Belajar Ilmu Kodok


Kodok ngorek kodok ngorek ngorek di pinggir kali

Teot tek bung teot tek bung teot teot tek bung

Salah satu jenis hewan ampibi adalah kodok. Apa yang istimewa dari seekor kodok? Selain dibuat menjadi kodok goreng mentega atau kodok goreng tepung. Kemarin aku berdiskusi dengan temanku tentang pekerjaan dia sebagai PNS di tempat “basah”. Lantaran dia suka mendapat dinas ke luar kota dan pastinya SPJ (Surat Perjalanan Dinas) akan keluar lengkap dengan kucuran ‘dana’ selama dinas. Oleh dia aku baru mengenal istilah ‘ilmu kodok’.

Saat ini kompetensi untuk hidup perlu dilakukan untuk melancarkan kepentingan akan pribadi/kelompok. Keputusan ini diperlukan melihat trik dan intrik yang digunakan agar posisi mereka tetap aman. Alhasil, berbagai cara akan dipelajari agar mendapat posisi ‘kenyamanan hidup’ atau tetap berada di ‘zona aman’.

Setelah aku kaitkan dengan gaya kodok di dalam olahraga renang, aku makin memahami ternyata orang-orang disekitarku juga menggunakan ilmu kodok ini untuk bersaing. Ilmu kodok ini merupakan hasil kombinasi beberapa ilmu jilat menjilat lainnya. Jurusnya adalah menjilat ke atas, menyikut ke samping, dan menendang ke bawah menuju puncak kekuasaan.

Menjilat Ke Atas

Cara ini bisa digunakan jika sedang berhubungan dengan bos, manajer, atau orang yang memiliki kepentingan dengan kita. Biasanya nampak dari kelakuan rekan kerja kita yang suka memuji cara berpakaian bos kita, padahal di belakang itu dia memaki tentang cara berpakaian si bos.

Menyikut Ke Samping

Cara ini dilakukan untuk hubungan kita dengan rekan kerja kita. Contohnya saja jika kita kedapatkan tahu rekan kerja kita melakukan mark-up anggaran, lihat saja dalam beberapa hari kita akan mendapat serangan balasan dari si rekan kerja kita itu.

Menendang Ke Bawah Menuju Puncak

Cara ini dilakukan agar posisi kita tetap aman, dan jangan sampai rekan kerja merebut kursi kita.

Bukankah ketiga ilmu kodok di atas sering kita temuin di kehidupan sehari-hari?

p.s : Maju, Huang. Kalahkan kodok-kodok itu! Jadikan kodok goreng mentega saja!

Iklan

9 thoughts on “Belajar Ilmu Kodok

  1. mungkin pelajaran yang bisa saya ambil jika saya jadi karyawan kelak: jangan tempatkan diri di posisi harus bertahan, memaksimalkan pekerjaan, dan pahami apa yang diinginkan atasan. Amin. haiyah! 😀

  2. Saya paling nggak suka kepura-puraan, makanya saya disingkirkan.
    Tapi saya bahagia paling tidak saya bisa jujur terhadap diri sendiri,
    yang penting sekarang bagaimana agar saya bisa maju lewat cara yang jujur dan saya yakini. Tetap semangat!

    Huang : BTW, mas didit ada bisnis online apa ya?

  3. wkwkwkwkwkkw… waduh gak nyangka deh , jadi huang mau ikutan kayak kodok menjilat ke atas, menyikut ke samping dan menendang kebawah menuju puncak … *mikir* mode on

    Huang : Aku ambil positifnya saja mbak, setidaknya kita dapat menjadikan ini positif. Misalnya memuji seseorang memang benar apa adanya. Ikut membantu teman dalam karirnya 🙂 Dan aku pengen buka wacana saja kalau hal ini ada dalam sekitar kita.

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s