Terminal Sementara


Jumat pagi…

Refleksi pagi di tengah hujan, mata saya masih berat untuk menikmati pagi hari ini. Saya harus bergegas ke makam papa. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya makan itu gak ada yang berubah. Bentuknya selalu sama terbuat dari batu dan ada nisan nama di depannya.

Tak ada kata yang terucap…

Suatu ritual yang perlu saya ikuti : memegang dupa, mengucap doa, membakar uang kertas.

p.s : Hidup ini hanya sementara

Iklan

5 thoughts on “Terminal Sementara

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s