 261 jogja - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

Saya speechless. Tak ada kata-kata yang dapat saya utarakan lagi lewat tulisan ini. Walau baru pertama kali datang ke Kota Jogja, pengalaman yang saya rasakan menambah wawasan.

Wayang Jogja Night Carnival 2017 ini merupakan puncak dari ultah Yogyakarta. Melalui acara ini saya melihat ada bermacam makna positif yang dapat kita petik. Sesuai tema “Bersama Membangun Yogyakarta” saya sangat respek pada pemegang kepentingan kota yang ikut turun ke bawah berbaur pada masyarakatnya.

malam wayang jogja night carnival - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

Malam itu saya mendapat kesempatan belajar fotografi bersama Koh Karnadi dengan kamera yang saya gunakan, Olympus OMD E-M10 Mark II. Ilmu dan praktek langsung memang lebih afdol. Thanks ya koh!

Jogja memang menyambut kedatangan saya dengan baik. Andaikan saja waktu bisa lebih lama lagi di Jogja, saya ingin berkeliling tiap sisi kota sekaligus menemukan hal-hal unik lainnya ditemani kamu. Iya kamu!

Jogja Welcomes You!

logo baru jogja - Wayang Jogja Night Carnival 2017, Malam Puncak HUT 261 Yogyakarta

 

 

 

Terima kasih Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta telah mengundang saya.

Baca juga : Ketika Jogja Memanggilku Datang

Advertisements

5 comments

  1. Koko baru pertama kali ke Jogja ya? Syukurlah. Panitia famtrip cakep. Milih blogger luar Jawa untuk jadi peserta famtrip. Klo peserta Jawa mah udah gak kehitung ke Yogyakarta haha. Jadi kesannya mungkin biasa aja sih. Beda klo blogger luar Jawa yang jarang-jarang ke Jogja. Ah tapi Jogja gak ada matinya kok, aku tahun baruan mau ke Jogja ah 🙂

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: