There ain’t no such thing as free lunch


Apapun profesi kamu, tetaplah bersyukur.

Percakapan ini terjadi di kala pagi aku mau beraktivitas di tempat mengajar. Antara aku dan sopir angkot. Di awali dari keanehan kita melihat banyak pasukan polisi sedang berjaga-jaga di protokol Masjid Agung Raya dan Air Mancur. Polisi-polisi muda yang katanya siap sedia membantu masyarakat itu sedang asik bercanda. Aku pikir ini pengamanan pasca demonstrasi kemarin di Bundaran Air Mancur.

Obrolan kami mengalir begitu saja, dari menilai kinerja pak presiden kita saat ini yang menurutnya lebih berpihak kepada wilayah asalnya sendiri (Surabaya) serta anak buahnya yang juga berasal dari dusun yang sama. Hal yang aku sorot adalah masalah kejujuran nggak ada nepotisme. Makanya dia enggan untuk menjadi pegawai negeri atau aparat. Semuanya serba nepotisme, lalu bagaimana bisa memberantas nepotisme sendiri di saat semua pekerjaan sudah tertutupi dengan uang dan kekuasaan?

Kamu mau masuk kepolisian saja itu butuh uang, entah kamu masuk secara legal ataupun ilegal. Nggak jarang orangtua rela menjual tanah milik mereka demi anaknya bisa masuk ke kepolisian. Bahkan dunia mistik-pun turut ikut peran untuk mensukseskan saat sedang ujian CPNS. Apa yang nggak mungkin lagi di dunia ini?

Satu idiom yang aku peroleh dari temanku.

tian xia mei you bai chi de wu can

There ain’t no such thing as free lunch

Tidak ada makan siang gratis di dunia ini

Bahwa di dunia ini segala sesuatu tidak dihasilkan begitu saja atau lempeng-lempeng wae. Apa yang telah kamu perbuat/tabur akan kamu terima dengan hasil yang serupa.

Si bapak itu bilang kalau dia bersyukur dengan pekerjaannya (baca: sopir angkot) walaupun penghasilan yang dia peroleh nggak sesuai harapannya. Bisa sehari dapat keuntungan lima ribu rupiah sudah lumayan. Hanya esensi nilai lainnya adalah dia merasa senang karena telah membantu orang banyak.

Coba kamu tebak, apa yang dia bantu?

Dia membantu aku, kamu, dan kita untuk sampai ke tujuan kita dengan selamat. Kamu mau ke kantor, pasar, rumah pacar, sekolah, dan lainnya butuh mereka untuk mengantar. Mungkin hal sekecil ini kita nggak sadar, sehabis bayar uang angkot ke mereka langsung pergi begitu saja.

Oke.. ambil waktu sejenak. Kira-kira apa peranmu bagi orang di sekitarmu?

Masih banyak orang yang membutuhkan pekerjaan kerja. Saat kita mengeluh tentang pekerjaan kita, ada orang yang kepengen posisi kita saat ini.

p.s : Terima kasih.

Iklan

4 pemikiran pada “There ain’t no such thing as free lunch

  1. yupsss… setuju banget
    ” tidak ada makan siang gratis di dunia ini ”
    cintai pekerjaanmu, diriku pernah ada di masa aku sangat membenci pekerjaan, tetapi ternyata yang kubenci itu adalah yang kucintai… aku mencintai pekerjaanku -___-

    Huang : Kalo bisa ntar mbak suzan jadi wartawan tivi nasional 🙂

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s