Puji Tuhan


Gw nulis neh bukan berarti gw mengeluh tentang apa yang telah gw lewati hari ini dan kemarin. Setidaknya dengan menulis neh gw jadi lebih waras lagi. Fiuh..

Baru kali neh gw bener-bener merasa nggak ada respek dari anak didik gw. Bisa gw bilang di luar dari pengendalian gw sebagai gurunya. Berani membangkang dan ke-tidakwajaran lainnya. Sabar… dan sabar… dan berusaha tersenyum. Coba buat ingetin diri kalau gw tetep pegang kendali dari semua ini dan segera mungkin buang perasaan negatif terhadap anak didik gw.

Mulai gw search phonebook di hape, cari orang yang gw rasa tepat buat dapetin solusi. Gw mulai sms cece gw dan bilang kalau lagi pengen teriak sama Tuhan. Beberapa menit kemudian dibales, tapi isinya cuma: Puji Tuhan, so?. Gw terus bales dan kali neh balesannya sama lagi kayak sms yang pertama. Puji Tuhan, trus?

Gw pikir, kenapa ya dibales Puji Tuhan?

Kontemplasi sejenak dan akhirnya gw menemukan lembar jawaban dari Puji Tuhan itu.

Gw coba buka sms dari temen gw yang isinya kayak gini:

In life, God does not give you the people you want. Instead He gives you the people you need. To teach you, to hurt you, to love you, and to make you exactly the way you should be.

Pokok pentingnya kayak gini:

Anak didik gw itu ibaratnya soal ujian buat gw kenaikan kelas EQ dan kehidupan rohani gw. Tuhan emang nggak kasih yang kita INGINkan, tapi Dia kasih yang kita BUTUHkan. Tuhan kasih orang yang memang kita perlukan untuk ajarin kita, untuk menyakiti kita, dan untuk menyayangi diri kita. Hingga akhirnya menjadikan diri kita indah. Mau nggak mau, kondisi seperti ini setiap orang bakalan hadapin hingga buat kita kesel atau benci. Gw nggak mau anak didik gw benci sama gw yang mungkin gw sadar dari sikap atau aturan-aturan yang gw buat. Semuanya nggak suka kan kalau daerah nyamannya diganggu? Sama! gw juga! Makanya gw coba bikin aturan yang mana bisa dijalani bersama. Namun satu yang gw pasrah: kalau gw nggak bisa bikin semua orang suka sama gw, gw juga nggak bisa bikin semua orang bahagia dengan ada atau nggaknya kehadiran gw di tengah gw. Dan gw juga pasrah kalau mungkin dikesempatan kali neh, ada anak didik gw yang belum berhasil di tangan gw. Mungkin, ada tangan lain yang jauh lebih baik dari gw yang bisa mengantarkan lebih baik. Tapi sebelum itu, gw akan berikan yang terbaik. I’ll giving my best. My best for You, Lord. Gw juga nggak mau mendendam bagi anak didik gw.

p.s : For every minute you angry with someone. You will lose 60 seconds of happiness that you can never get back.

Iklan

23 pemikiran pada “Puji Tuhan

  1. Ping balik: Kalau Karyawan Mengeluh (session II) « I'm Huang

  2. Manusia seringnya ingin diberi apa yang diinginkan, take a closer look….Tuhan itu sangat luar biasa….tanpa kita sadari segala yang datang pada kehidupan kita mengajarkan kita sesuatu. All you need to do is take a closer look 🙂

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s