To Be or Not To Be

To be or not to be. Jadi or tidak jadi.

Apa maksudnya ya? Inspirasinya simpel saja kalau tiap orang punya kapabilitas untuk menjadi terkenal atau istilah bekennya sekarang superstar. Saya sendiri lebih suka pakai istilah famous. Nyatanya tiap menit di stasiun televisi kita bisa lihat berapa banyak pendatang baru yang coba bertaruh nasib di dunia hiburan (entertainment).

Siapa sih yang tidak mau terkenal? Baru jalan sebentar di mall, orang-orang sudah pada kerumunin kita untuk sekedar senyum, foto bareng, atau tanda tangan. Suatu kepuasaan saat orang lain langsung mengenal kita sebagai pribadi superstar. Namun jangan lupa kalau lingkungan ini bersifat dinamis. Bisa saja kita jadi terkenal pada waktu X dan saat waktu Y tidak menjadi jaminan kalau kita akan tetap terkenal.

Bicara tentang terkenal, saya akan menghubungkan ke uang. Kenapa uang? Adanya sebagian orangtua masih memilih anaknya untuk disekolahkan di tempat kursus model, tari, dan musik. Hal ini bisa saja karena motivasi dari orangtua itu sendiri dan anaknya yang banci tampil. Bayangkan saja, seorang artis bisa mendapat bayaran kisaran 7 juta ke atas untuk satu episode sinetron. Lain cerita kalau dia artis terkenal saat itu, mungkin bisa lebih.

Kalau yang satu ini saya kasih gambaran tentang seseorang terkenal karena dia masih muda, dalam waktu singkat mampu meraih kesuksesannya membangun suatu perusahaan. Bahkan perusahaannya adalah salah satu perusahaan terbesar se-Asia. Karakter Alvino dalam sinetron ‘Yasmin’ digambarkan sebagai sosok yang sempurna, bahkan sama sekali tidak ada kekurangannya dari sisi finansial bahkan kehormatan.

Kalau tadi terkenal tidak jauh dari uang, sekarang saya hubungkan terkenal dengan rasa aman. Percuma dong kalau kita terkenal tapi merasa kurang/tidak nyaman karena takut uangnya akan diambil oleh orang lain. Bahkan kalau seorang artispun rela membayar bodyguard untuk melindungi mereka dari serangan fans atau penganggum gelap yang psycho. Selama manusia masih punya sikap senang lihat orang susah, dan susah lihat orang senang maka untuk menjadi terkenal adalah hal yang susah-gampang. Susah karena harus di dalam hati selalu gelisah karena merasa kurang/tidak nyaman. Gampang karena keduniawian itu gampang diperoleh. Orang akan gelap mata dengan pertamanya itu haram maka makin lama akan menjadi halal.

Barangkali yang mendapat julukan seleb blog atau ratu dan raja blog pun mengalami hal yang sama. Misalnya selalu diteror dengan komentar-komentar yang kurang pantas, atau sebaliknya. Maka, to be or not to be itu adalah pilihan. Baik kita ambil, jelek kita buang dan jangan sampai menganggu pikiran.

Semoga tulisan ini dapat memberkati.

Salam.

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1741

19 tanggapan pada “To Be or Not To Be

  1. yah..begitulah kehidupan..hehehe.. kalo jadi terkenal berarti dikenal banyak orang,dan mungkin saja ada orang yang tidak menyukai,dan juga sebaliknya suka juga. intinya dalam hidup kan ada konsekuensi yang harus dihadapi.. wong nggak terkenal bisa nggak cocok sama orang lain, apalagi terkenal..hehe.. 😛

  2. ah mending jadi orang biasa-biasa aja namun berduit 😀

    jadi terkenal ga enaknya kurang privacy. kemana-mana dibuntutin wartawan.

    kalo soal coment, baik buruk aku tampilin aja..

  3. Sandra dewi baru ngeblog sebulan visitornya langsung seratus ribuan per hari. Saya rasa manfaat terkenal bisa ke sini deh 😆


    Iya itu Sandra Dewi.. nah saya? Laki bo… xixixix

  4. smua emang pilihan…jadi ya terserah d…mo ngetop mo ga…. saya si pengennya bisa hidup happily ever after….huhuhu disney banget..

    wew.. tetep.. love disney. hehe

  5. To Be or Not To BE
    he he he, kadang kita punya cita – cita untuk menjadi sesuatu, tapi terbentur dengan keadaan sekitar dan kemampuan .. nasib – nasib

    uhm… apakah terbentur karena ada si pencuri mimpi?

  6. saya tidak mau begitu terkenal seperti sekarang 😀
    tapi nyamannya, kemana-mana ada yg ntraktir *ngayal dan ngarep* 😀

    hahaha…

  7. duh, yang penting cintaku tk bersebelah tangan aja deh, to ber or not to be, i dun care deh 😛

    oh yeah? kapan?

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: