U made me so gratefull


053

Sopir angkot berpeci?

Jarang kali aku lihat sopir angkot pakai peci. Rata-rata topi untuk menutup kepala mereka dari uban. Ah.. apalah arti sebuah topi?

Biasanya aku nggak begitu peduli sama sopir angkot, palingan lihat sekilas raut wajahnya apa tampak garang atau nggak. Namun untuk kali ini aku merasa ada sesuatu yang ‘unik’.

Penumpang (P) : Pak stop di kiri yaa…

Sopir (S) : Iyaa sebentar bu.. (suaranya halus dan ramah).

Nggak beberapa lama setelah mobil berhenti dipinggir kiri.

S : Silahkan…

Si penumpang berikan uang 5 ribu untuk ongkos angkot 2 orang. Nggak berapa lama sopir tadi balikin uang kembalian sebesar Rp 600 perak. Si penumpang bingung.

Tahu kenapa bingung?

Ongkos angkot di Palembang itu sudah ditetapkan sebesar Rp 2.200,- cuma karena sopir angkot dengan alasan malas bilang gag ada uang kembalian makanya ditarik ongkos Rp 2.500,-. Kadang ada juga kalau kita kasih uang Rp 3.000,- malahan nggak dapet uang kembaliannya lagi.

Aku tersenyum.

Senyum karena masih ada sopir angkot yang jujur kayak bapak berpeci ini. Dia masih mau balikin uang kembalian yang memang sudah menjadi tarif angkot. Padahal di luar sana, masih banyak sopir angkot yang menarik ongkos sebesar Rp 2.500,-.

Jujur. Awal pas naik aku udah siapin uang Rp 2.000,- untuk bayar angkot. Alasannya, kalau aku bayar Rp 2.500 otomatis aku rugi Rp 300 perak. Tapi kalau aku bayarin Rp 2.000,- aku untung Rp 200 perak. Worth it lah yaa.. mengingat kalau sopir angkot biasanya narik ongkos Rp 2.500,-. Masa karena aku seorang atau beberapa yang bayarnya dengan uang gag pas dia bakalan rugi?

Dalam meneruskan perjalanan, tiba-tiba ada penumpang angkot yang mengenal si sopir berpeci ini.

P : Kemana aja pak kemarin kok nggak narik angkot?

S : Ohh ibu.. saya kemarin libur 10 hari dulu.. bantu-bantu ngecat rumah.

P : Iya besok saya mau naik haji. Bapak?

S : Wah bu… saya belum dapat panggilan untuk naik haji bu. Dan si sopir tersenyum. Aku juga tersenyum.

Jarak nggak jauh lagi aku mau sampai, tiba-tiba hati kecilku ngomong sesuatu. Aku ambil Rp 500 dari saku celanaku. Aku ikhlas bayarin dia Rp 2.500.

Huang (H) : Makasih ya pak.

S : Ini kembaliannya dek.

H : Oh yaa.. makasih pak.

Si sopir balikin uang kembalianku Rp 300 perak. Wow!!! Speechless!

p.s : Dari sopir angkot berpeci ini aku dapat pelajaran tentang customer service tentang melayanin dan tentang mencintai pekerjaan. Rejeki udah ada yang mengatur, kita coba tamak untuk mendapat lebih tentu akan mendapat ganjaran.

p.s : Oh yaa bagi di kawasan Palembang, bapak ini bawa angkot dengan nomor 053 jurusan Ampera – KM 5.

Iklan