Bekerja itu Cari Prestasi, bukan Cari Muka!


Bekerja saat ini menjadi lebih letih dua kali lipat. Letih yang pertama itu bagaimana berprestasi. Dan letih yang kedua itu bagaimana menghadapi persikutan dari rekan-rekan kerja. Ini yang lebih menguras emosi.

Tanpa disadari saat kita lagi mengejar prestasi, ternyata ada orang-orang yang berjiwa kerdil merendahkan dan mengecilkan orang lain yang berprestasi. Hanya cara itu yang mereka ketahui untuk membuat diri mereka kelihatan lebih baik. Orang-orang yang tidak aman merasa terancam setiap kali melihat orang lain berusaha untuk melakukan sesuatu yang luar biasa dengan hidup mereka. Akibatnya, mereka akan melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk membuat kita merasa tidak layak.

Capek…

Ternyata membiarkan pikiran mereka diterima oleh kita dan menjadi realitas itu yang membuat dua kali lipat capeknya.

Contoh kecil, saat kita dapat fasilitas laptop, ada orang yang iri dan juga kepengen. Setelah dikasih Apple Mac ternyata pun masih juga belum puas. Konspirasi yang lebih membahayakan adalah mengadu domba sesama rekan demi satu posisi baru atau mempertahankan posisi. Yang terakhir ini dialamin teman saya, karena apapun yang dia kerjakan dianggap salah. Kalau sudah begini pilihan resign ada di tangan.

Fiuh…

Tetap fokus sama prestasi kita, karena kalau berprestasi bonusnya banyak. Hehehe…

—- 
Sent using my Sony Ericsson mobile phone

12 pemikiran pada “Bekerja itu Cari Prestasi, bukan Cari Muka!

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s