Asiknya Bermain Media Sosial Dari Belum Kenal Jadi Kenalan


Tiga minggu belakangan ini kalau kalian menyimak status di media sosial saya sedang keliling Sumatera Selatan – Bengkulu. Dalam kesempatan kali ini saya digandeng oleh Kamar Dagang (KADIN) Provinsi Sumsel ke sekolah-sekolah SMA dan SMK. Tujuannya agar dapat memberikan insight sekaligus motivasi buat para siswa sekolah tersebut sebagai wujud mengembangkan kreatifitas anak-anak sekolahan.

Mungkin karena kesamaan visi kami yang membuat hati saya tergerak hati berbagi pengalaman dan berjumpa para dedek emesh di sekolahan. Supaya dapat merangsang otak anak-anak tersebut agar mengembangkan jiwa entrepreneurship lewat internet. Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan lewat internet. Termasuk mendapatkan jodoh 😆

Lantas saya jadi apa dong? Saya diminta untuk memberikan semacam seminar yang berhubungan dengan trend dunia digital saat ini. Berbekal pengalaman yang ada dan aktifitas yang saya kerjakan setahun belakangan ini saya memberanikan diri menerima tantangan tersebut. Dengan tema “Asiknya Bermain Media Sosial” saya ingin memberikan gambaran bahwa bermain media sosial memang mengasyikan selama kita menggunakannya untuk hal yang positif dan tentunya dapat memberikan inspirasi bagi orang lain. Materi saya sangat sederhana, bagaimana dengan bermain media sosial kita pun bisa menghasilkan benefit yang baik.

“Adek-adek kalau main Instagram atau Youtube senangnya lihat siapa??” pertanyaan sama saya di tiap sekolah.

“Awkarin, kokoh!!!”

“Apa?? Ihh kenapa mesti dia.. kok bukan Koh Huang..” balasku sambil ketawa sendiri sewaktu mendengar jawaban para dedek emesh.

“Kan belum terkenal Koh Huang nya,” celetuk salah satu siswa. Lalu, saya kudu piye? 😦

Dari Belum Kenal Jadi Kenalan

Anak-anak sekolahan ini membutuhkan role model yang dapat mereka tiru. Sebenarnya siapapun bisa menjadi role model hanya saja kita tidak tahu dampak apa yang akan terjadi apabila mereka meniru model yang keliru. Kalau menurut saya, terinspirasi orang kurang tepat. Rasa keingintahuan yang besar tentunya membuat mereka ingin mencoba hal-hal yang baru.

Semakin mudahnya akses internet yang didapat, maka semakin mudah kita mendapatkan informasi yang tersebar. Seandainya di depanku saat ini ada piano, barangkali saya tidak tahu bagaimana memulai nada awal untuk mendentingkan piano tersebut. Sama dengan saya hanyalah seseorang yang punya keterbatasan dalam daya ingat dan bercerita kembali ke orang-orang yang dijumpai. Barangkali kalau bukan karena teman-teman di Komunitas Blogger Wongkito Palembang saya belum berkenalan dengan blog.

Komunitas Blogger Wongkito Palembang

Komunitas Blogger Wongkito Palembang

Oleh karena keterbatasan otak, saya pun dikenalkan Nike Rasyid, teman kantor dulu sewaktu di kursus komputer. Dia mengenalkan saya dengan blog dari awal. Lalu, mulailah saya belajar untuk menulis dan memanfaatkan fasilitas internet yang tersedia di kantor sewaktu kerjaan sudah selesai. Lama kelamaan keasyikan menulis di blog membuat saya semakin rajin untuk menulis. Dulu akses internet mahal sekali, maka saya menyiasati dengan menulis draft terlebih dahulu kemudian segera membuat blogpost apabila berjumpa dengan internet.

Menulis merupakan persoalan yang gampang-gampang susah bagi sebagian orang. Apalagi kalau kalian yang sudah bekerja lalu harus membagi waktu untuk menulis dan berbagi pengalaman dengan orang lain. Dulu saya juga merasakan hal yang sama sampai pada satu titik saya berpikir apakah di tiap tulisan yang saya tulis ini bermanfaat untuk orang lain?

Otak saya bukanlah otak yang senang menulis sajian berat. Maka saya belajar menulis hal-hal ringan berkaitan dengan keseharian dan tutorial komputer serta teknologi. Dalam pikiran saya saat itu sebagai instruktur desain bisa mengenalkan blog dan membuat siswa-siswa saya tidak ketinggalan materi belajar komputer. Mereka dapat membuka blog saya untuk belajar otodidak. Inilah yang menjadi motivasi awal saya saat menulis di blog. Kesenangan saya berbagi manfaat yang baik dan positif bagi orang ini yang membuat saya bertahan untuk menulis blog sampai sekarang.

Efektif Bermain Media Sosial

Dedek emesh di tiap sekolah :D

Audience saya semuanya dedek emesh 😀

Internet memang menjadi makanan utama bagi kita yang sudah terjun di dunia media sosial. Indonesia memiliki potensi ekonomi yang sangat besar di masa yang akan datang. Usia produktif terbilang masih banyak. Hal ini menarik dilirik soalnya hampir 80 juta penduduk Indonesia telah mengakses internet dan menggunakan media sosial. Informasi ini saya dapatkan dari survey menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet). Tanpa kita ketahui semua orang mulai merangkak ke online dan tanpa batas lewat internet.

“Jadi, adek-adek ini kalau main Facebook sama Instagram ngapain aja sih?”

“Kepoin mantan koh! Upload foto selfie terus buat youtube-an,” seru dedek emesh di dalam ruangan.

“Hah, kaget kokoh sama jawaban kalian. Kepoin pacar yang tertunda.. Ciee…”

Rata-rata para dedek emesh yang masih menggemaskan ini memang memanfaatkan media sosial sebagai ajang untuk hiburan dikala lelah dengan pelajaran di kelas. Wajar, kalau saya sudah melewati masa mereka *sadar sama umur* 😆 bukan hal yang mengherankan kalau mayoritas penggunaan internet kita adalah untuk mengakses media sosial. Tapi, bagaimana supaya bermain media sosial bisa efektif?

Berlama-lama dengan internet hanya untuk memantau “mantan” tentu bukanlah hal yang efektif. Media sosial bisa kita manfaatkan sebagai tempatnya kita memberikan inspirasi hal yang baik. Hal baik yang akan menggerakan tiap orang ke arah positif untuk suatu gerakan, bukanlah menyebarkan berita-berita hoax yang tidak tahu sumbernya. Kerap kali saya menulis di blog selalu diusahakan untuk mencari sumber asal supaya saya tidak asal menulis. Bahkan saat saya menulis review berdasarkan pengalaman pemakaian agar pembaca blog saya tidak dibuat bingung.

KEBeragaman inilah yang membuat suatu hubungan emosional antara saya dengan pembaca. Mereka yang belum pernah berjumpa tapi hanya jumpa lewat internet seolah akrab dengan saling berkomentar di halaman blog masing-masing. Lewat jari kita saling bertanya satu sama lain. Tanpa saya sadarin ternyata ikatan blogger itu sangat kuat dan hangat. Saya merasakan ternyata manfaat internet bukan hanya sebatas meng-update status melainkan kita bisa memiliki jalinan keakraban dengan teman lain dari berbagai daerah. Saling bercerita tentang pariwisata di kota masing-masing.

Membangun Citra Diri Lewat Internet

Tak bisa saya pungkir saat ini untuk menjadi “terkenal” di internet sangat mudah. Bermodal internet murah dan seperti membalikkan telapak tangan. Walaupun demikian, nyatanya ada juga orang yang belum berhasil, contohnya seperti Koh Huang 😆 masih kalah hits sama kalian.

Saat kita memiliki motivasi untuk menginspirasi orang lain sudah pasti kita harus dapat menjadi sosok orang yang memiliki citra diri baik. Keberadaan tiap karya kita baik di blog atau media sosial harus memiliki manfaat dalam kontennya.

“Koh tanya dong, saya Bintang dari kelas 10. Gini koh, kalau kayak kita masih SMA. Bagaimana sih caranya bisa tahu kita mengembangkan bakat kita? Atau bisa kayak koh Huang yang punya blog?”

roadshow-sumsel

Sambil membetulkan topi pet saya menjawab pertanyaan dari Bintang. Sebenarnya saya sendiri juga tidak tahu bakat saya larinya kemana. Hanya saja karena saya memang menyukai dunia menulis dan keterbatasan otak saya yang suka pelupa, sehingga saya membutuhkan catatan yang dapat saya buka kembali disaat ingin melihatnya. Blog merupakan salah satu wadahnya menggantikan buku diary. Hayo kalian yang generasi 90-an, pasti pernah mengalami masa-masa indah menulis buku diary kan?

“Mulainya dari passion kamu. Bisa saja kalian punya passion atau kesukaan bukan di menulis. Ada teman saya yang gemar memasak maka dia terus membagikan resep masakan dia lewat media sosial. Tiap hari dia rajin untuk membagikan foto sekaligus tulisan,” lanjut saya membalas pertanyaan Bintang, gadis berwajah bulat dan berkacamata.

Saat kamu ingin menangkap cerita yang baik, masih ada orang di belakangmu yang tidak suka

Saat kamu ingin berbagi hal yang baik, masih ada orang di belakangmu yang tidak suka

Perlahan tapi konsisten kita sebagai pembuat konten ingin dikenal orang sebagai apa? Saya belajar untuk menjadi konsisten bukanlah perkara mudah. Bahkan saat kita ingin berbuat baik pun masih ada orang di belakang kita yang memberikan “nada sumbang”. Ketika muncul orang-orang menggemari jalan-jalan maka label travel blogger menjadi ramai disematkan. Juga sama seperti orang-orang menggemari makan maka label food blogger mendapatkan perlakuan yang serupa. Sayangnya, saya menyukai kedua niche tersebut sebab hanya dua hal itu yang bisa saya kerjakan dan senang untuk berbagi.

Saya selalu ditanya oleh orang mengenai Palembang memiliki tempat wisata dan acara apa saja? Kemudian, saya mulai menulis segala hal mengenai tempat wisata di Palembang dengan tujuan kalau nanti ada orang yang bertanya kembali saya tinggal memberikan alamat link blog saya. Mereka bisa puas untuk membaca dan menemukan informasi lewat internet. Akhirnya saya pun menuliskan destinasi instagramable di Palembang agar mereka dapat menemukan jawabannya sendiri.

koko-cari-makan

Traveling tidak lengkap kalau tidak menikmati sajian kuliner di kota tersebut, maka saya memanfaatkan hobi memotret saya untuk memotret tiap makanan yang ada di kota Palembang dengan tujuan mereka menemukan referensi tempat makan lengkap dengan alamat dan harganya. Semua foto saya kumpulkan lewat Instagram @KokoCariMakan sehingga mereka tinggal mencari makanan yang disukai.

Lantas, apa Koh Huang boleh disebut sebagai travel dan food blogger? Entahlah, kelas saya masih belum sampai ke sana. Tugas yang saya tahu hanya menjaga konsistensi dalam membuat konten kreatif agar bermanfaat. Soalnya ditiap yang kita kerjakan dengan hati, maka akan menyentuh hati yang lain. Saya tidak tahu rejeki saya dari internet bisa datang dari mana saja. Mungkin bukan lewat tulisan, bisa juga lewat foto atau bisa keduanya. Siapa tahu kan? Tuhan itu baik bahkan Dia suka memberikan kejutan yang tidak pernah kita pikirkan.

Menemukan Peluang Bisnis Lewat Internet

Banyak konten yang bertebaran di internet membuat tiap orang beranggapan bahwa semuanya bebas digunakan untuk umum. Memang betul, tapi orang-orang akan jeli mengetahui siapa orang yang membuat konten tersebut. Apabila konten yang kita sebar merupakan berita hoax tentu akan menimbulkan pandangan buruk dan kontroversial tanpa ada bobot. Bermain media sosial bukanlah “wadah” untuk menyampah melainkan media penghubung dengan banyak orang bahkan yang tidak kita kenal sekalipun. Berbagai latar belakang, profesi, pendidikan sampai daerah membuat KEBeragaman tersebut membuat kita harus menggunakan media sosial secara benar yaitu menjadi sosok yang dibutuhkan.

Saat kita menjadi sosok yang dibutuhkan tentunya followers atau pengikut kita akan bertambah untuk mengetahui informasi atau berita terbaru apa yang kita infokan hari ini. Mereka adalah teman sekaligus orang-orang yang membuat kita dikenal lebih luas lagi. Saya merasakan manfaat lewat bermain media sosial dengan memanfaatkan internet dapat membawa rejeki.

tanya-peserta-roadshow

“Koh, tanya dong…”

“Heh… kayak Mama Dedeh aja.. Haha… ya silahkan dek.”

“Saya Indah, koh. Saya sama teman-teman kan ada jualan roti sandwich, masih kecil-kecilan sih koh tapi hasilnya lumayan buat kita jajan. Trus, kita pakai Instagram buat jualannya cuma followernya masih dikit. Kayak kata koh Huang bilang sayang banget kalau pakai internet cuma untuk buang-buang kuota tapi gak menghasilkan. Ada tips gak koh Huang buat jualan kita bisa lebih dikenal orang?”

Jujur saja terkejut dengan pertanyaan salah satu dedek emesh di sekolah yang sedang saya kunjungi. Anak kelas 10 sudah berpikir memanfaatkan internet sebagai langkah pertama mereka berlatih jiwa entrepreneurship meninggalkan teman-teman sekelasnya yang mungkin masih asik stalking atau sekedar eksis menambah jumlah likes foto.

“Kalau boleh tahu Indah, udah berapa lama jualannya dan sebulan bisa dapat berapa dari jual roti sandwich?”

“Baru dua bulan, koh. Masih kecil sih koh.. sekitar 750 ribu.” Jawabannya membuat kami di dalam ruangan terkejut. Bagaimana bisa? Ya jelas bisa, tidak ada yang tidak bisa kalau kita memaksimalkan internet secara baik.

“WOW!! Kasih tepuk tangan dulu dong sama Indah. Keren banget sih kalian dek!”

Bayangkan kalau satu orang Indah saja bisa menghasilkan uang dari hasil jualan dia bersama teman-teman. Apalagi kalau orang-orang di ruangan berjumlah 100 orang lebih memiliki pemikiran yang sama seperti Indah? Sederhananya, mereka tidak lagi meminta uang ke orangtua mereka untuk membeli kuota internet atau membeli buku pelajaran. Justru dapat meringankan kondisi keuangan orangtua mereka. Saya kagum sama kalian dek! Berdiri di depan mereka berusia muda membuat saya sadar kalau berbagi pengalaman tidak akan mengurangi kadar ilmu kita. Justru menambah ilmu saya dalam KEBeragaman berjumpa dengan hal-hal baru yang saya temukan.

Internet (4G LTE) Membuat Hidup Lebih Berarti dalam KEBeragaman

Tantangan tersulit yang saya rasakan adalah bukan mudahnya mendapatkan prestasi-prestasi dari blog. Melainkan mempertahankan prestasi yang sudah didapat inilah yang tersulit. Sama seperti saat kalian sudah berada di posisi tertinggi maka perlu menemukan cara untuk tetap bertahan dari hembusan angin kencang selama di atas.

“Koh, masih boleh tanya lagi gak? Aku mau tanya nih koh, selama ini pengorbanan apa saja yang udah koh Huang lakuin?” Pertanyaan ini membuat saya mengernyitkan dahi sejenak.

“Kalian sudah pernah rasain tidur sampai larut malam buat mengetik lalu besoknya kerokan badan?” Masih ingat sama foto tato tulang ikan yang pernah saya share ke Facebook? Nah, itu salah satu bukti pengorbanan yang saya lakukan terkadang mengetik hingga larut malam untuk membuat blogpost yang dinantikan. Selain itu juga ada pengorbanan kuota internet tiap bulannya.

sma-bengkulu

“Kalian sebulan pakai kuota internet bisa berapa banyak sih? Ada yang cuma 5 GB?” Membaca situasi para dedek emesh yang sudah melek dengan internet sudah pasti mereka juga banyak menggunakan internet.

“Lebih koh, aku pake sampai 10 GB. Buat Youtube, nonton bola, main facebook.” Celetuk salah satu anak laki-laki duduk di barisan belakang. Berbeda jawaban dengan mereka yang duduk di barisan depan jawabannya beragam mulai dari mencari tugas sekolah sampai belajar online. Di tiap sekolah yang saya kunjungi biasanya anak-anak yang duduk barisan belakang memiliki otak “kreatif” lebih unggul. Semuanya akan terseleksi alam sendiri nantinya.

“Oh yah, belum kalau kalian nonton video Awkarin lagi nangis karena diputusin pacar kan,” tawa seisi ruangan pecah.

Sekolah-sekolah yang saya kunjungi merupakan sekolah yang berada di luar kota Palembang mulai dari Prabumulih sampai Pagar Alam juga Betung sampai Lubuk Linggau. Semua titik daerah saya kunjungi satu persatu untuk berbagi pengalaman dan menginspirasi anak-anak sekolah agar mengenal dan memanfaatkan internet lebih bijaksana.

Setiap bulan minimal saya menggunakan kuota internet 20GB sampai 30GB. Lumayan membengkak penggunaan internet saya untuk tetap terhubung dengan media sosial. Kuota terbesar saya lebih banyak dihabiskan untuk ngeblog sekaligus blogwalking, bermain Instagram untuk mengungah gambar dan menonton video kreatif dari akun-akun favorit sampai streaming Youtube menjadi aktivitas favorit yang saya sukai.

Kuota internet besar dan harga paket yang terjangkau tentunya menjadi pilihan tiap orang. Sejak di bangku SMA, zaman saya baru dipercayai punya ponsel untuk kebutuhan sehari-hari. Saya sudah memilih menggunakan provider si biru yaitu XL sampai sekarang 😆 Bayangkan saja sudah 15 tahun saya setia menggunakan satu provider sebagai komunikasi utama saya. Makanya nomor XL saya memiliki 11 digit angka cakep :mrgreen:

aplikasi-myxl

“Sekarang ini hape udah jadi kantor saya, saya bisa akses langsung dari hape selama kuota internet ada. Makanya asiknya main media sosial ya kayak gini. Kalian bisa jalan-jalan tapi kontrol kerjaan bisa dari hape saja,” lanjut saya.

Untungnya selama saya roadshow ke daerah sinyal XL lumayan kencang dan saya tetap bisa terhubung dengan media sosial dan bekerja langsung dari ponsel. Sekarang ini ponsel layaknya kantor berjalan, saya bisa mengakses email dan berbagi informasi kapanpun dan dimanapun. Makanya untuk mengukur kuota internet biasanya saya menggunakan aplikasi myXL yang bisa diunduh lewat Playstore atau Apps Store. Layaknya asisten kita, aplikasi myXL memudahkan kita mengetahui promo yang sedang berjalan.

XL sering memberi penawaran terbaik untuk paket internet untuk kita yang masih menggunakan smartphone 3G atau sudah  4G LTE. Ada salah satu paket internet XL yang saya suka yaitu paket Combo XTRA XL 26GB cuma Rp 115.000! Kuota 26GB ini dibagi menjadi internet 3G sebanyak 6GB dan 4G LTE sebanyak 20GB. Bayangkan saja kalau semuanya berlaku untuk waktu 24 jam tanpa perlu kita dipusingkan dengan waktu-waktu pemakaian. Kita bisa bebas tanpa khawatir melihat jam pemakaian untuk tetap menginspirasi orang lewat media sosial.

paket-xl

Selain itu kalau kita menyukai telepon dan pesan singkat SMS juga ada paket khusus untuk memanjakan komunikasi kita. Mulai dari XTRA Bicara, Nelepon ke Semua Operator juga ada paket Nelpon & SMS. Kalau dihitung saat ini lebih hemat kalau memilih paket daripada menggunakan tarif normal. Apalagi penggunaannya bisa diawasi lewat aplikasi myXL. Makanya kenapa saya betah sampai 15 tahun menggunakan XL walaupun berkorban kuota internet tapi yang saya dapatkan lebih dari yang dibayar. Priceless!

Karena Berbagi Itu Asik, Maka Lakukanlah

sma-yadika-lubuk-linggau

Di antara banyaknya pertanyaan polos yang terlontar dari para dedek emesh, ada satu pertanyaan yang membuat saya tertawa lepas saat berdiri di depan kelas. Bahkan saya sendiri tidak pernah terpikirkan pertanyaan tersebut bisa timbul dari mereka.

“Koh Huang, punya haters gak? Biasanya kan orang yang sudah hits pasti hatersnya ada, koh.”

“Emang saya udah hits? Hahaha…” Suer saya tidak menyiapkan jawaban mengenai haters sebab memang saya tidak tahu siapa yang menjadi haters saya. Kalau followers di media sosial saya tahu dan merangkul mereka.

Seperti yang saya bilang sebelumnya, kita melakukan hal yang baik saja masih ada orang di belakang kita yang nyinyir tanpa tahu faktanya. Apalagi kalau kita melakukan kesalahan di media sosial? Terkena bully di media sosial itu pedih, dek! Makanya saya berusaha untuk membuat prestasi-prestasi yang baik mulai dari mengikuti lomba-lomba, bersyukur kalau menang karena menambah daftar prestasi saya. Selain itu tetap menulis dan berbagi sesuai dengan passion kita sendiri. Persoalan tentang haters justru mereka adalah follower sejati saya yang terus mengikuti perkembangan terbaru dari Koh’ Huang 😀 sebab berterima kasihlah dengan mereka yang mau meluangkan waktu, tenaga dan pikiran mereka untuk terus memikirkan kita.

Tidak perlu meniru orang lain apabila kita ingin mencari sensasi, lakukan saja hal yang bisa kita kerjakan dengan langkah sederhana tapi memiliki dampak positif. Proses tidak akan mengkhianati hasil. Bisa saja hasil yang kita dapatkan bukanlah berupa materi. Ada hal yang tidak dapat dibeli menggunakan uang yaitu hubungan kedekatan antara saya dan pembaca. Saya sudah merasakan dampak dari yang saya kerjakan selain ini membuat bahagia itu sederhana. Saat salah satu pembaca blog saya mengirimkan email singkat namun bunyinya mengena.

From : Mehmet Irsan <ear*****@gmail.com>
Mas Deddy Huang,
Trims atas content deddyhuang.com ya. Saya adalah pembaca yang ke 865,201. Saya suka content nya, khususnya mengenai Palembang dan progress nya.

Salam kenal

Menghitung waktu menuju 1 juta pembaca blog Koh’ Huang sudah tentu masuknya email tersebut membuat saya terharu. Saya mengetahui halaman blog saya KEBanyakan teman-teman yang silent reader tapi mereka tetap tahu apa yang saya kerjakan. Belum lagi kalau ada teman yang share tulisan saya dan merasakan manfaat dari tulisan saya. Semua apresiasi seperti inilah yang membuat saya menjaga semangat untuk tetap menulis, menulis dan menulis. Sekali lagi, saya percaya rejeki akan datang dengan sendirinya.

Saya punya mimpi untuk dapat berkeliling Indonesia dan luar negeri. Menulis dan bercerita tentang hal-hal baru yang saya jumpai, mulai dari interaksi dengan penduduk lokal sampai gastronomi makanan lokal tersebut. Semoga saja semesta mendukung. Aamiin.

Bahagia itu sederhana

Bahagia itu sederhana

Last but not least, ikutin saja suara hati kalian dan mulailah berbagi inspirasi. Mungkin saat ini apa yang kita kerjakan belum dilirik oleh orang lain. Sabar, sabar, dan bersabarlah hingga waktumu tiba maka kalian bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Karya saya yang sudah ada di blog maupun media sosial menjadi bukti aktualisasi diri. Beruntung ada internet yang mampu menjangkau KEBeragaman ke segala pelosok. Kalau saja saya tidak menerima tantangan untuk berbagi pengalaman di sekolah-sekolah, saya tidak belajar bahwa orang-orang yang saya jumpai adalah calon orang hebat dan menginspirasi orang lain. Sekarang, bukan hanya mulutmu harimaumu tapi jempolmu harimaumu. Segalanya harus hati-hati. Terakhir saya rindu kembali berbagi #BahagiaItuSederhana 😀

***

Tulisan ini untuk KEB Blogging Competition featuring XL

banner

Iklan

44 pemikiran pada “Asiknya Bermain Media Sosial Dari Belum Kenal Jadi Kenalan

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s