Dinikmatin aja, Huang


… AND THE STORY GOES

Tukang Manicure & Padicure

Putri cerita sama aku kalau dia baru balik dari salon buat mani pedi. Dia cerita kalau tukang meni pedi (ah… aku lupa sebutan bagi mereka, kalau kalian tahu nanti kasih beri tahu aku ya) bilang ke teman-teman dia yang lain kalau ‘batal panen’. Putri bingung napa tukang meni pedi itu bilang ‘batal panen’ waktu baru lihat kaki Putri.

Ternyata oh ternyata, tukang meni pedi itu gemas banget kalau lihat ada kaki klien yang bentuknya kayak kapalan. Soalnya dia bisa puas untuk mengerus kulit kaki yang keras itu. Weikz….

Suster Dokter Kecantikan

Aku lagi perawatan kulit wajah, kemarin rutin buat facial. Waktu suster mau cukit komedo di hidungku, dia bilang sama temannya kalau lagi ‘panen’. Wah.. dalam hati aku mau bilang nggak sopan banget sih neh suster. Masa komedo aku dibilang panen. Wakakaka…

Alat Penjepit Bulu

Kemarin aku nggak ada jadwal untuk mengajar, jadi seharian di rumah saja. Lantaran nggak ada yang dikerjain, aku lihat ke kaca.. Oh my gosh… ternyata kumis dan jenggotku udah waktunya dibabat habis… hihihi…

Tanpa komando lagi aku langsung ambil peralatan meni pedi. Pertama kali aku potong kuku tangan dan kaki. Barulah aku ambil alat penjepit bulu. Eh.. baru pertama kali ini loh aku cukur kumis dan jenggot pakai alat penjepit, biasanya pakai gillatte.

30 detik berlalu..

Agak perih, sedikit..

Eh… kok nikmat yaa …

Aku ketagihan!!

Haha… aku ketagihan buat cabutin kumis dan jenggotku pakai alat penjepit :p

* * *

Dari kejadian ini aku belajar kalau melakukan apapun asal dilakukan dengan nikmat dan kesenangan tentu hasilnya bakalan memuaskan! 😈

8 pemikiran pada “Dinikmatin aja, Huang

  1. setujuuuu sama kata2 terakhir huaang….!!

    apapun yang dilakukan dengan nikmat dan kepuasan pasti hasil nya memuaskaan..

    sekalipun hal yang berat skalipun

    πŸ˜‰

    Huang : Berat juga uit bawa beban.. tak gendong kemana-mana πŸ˜€

  2. saya kurang sependapat dengan saudara renza diatas.. bulu di tempat2 tertentu lebih baek dicabut, karena kalau di cukur membuat bulu itu semakin “kaku” dan tidak nyaman bagi kita..


    Huang : Shaving khan pilihan karena kita belum punya wktu yang cukup untuk cabut :), mank hasilnya kelihata ‘kaku’, rasanya gemes gitu.. hehe

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s