See and Do : Jalan Hemat di Singapura


Berhubung penerbangan saya ke Kerala, Trivandrum, India melalui Singapura maka tiket terbang saya mulai dari Palembang – Singapore – Trivandrum. Saya terbang dulu dua hari lebih cepat supaya bisa berkeliling menemukan keunikan dari Singapore. Negara yang memiliki ikon Singa ini termasuk negara yang aman dan nyaman bagi traveller pemula yang baru mendapatkan cap paspor. Beberapa pengalaman teman saya yang pernah kehilangan tas dan paspor, Insya Allah masih bisa ketemu kembali.

Orang bilang, Singapura adalah negara serba teratur. Memang benar, apalagi bagi kalian yang baru pertama kali maka akan merasa shock culture. Misalnya, tempat makan di Singapura jarang memberikan tisu, selain itu kalau ada bungkus tisu di atas kursi tandanya kursi tersebut sudah ditandai oleh orang lain. Bahkan untuk membuang sampah sembarangan akan mencari tempat sampah karena lalu lintas diawasi oleh cctv. Hal-hal kecil seperti sebenarnya menarik untuk diambil sisi positifnya.

Untuk lebih puas menikmati liburan di Singapura, kalian perlu menyiapkan waktu dari pagi hingga malam. Bila perlu datangkan ke satu tempat yang sama di waktu siang dan malam hari. Dijamin kalian bisa mendapatkan suasana yang berbeda.

Explore Singapore Sesuai Passion

Ketika sedang mencari apa saja destinasi menarik untuk dikunjungi di Singapura, ternyata banyak sekali informasi yang menarik. Kota ini seperti mempertemukan passion kita saat traveling dengan apa yang ditawarkan. Mulai dari kuliner, jalan-jalan melihat bangunan, belanja atau kehidupan malam.

Seperti saya yang menyukai melihat bangunan-bangunan menarik, tentu saja saya suka untuk walking tour di rute-rute yang biasanya dikunjungi oleh turis lainnya. Where passion and possibilities meet. Saya baru dua kali ke Singapura, namun kunjungan kali ini baru bisa agak lama.

Lantaran saya menginap di hotel yang lumayan strategis lokasi, terletak di daerah Boat Quay maka saya menjelajah Singapura tanpa itenary. Saya sudah mendapat informasi objek wisata seperti apa yang ingin saya lihat. Sehingga patokan saya hanya berdasarkan Google Map dan jalan kaki. Namun, cara saya mungkin tidak cocok dengan kalian yang lebih terampil membuat planning liburan.

rute jalan di Singapura

Rute perjalanan saya selama seharian di Singapura

Barangkali sebelum kalian pergi melancong ke Singapura bisa cek dulu apa yang menjadi kesukaan kalian. Berikut ini yang saya nikmati selama jalan-jalan di Singapura.

1. Berpose Di Depan Ikon Kota Singapura

merlion park

Mandatory selfie di depan patung Singa

Sudah hal biasa kalau setiap turis yang datang ke Singapura pasti akan berkunjung ke Merlion Park. Kawasan publik ini selalu ramai dikunjungi karena daya tarik ikon patung singa berwarna putih yang mengeluarkan air dari mulut. Kita harus cukup bersabar apabila ingin mendapatkan foto dengan latar bersih, tapi kalau tidak sabar ya sudah harus cukup puas dengan foto di tengah keramaian.

merlion park

Menikmati sejenak wajah kota Singapura walau cuaca sedang mendung.

Selesai berfoto, sebenarnya kita bisa menikmati panorama kota Singapura dengan latar-latar gedung perkantoran tinggi, Marina Bay Sands, dan Esplanade. Ketika sudah berada di Merlion Park ini seolah semua ikon-ikon kota Singapura terasa dekat sehingga kita bisa mulai melangkah kaki untuk menjelajah tempat-tempat tersebut.

2. Menikmati Lanskap Gedung Di Pinggir Singapore River

singapore river

Malam hari bisa bersantai di pinggir sungai

Saya sejenak tertegun melihat lanskap luar biasa cantik dan menenangkan dari atas balkon hostel di Boat Quay. Dari balkon saya bisa melihat mulai dari pergerakan matahari terbit hingga gemerlapnya lampu warna-warni yang sering saya sebut pemandangan sejuta dolar. Sungai di Singapura ini terawat dengan baik sehingga bisa menjadi atraksi wisata. Kita tidak perlu terganggu dengan aroma tidak sedap apabila duduk di tepian seperti di Boat Quay, Clarke Quay atau Robertson Quay.

Waktu saya sedang berjalan di tepian, saya melihat ada petugas yang selalu berkeliling untuk patroli sekaligus membersihkan sungai, apabila ada sampah daun segera diambil. Kapan waktu yang pas untuk menikmati aliran Sungai Singapura ini? Menurut saya dari sore ke malam hari, kita bisa bersantai sekaligus menikmati segelas bir di bar.

3. Chijmes

chijmes singapore

Lokasi tempat syuting film Crazy Rich Asians

Tak jauh dari Bugis Street, saya melihat satu bangunan yang menarik perhatian saya. Tampak dari luar seperti gaya gothic dengan kaca patri khas sebuah bangunan gereja tua. Ada tulisan “Chijmes” dari pintu luar, ternyata keunikan bangunan Chijmes ini terasa kental suasana capel yang bergabung dengan restoran suasana cozy di belakang gedung. Saya langsung menyimpulkan kalau tempat yang tidak sengaja saya temukan ini cocok untuk hangout dengan teman, keluarga atau relasi.

Selain itu, apabila kalian menonton film “Crazy Rich Asians” maka scene acara pernikahan yang mempertemukan Rachel dan ibunya Nick Young juga berlangsung di dalam kapel ini. Scene ini bisa bikin para wanita mewek ditambah dengan lagu “Can’t Help Falling In Love”.

chijmes singapore

Lorongnya instagramable

Saya cukup lama berada di sekitar Chijmes ini karena suasana rindang penuh dengan pohon. Apalagi cuaca sedang teriknya, saya jadi bisa berteduh sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Selain itu lokasi ini sangat cocok untuk prewedding sekaligus buat kalian berfoto ala-ala Instagramer. Ketika dihadapkan pilihan untuk makan siang, saya harus pikir dua kali dulu sebab pastinya harga makanan di tempat ini diluar dari budget saya untuk per hari.

4. National Singapore Library

national singapore library

Pura-pura baca aja di dalam perpustakaan nih

Berada tidak jauh dari Chijmes, ternyata saya sampai di perpustakaan umum terbesar yang ada di Singapura yaitu National Singapore Library. Oleh karena saya penasaran dan paling utama untuk berkunjung ke tempat ini adalah gratis, tentu saja saya tidak menyiakan kesempatan. Saya pun segera masuk ke dalam dan menuju ruang perpustakaan.

national singapore library

National Singapore Library – Koleksi buku banyak dan serba digital. Suasana hening.

Satu kata. GILA! Ini perpustakaan paling lengkap jumlah koleksi yang pernah saya kunjungi. Selain kelengkapan judul buku, di sini sudah menerapkan sistem komputerisasi yang baik. Kita pun bebas masuk untuk membaca buku-buku. Cuma, saya kurang tahu bagaimana sistemnya, sebab saya masuk begitu saja dengan pede seolah-olah warga lokal. Hehehe….

5. Bugis Street

bugis street singapore

Bugis Street, pusat belanja oleh-oleh

Kawasan Bugis Street lumayan dikenal sama turis termasuk orang Indonesia. Ketertarikan turis berkunjung ke kawasan ini tidak lain untuk membeli oleh-oleh mulai dari gantungan kunci, magnet, cokelat, casing hape sampai makanan import lainnya. Harga oleh-oleh di sini bervariasi setidaknya $10 untuk 3 kaos. Sisanya kalian bisa tawar-menawar sama penjual. Namun, bagi saya tentu saja tidak terlalu tertarik membeli oleh-oleh.

albert centre singapore

Albert Centre foodcourt

Es kembang tahu, harganya sekitar $3

Saya segera berjalan ke arah belakang Bugis Street dan menemukan surga nikmat kuliner Asia di Albert Centre. Entah kenapa saya senang sekali kalau bisa bertemu Chinese Food karena cita rasanya memang nikmat. Pilihan saya biasanya tidak jauh dari Hainan Chicken, Ginseng Soup, atau Mie khas Singapore. Menu-menu makanan itu nikmat tiada tara. Hanya saja kalian perlu lebih hati-hati saat memilih menu sebab mayoritas penjual di food court ini menjual makanan non-halal.

6. Masjid Sultan

masjid sultan singapore

Masjid Sultan Singapore

Ketika saya baru tiba di depan Masjid Sultan, telinga saya sayup mendengar suara khotbah Jumat dalam bahasa Melayu. Saya hanya melihat dari arah luar bangunan masjid yang banyak didatangi oleh orang-orang muslim setempat. Masjid ini tampak megah di antara bangunan lainnya, apalagi warna kilau emas menghiasi arsitektur masjid. Ketika saya sedang menikmati melihat tiap detail arsitektur bangunan, puluhan pria-pria keturunan arab lengkap dengan jambang, berbulu dada, hidung mancung dan tinggi bermunculan setelah mereka selesai menjalankan kewajiban di Masjid Sultan.

masjid sultan singapore

Aktivitas sholat jumat di Masjid Sultan Singapore

Dari Masjid Sultan ini kita bisa masuk ke lorong di samping masjid untuk melihat bangunan masjid lebih dekat lagi. Kawasan ini lumayan ramai dikunjungi oleh turis muslim karena mereka bisa melakukan sholat sekaligus mencari makanan halal. Hanya saja harga makanan halal di sini lumayan tinggi untuk ukuran saya, tapi tidak apa-apa kalau saja kalian mau mencoba.

7. Kampong Glam

Berjalan ke arah belakang Masjid Sultan, kita sudah sampai ke Kampong Glam yang berada di Arab Street. Kalian bisa melihat kiri kanan jalan ada banyak restoran halal yang bisa jadi pilihan bagi kalian yang muslim. Ketara sekali nuansa Arab dan Melayu bergabung, saya sendiri cukup lama meluangkan waktu berada di kawasan Kampong Glam sebelum berpindah ke tempat tujuan lain.

kampong glam singapore

Nuansa timur tengah yang kental.

Area Kampong Glam ini masih terawat karena struktur gedung masih jelas. Kalian jangan kaget kalau nantinya banyak pelayan restoran yang akan menawarkan untuk masuk ke dalam restoran mereka. Kita bisa menolak secara halus karena mereka juga sopan. Jalan-jalan di area Kampong Glam cocoknya siang hari karena kalian juga bisa sambil makan siang dan istirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali.

8. Haji Lane

haji lane singapore

Dinding mural paling dicari di Haji Lane

Jus jeruk asli dan segar

Hal yang menjadi daya tarik dari Jalan Haji Lane ini adalah mural warna-warni yang lumayan identik. Beberapa artis Indonesia juga menjadikan lokasi syuting dengan latar tersebut. Awalnya saya sendiri juga kesulitan menemukan jalan Haji Lane, namun melihat keramaian orang membuat saya jadi ikut melangkahkan kaki. Setiap lorong-lorong yang ada di dekat Haji Lane memiliki keragaman toko yang berjualan pernak-pernik serta cafe kecil. Saya sendiri berhenti sejenak untuk menikmati segelas jus jeruk seharga $6. Ya, ini jus termahal yang pernah saya minum kalau diubah ke Indonesia harga mata uangnya. Tapi enak, segar!

9. China Town

chinatown singapore

Chinatown Singapore

Memang kurang lengkap kalau tidak berkunjung ke kawasan Chinatown yang ada di Singapura. Dari namanya saja tentunya kita sudah bisa menebak akan ada apa saja di daerah yang terkenal tempat untuk berbelanja oleh-oleh. Selain itu juga ada toko pernak pernik Tintin, bagi penggemar tokoh kartun Tintin sudah pasti akan senang sekali.

chinatown singapore

Salah satu bangunan eyegasm di Chinatown, Singapore

Sri Mariamman Temple Singapore

Sri Mariamman Temple Singapore

Chinatown cukup luas untuk dikelilingi, saya sendiri tidak terlalu tertarik untuk melihat barang dagangan oleh-oleh. Justru saya lebih tertarik untuk melihat megahnya bangunan Buddha Tooth Relic Temple dan Sri Mariamman Temple. Kuil ini sangat menarik perhatian saya mulai dari interior dalamnya hingga pada bagian luar. Saya sengaja menutup malam di tempat ini untuk melihat pemandangan yang cantik. Di saat sedang menanti lampu-lampu gedung dinyalakan, saya jadi berhalusinasi seperti sedang berada di Jepang. Selesai menikmati pemandangan di Chinatown, saya pun mencari makan malam di food court.

chinatown singapore

Sup ayam gingseng

Rata-rata menu food court yang ada di Singapore memiliki banyak variasi menu mulai dari chinese foodarabian foodwestern dan lainnya yang tidak saya ketahui. Tentu saja saya mencari menu chinese food yang mana di Palembang menu ini rata-rata susah dicari bahkan tidak ada. Inilah hal yang saya suka ketika traveling ke Asia bisa mendapatkan menu chinese food yang enak seperti sup ayam gingseng.

Pantang Pulang Kalau Belum Capek

Itu menjadi semboyan saya sewaktu sedang terlena dengan jalan-jalan. Rasanya sayang sekali kalau harus cepat pulang ke hotel ketika sedang jalan-jalan. Saya pun merekam rute perjalanan saya sepanjang hari di Singapura. Rasanya banyak sekali kalori yang sudah saya habiskan, belum ditambah pergelangan kaki juga ingin istirahat. Padahal masih banyak destinasi wisata di Singapura yang belum pernah saya kunjungi. Ya, barangkali benar kota Singapura ini selalu ada hal-hal menarik bagi kita untuk menikmati kota ini sesuai dengan passion. Berhubung saya kurang begitu suka untuk masuk Universal Studio Singapore maka saya mencari alternatif dengan seesight berkeliling kota.

Secara geografis, Singapura termasuk negara kecil, hanya seluas 716 km2 namun negara ini menjadi salah satu negara paling maju di dunia dan di Asia Tenggara. Selain itu, bandara pesawatnya menjadi bandara paling sibuk karena setiap pesawat yang akan melancong ke negara lain biasanya akan transit dulu sebelum melanjutkan penerbangan.

WHAT YOU NEED INFORMATION

Masih banyak sekali yang bisa kalian explore di Singapura. Apalagi yang saya kunjungi ini masih kulit saja. Tidak menutup kemungkinan lain kali saya bisa mengunjungi tempat lain bersama kalian. Apa yang saya kunjungi berdasarkan minat saya ke bangunan. Selain itu berhubung saya traveller pas-pasan maka saya tidak bisa mencicipi menu makanan enak dan mewah selama di Singapura. Berikut rangkuman yang bisa saya kasih ke kalian:

  1. Bagi saya penting sekali kalian memiliki EZLink semacam kartu EMoney yang bisa digunakan untuk naik MRT atau bus. Isi saja sekitar $10 untuk jaga-jaga apabila diperlukan.
  2. Untuk makanan kalian bisa mencari food court, ada juga yang halal. Harga makanan berkisar $5 – $10.
  3. Cari tempat-tempat wisata yang gratis.
  4. Cari penginapan yang lokasinya strategis, bisa dekat MRT atau tempat ikonik. Hal ini akan memudahkan kalian. Kalau kalian nyaman untuk share kamar tidur dan kamar mandi, maka penginapan jenis hostel bisa jadi pilihan. Tapi kalau kalian ingin private, biasanya hostel juga menyediakan ruang private dengan harga lebih mahal pastinya seperti saya di 5footway Inn Boat Quay.
  5. Bawa pakaian kasual yang ringan sebab cuaca di Singapura lumayan panas.
  6. Koneksi internet selama di Singapura bisa menggunakan internet roaming dari XL, Simpati dan Indosat. Harga paket lumayan terjangkau untuk 3 hari Rp 150.000.

Sekian informasi yang bisa saya bagikan. Semoga saja perjalanan kalian selama di Singapura menyenangkan dan mendapatkan pengalaman baru. Saya pun berharap bisa kembali lagi ke Singapura, masih banyak tempat yang belum saya kunjungi.

Iklan

22 pemikiran pada “See and Do : Jalan Hemat di Singapura

  1. Kalo di Singapore memang sangat nyaman untuk berjalan ngalor ngidul ngga bakalan nyasar. Aku juga waktu terakhir ke Singapore dikasih tau temen bahwa naik bus juga nyaman, bahkan lebih cepet dari naik MRT.

  2. Berhubung saya sukanya alam, Singapura jadi kurang menarik buat saya. Tapiii, ada 1 yg pgn bgt saya lakukan di Singapura, pengen banget ngerasain sensasi jadi warga lokalnya kaya gimana.. So harus cari teman orang sana buat tahu sampai ke dalam2nya how to act like local singaporean hihi..

    ayam ginsengnya menggoda juga ko..

    -Traveler Paruh Waktu

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.