Korea Trip : Seoul, Hongik Street Nightlife, Coffee Prince Cafe, Trick Eye Museum


Hari Ketiga : Welcome to Seoul

Malam sebelumnya saya coba tidur hanya pakai singlet dan celana pendek. Pas bangun pagi begitu keluar kamar mau ke toilet dan minum. Seeengggg… udara dingin langsung bikin saya terdiam lalu cepat balik ke kamar dan selimutan! Hari itu Busan sedang berada di suhu 1 derajad.

Sekitar pukul 7.30 pagi, kami pun berangkat dari Choryang Stasion menuju Nopo Stasion (Exit 1) dimana disitu ada Busan Central Bus Terminal. Sekitar pukul 9 kita sudah sampai dan membeli tiket bus untuk waktu 9.30. Harga tiket bus variasi tergantung jam. Perjalanan ke Seoul kami memilih menggunakan bus daripada menggunakan kereta KTX, kereta listrik tercepat kedua setelah Shinkaze di Jepang.

Sembari menunggu bus berangkat, saya pun membeli Kimbab, sejenis nasi gulung pakai rumput laut. Cari makanan instan yang cepat memang lebih enak ke 7 Eleven atau GS 25. Disana ada jualan nasi Kimbab atau nasi putih instan yang mana kita tinggal taruh ke microwave lalu siap dimakan.

Perjalanan menggunakan bus memakan waktu sekitar 4 jam, ada jeda waktu istirahat sejenak. Sekitar pukul 2 siang kami sudah sampai di Seoul Express Bus Terminal (daerah Dong Seoul). Ada satu terminal bus lagi yaitu turun di daerah Gangnam.

Begitu turun dari bus, tidak beberapa lama bus sudah pergi dari halte. Tiba-tiba teman saya teriak kalau Tab nya ketinggalan di bus, otomatis saya dan teman yang lain pergi mengejar bus ternyata tidak ketemu. Untunglah kita langsung mencari petugas yang lain dan memberi tahu kalau ada barang ketinggalan di bus. Kita diajak ke kantornya, tidak perlu menunggu lama sekitar 15 menit, tab milik teman saya dikembalikan dalam kondisi utuh sama si sopir bus. Wah, ini pelajaran yang bagus ya. Coba kalau di Indonesia, apa bisa barang ketinggalan dibalikin lagi dalam waktu cepat? atau apa perlu kita ikhlasin kalau hilang?

Dari Seoul Stasion (exit 7) kita menuju Hongdae Guesthouse (Hongik Univ. Station exit 1). Persisnya depanan sama stasiun subway. Cuma keluar dari exit 1, tinggal berjalan ke belakang sedikit lihat patokan gedung yang ada Dunkin Donuts.

Hongdae Guesthouse

Hongdae Guesthouse termasuk hostel yang bagus dan nyaman, bisa menampung sampai 10 orang. Fasilitas yang lengkap seperti roti, selai, alat masak, wifi yang kencang, shower air panas sampai heater di tiap kasur. Harga per malam KRW 20.000. Saya akan berada di Seoul untuk 6 hari ke depan.

How to get there :

Subway line 2, Hongik Univ. Station, Exit 1

Trick Eye Museum

Museum ini menarik untuk dikunjungi, sebuah konsep museum yang interaktif yang mana kita bisa berkreasi dan berimajinasi dengan lukisan 2D atau 3D. Berada di dalam museum ini kamu bisa senyum sendiri begitu mewujudkan imajinasi kamu. Di dalam museum ini juga ada museum Love yang isinya seputar gambar-gambar lucu mengenai kehidupan seks.

Di dalamnya juga banyak berjualan souvenir atau jasa orang membuat karikatur. Kalau kamu berniat membuat karikatur cuma 5 menit, saya sarankan untuk membuatnya di sini karena harganya lebih murah sekitar KRW 10.000 dibanding di kawasan lain. Harga variasi kalau mau yang berwarna lebih mahal lagi. Tadinya saya berencana mau buat tapi saya urungkan mengingat nanti repot bawanya karena hanya dikasih kertas sketsa tanpa packaging.

Trick Eye Museum ada di 3 tempat kalau kamu tidak sempat mengunjungi di Seoul, kamu bisa datang ke Busan atau Jeju. Harga tiket yang murah memang di Busan sekitar KRW 10.000.

How to get there:

Hongik Univ. St exit 9 jalan lurus sekitar 150 m, menyebrang jalan, dan belok kiri ke Hongik-ro Street. Jalan lurus sekitar 120 m dan belok kanan di lorong kedua di antara Tony Moly dan Holika Holika. Lalu berjalan sekitar 100 m.

Ticket : KRW 14.000

Roscoco Chicken Steak

Restauran ini rekomendasi pake banget. Cari makanan enak, banyak dan murah? Menu yang ditawarkan tidak begitu banyak hanya chicken steak tapi dibuat variasi dengan saus. Lokasinya tidak jauh dari Trick Eye Museum, cari patokannya ada Etude House tinggal jalan lurus. Selama di Seoul tadinya mau makan malam di tempat sini, tapi hanya bisa 2 kali. Sisanya entah kenapa selalu tutup.

Menu makanannya variasi dan harganya sekitar KRW 6000 – 7000.

Coffee Prince Cafe

Sehabis makan malem, cuaca makin dingin tapi teman-teman saya yang lain masih asik belanja kosmetik di Etude. Tangan saya seolah mati rasa tapi perjalanan tetap berlanjut menuju kafe yang menjadi lokasi syuting drama Korea Coffee Prince.

Kita tidak masuk ke dalam kafe, hanya menumpang berfoto di depan kafe. Ternyata kafe ini di Korea tidak begitu terkenal, beberapa kali ditanyakan sama orang Korea mereka pun juga tidak tahu. Rute jalan saya dapatkan begitu tanya sama tourist information di daerah Hongik. Kamu tidak perlu kuatir karena tourist information di Korea pasti menunjukkan jalan yang benar.

Hongik Street Nightlife

Menikmati kota Seoul di waktu malam, Hongik salah satunya. Kawasan ini ramai dengan anak-anak muda Korea. Disini kita bisa berbaur sama orang Korea lainnya yang walau sudah malam mereka tetap kumpul sama teman. Di sekitar jalan ini banyak tempat makan. Ada juga butik yang menjual baju mulai dari KRW 10.000. Semua toko menggunakan CCTV, jadi mereka yang berjualan tidak perlu takut kalau barang dagangannya ditaroh di depan sedangkan mereka duduk berdiam di dalam toko. Saya sempat belanja tas dukung dengan harga KRW 10.000 soalnya tas yang model sama kalau di Palembang bisa dijual sekitar 300-400 ribu.

Menariknya, disini pengamen jalanan pun masih tetap sopan. Mereka mengamen tidak perlu memaksa meminta uang, mereka tinggal duduk lalu buka koper. Anak-anak muda Korea yang merasa terhibur sama aktraksi pengamen mereka tinggal duduk, ikut nyanyi bareng. Seperti sedang menonton konser. Saya sempat melirik kotak uang ada beberapa lembar uang KRW 5000-10.000. Wow!

Di tengah pertokoan kosmetik, ada spanduk gede pasang foto Super Junior dan tadaaaa… saya nyempil aja foto di tengah mereka.

Waktu sudah pukul 11 kami putuskan untuk pulang ke hostel. Dasar mata nggak bisa lepas dari shopping, teman saya berhenti ke Face Shop, Nature Republic dan Innisfree. Cuaca dingin makin menusuk, sambil menunggu teman yang lain masih asik belanja saya mencicipi jajanan khas Korea yang ada di depan. Jajanan gerobak khas Korea ini wajib dicoba, kecuali yang isinya jeroan.

Makanan yang saya cicip adalah Toppokki. Terbuat dari beras dan dicampur sama saus. Ada dua rasa yang original atau pedas. Kebetulan saya ketemu sama penjual yang menjual dua rasa. Satu porsi Toppokki KRW 2500. Selain itu ada juga Odeng, terbuat dari ikan dan menyantapnya sama kuah kaldu soup. Harga juga variasi mulai dari KRW 500 – 1000.

Memang khusus hari ini kita hanya berjalan di sekitar Hongik, pilihan kami memesan hostel dekat kota memang pilihan tepat. Akses yang gampang untuk ke subway atau berbelanja.

Siap buat kiya-kiya besok!

Iklan

11 pemikiran pada “Korea Trip : Seoul, Hongik Street Nightlife, Coffee Prince Cafe, Trick Eye Museum

  1. Ping balik: Korea Trip : Another Backpacker Story | Koh' Huang

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s