Talenta


Boleh kan berandai dan bermimpi?

Kadang aku berandai aku anak orang kaya. Seperti orang-orang yang aku kenal dan mereka berasal dari anak orang kaya. Hingga aku berandai suatu ketika ada seorang kaya yang bilang begini ke aku.

Orang kaya : Huang, kami ini orangtua kamu.
Huang : Oh tak mungkin! Orangtuaku ya mamaku saat ini. Kamu bagaimana mungkin bisa mengaku sebagai orangtuaku.

Cuma berhubung mataku udah disilaukan sama harta kekayaan, makanya aku mau deh dianggap jadi anak tuh orang. Becanda ding. Mana mungkin juga ada orang yang mengaku aku anaknya kecuali mamaku sendiri.

Tapi emang pernah sih aku kepikiran kayak gitu. Contohnya nih aku barusan buka fesbuk temen sma aku, dia selalu berpergian keluar negeri dan terakhir dia lagi merayakan white christmas di USA setelah travelling di Taiwan. How’s life? or why life so unfair, mungkin kalimat ini yang mau aku bilang sebenarnya. Hidup itu tidaklah adil.

Temen SMA aku itu nggak sepintar yang aku bayangin, walaupun dia sekarang udah selesai studinya di Melbourne, Australia. Buktinya sewaktu SMA dia suka pinjem buku PR ku. Mungkin faktor hoki dia anak orang kaya, anak pemilik hotel bintang tiga di Palembang dan Lampung. Anak pemilik restoran yang juga sering aku kunjungi dan harganya tarif hotel. Buset dan aku berpikir kok aku dan keluargaku mau juga makan di restoran dia.

Cuma aku sadar, apapun kondisi yang sedang aku atau kamu yang juga merasa seperti ini. Bersyukur saja atas karunia Tuhan. Dalam diri kita tentu ada kelebihan dan kekurangan. Dan aku percaya setiap diri kita itu punya talenta. Kalau kata temenku, Mikha di USA. Duh rasanya bangga banget bisa bilang punya temen di USA. Dasar norak ah, Huang.

Kita manusia punya 8 kecerdasan dasar manusia.

  1. Musikal merupakan kecerdasan seseorang akan talenta musik. Baik sebagai pencipta lagu, pemain musik, maupun penyanyi.
  2. Inter personal merupakan kecerdasan seseorang akan berbicara di depan umum. Kalau nge-gosip-in orang ini termasuk nggak ya?
  3. Intra personal merupakan kecerdasan seseorang akan berfilsafat, merenung, serta berkontemplasi. Tipe melankolis kalau aku bilangnya sih.
  4. Naturalis merupakan kemampuan seseorang bawaan lahiriah atau kecerdasan alam. Contohnya pemanjat gunung, nelayan, pemburu, atau orang-orang yang berani survive di alam bebas.
  5. Spatial merupakan kecerdasan keruangan. Misalnya ahli matematika, desainer, pembuat animasi, pelukis.
  6. Kinestetik merupakan kecerdasan gerak. Contohnya penari, atlet.
  7. Logika merupakan kemampuan berpikir logis. Mungkin seperti Einstein dalam bidang fisika.
  8. Linguistik merupakan kemampuan berbahasa. Menarik banget kan kalau kita bisa menguasai minimal 2 bahasa internasional, selain bahasa ibu.

Aku sangat bersyukur sama Tuhan-ku jikalau Dia memberikan aku kedelapan sumber kecerdasan dasar manusia ini. Namun sayangnya mungkin kamu atau aku cuma punya minimal 1 kecerdasan. Ooh.. jangan bersedih karena aku juga ikut bersedih, Teman.

Temanku di Medan bilang begini: Setidaknya dengan 1 talenta kita bisa memberkati orang lain daripada kita punya banyak talenta tapi itu tidak menjadi berkat. Contohnya Maria, ibunya Yesus. Tuhan memakai Maria si Perawan agar dapat Yesus lahir.

Alangkah indahnya temanku bisa merangkai kata saat aku sedang merasa down dengan talenta yang aku miliki, atau tepatnya aku bingung talenta apa yang aku punyain. Namun aku sadar kalau ada sesuatu yang di luar jangkauan pemikiran aku. Sesuatu yang membuat aku bertanya tentang garis hidup. Apakah sesuai dengan ditakdirkan atau kita sendiri yang dapat merubah garis hidup tersebut.

Haduh aku ini menulis apa sih? Dari cerita anak orang kaya, lalu berlanjut ke kecerdasan dasar manusia. Eh ini udah merembet ke garis hidup. Huang oh Huang apa yang sedang kamu pikirkan nak?

Seperti yang aku tulis di atas. Hidup ini tidaklah adil. Memang kita dilahirkan dalam kondisi yang sudah adil. Kita nggak bisa meminta kondisi untuk tetap bahagia, namun kita bisa memilih untuk menjadikannya itu bahagia walaupun kita nggak menyukai kondisi tersebut.

p.s : Do the best lah, Huang!

p.s : Huang, kamu itu punya potensial yang sangat besar untuk sukses!

Iklan

4 pemikiran pada “Talenta

  1. i like this story..!! πŸ˜€

    SEMANGGGGAATT..!!! ^^

    Kamu..pasti bisa..!! stuju sama ‘PS’ yang huang bikin..^^

    Huang : Makasih atas dukungan semangatnyaaaa

  2. wee emangnya saya bisa ke USA karena punya banyak uang atau untuk berfota-foya? Sampai sekarang juga masih miskin dan penghasilan tidak pasti πŸ˜† .Kapan-kapan deh kuceritakan kenapa diriku “nyasar” di USA.

    Back to the topic πŸ˜€ Ini ada satu kutipan bagus (yang kutambahi sedikit):

    Hidup ibarat permainan kartu. Kita tidak bisa pilih kartu apa saja yang kita terima di awal permainan. Tapi, dengan strategi yang bagus, kita bisa menang pada setiap pertandingan

    Kita tak bisa pilih di suku mana kita dilahirkan, negara mana, orang tua yang mana, jenis kelamin, bentuk tubuh, normal atau cacat. Tapi kita bisa menjalani nya dan “menang” dalam setiap pertandingan hidup.

    Kalau masih merasa hidup tidak adil, lihat saja seorang penginjil dan motivator terkenal dari australia bernama Nick Vujicic (google atau youtube deh). Ngga punya tangan dan kaki, tapi hidupnya luar biasa. Dan yang paling penting, menjadi berkat bagi banyak orang.

    Masih merasa tidak adil? Well…tunggu cerita saya πŸ˜› πŸ˜› πŸ˜›

  3. Ping balik: Choose Fish Oil for Baby IQ and Behavioral Development Improvement | Mom and Kids

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s