Terminal Sementara

Jumat pagi…

Refleksi pagi di tengah hujan, mata saya masih berat untuk menikmati pagi hari ini. Saya harus bergegas ke makam papa. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya makan itu gak ada yang berubah. Bentuknya selalu sama terbuat dari batu dan ada nisan nama di depannya.

Tak ada kata yang terucap…

Suatu ritual yang perlu saya ikuti : memegang dupa, mengucap doa, membakar uang kertas.

p.s : Hidup ini hanya sementara

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1725

5 tanggapan pada “Terminal Sementara

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: