Indonesia Palembang Sumatera Selatan travel

4 Masjid Tertua di Palembang Bisa Dikunjungi Satu Hari

puasa ramadan 2020

Masuk bulan puasa Ramadan sebentar lagi tentunya banyak persiapan yang dilakukan oleh umat Muslim di Indonesia. Ada yang mulai berbenah rumah termasuk diri sendiri. Puasa ramadan merupakan hal yang wajib dilakukan oleh tiap muslim. Mengapa tidak berkunjung ke 4 masjid tertua di Palembang. Selama 30 hari menjadi kegiatan untuk bukan hanya menahan lapar dan haus, melainkan mengejar pahala lebih rajin beribadah ke masjid.

Palembang tak hanya dikenal dengan kulinernya yang enak. Sebagai tempat bersejarah, nilai jual Kota Palembang adanya bangunan-bangunan bersejarah seperti masjid tertua di Palembang. Beberapa waktu yang lalu, saya safari ke beberapa masjid tertua di Palembang. Berikut masjid tertua di Palembang yang bisa kalian kunjungi saat bulan Ramadan 2020 nanti.

1) Masjid Agung Palembang

masjid tertua di palembang
Dua bangunan arsitektur yang indah

Masjid yang berada di lokasi pusat kota Palembang. Dikenal sebagai masjid terbesar di Palembang karena memiliki luas 15.400 meter persegi. Sejak 2009, masjid ini mendapat pengakuan sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi pemerintah.

Masjid ini dibangun pada 1738 M, ketika Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo membangun kembali masjid tersebut. Pada 1659 M, masjid ini terbakar saat peperangan.

masjid tertua di palembang
Bagian dalam masjid agung Palembang
masjid tertua di palembang
Semoga doa dan harapan kita dikabulkan oleh Allah

Saat itu, kapasitas masjid hanya bisa menampung sekitar 1200 jamaah muslim. Berbagai renovasi dilakukan, hingga bangunan masjid memiliki tiga corak yaitu corak Cina, Eropa dan Palembang. Hal ini terlihat dari arsitektur bangunan masjid agung Palembang. Salah satu renovasi terbesar dilakukan oleh Gubernur Laksamana Muda Haji Rosihan Arsyad pada 1999. Selain memperbaiki bagian rusak, menambah tiga bangunan baru yakni bangunan di bagian selatan, utara, dan timur. Kubah masjid pun turut mengalami perbaikan di beberapa sisinya.

Corak-corak bangunan yang melekat dimulai dari bagian atap masjid misalnya, mengusung budaya khas Cina karena bentuknya yang menyerupai kelenteng. Sedangkan pintu besar utama masjid, terasa sekali adanya pengaruh kebudayaan Eropa.

Sekarang, masjid tertua di Palembang telah mengalami perubahan nama menjadi Masjid Sultan Masjid Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo untuk menghormati kesultanan. Selain itu, masjid ini merupakan titik 0 kilometer di Palembang. Ketika bulan Ramadan, masjid ini sering dikunjungi oleh muslim yang ingin berbuka puasa bersama.

2) Masjid Suro

Berjalan kaki di sepanjang Jalan Sekanak, ada sebuah masjid berada di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II. Salah satu masjid tertua di Palembang ini dikenal dengan nama Masjid Besar Al-Mahmudiyah atau Masjid Suro.

masjid tertua di palembang
Sholat di Masjid Suro Palembang

Masjid ini pertama kali didirikan pada 1889 M oleh KH Abdurrahman Delamat dan baru selesai pada 1891 M. Pada saat penjajahan Belanda, masjid ini digunakan sebagai tempat untuk kajian agama. Aktivitas ini menjadi padat dan ramai didatangi oleh orang-orang yang ingin belajar agama.

Oleh Belanda, Kiai Delamat diperintahkan untuk meninggalkan Kota Palembang karena dianggap membahayakan pemerintah Belanda pada saat itu. Kiai Delamat pun pindah ke Dusun Sarika dan menetap di sana hingga ia wafat. Tahun 1920, Masjid Suro akhirnya mulai dikembalikan lagi fungsinya didirikan sedikit demi sedikit.

masjid tertua di palembang
Pengurus masjid Suro membagikan bubur setiap hari selama bulan ramadan
masjid tertua di palembang
Orang menyebutnya Bubur Suro
masjid tertua di palembang
Nikmatnya berbuka puasa bersama di bulan yang suci
masjid tertua di palembang
Saya ikutan buka puasa bersama di Masjid Suro Palembang

Bangunan masjid masih kokoh dengan tiang penyangga masjid bermaterial kayu berbentuk bulat tinggi. Hal unik lainnya yang menjadi saksi sejarah Masjid Suro adalah kolam tempat berwudhu, beduk, mimbar, dan makam Kiai Delamat.

Ada satu kegiatan yang dilakukan setiap bulan Ramadan yaitu pengurus masjid setiap harinya memasak bubur yang dibagikan ke setiap orang yang ingin berbuka puasa. Kesempatan ini pernah saya rasakan ketika mengikuti buka bersama di Masjid Suro.

3) Masjid Lawang Kidul

Pada masa Kesultanan Palembang Darussalam, Masjid Lawang Kidul menjadi pintu selatan berkembangnya agama Islam. 

Masjid Lawang Kidul terletak di bantaran Sungai Musi. Menurut cerita, material bangunan masjid terbuat dari campuran batu kapur dengan putih telur dan pasir, sehingga mampu mempertahankan lamanya usia bangunan hingga sekarang termasuk material lainnya adalah kayu unglen sebagai unsur tiang, pintu, atap dan jendela.

masjid tertua di palembang
Bangunan Masjid Lawang Kidul dari pinggir Sungai Musi

Bangunan induk masjid tetap terjaga keasliannya. Lawang Kidul sudah sangat melekat dan dikenal masyarakat sekitar. Ciri khas Masjid Lawang Kidul, yakni menara masjid memiliki tiga undakan, sedangkan atapnya melebar memayungi ruangan utama dengan arsitek Cina dan Melayu. Renovasi hanya saja dilakukan penambahan seperti keramik di bagian utama lantai.

masjid tertua di palembang
Bangunan masjid di bangun di tanah wakaf
masjid tertua di palembang
Sholat berjamaah di Masjid Lawang Kidul
masjid tertua di palembang
Bangunan masjid masih kokoh

Masjid Lawang Kidul bisa menjadi salah satu destinasi wisata religi yang bisa kalian kunjungi ketika bulan Ramadan. Selain untuk beribadah juga bisa menikmati senja di pinggir Sungai Musi.

4) Masjid Ki Merogan

Masjid Ki Merogan berada di Jalan Kiai Marogan, Kelurahan I Ulu, Kertapati. Persisnya di samping Stasiun Kereta Api Kertapati. Nama Ki Marogan merupakan seorang kiai yang terkenal di kalangan masyarakat Palembang. Dan beliau juga berperan besar dalam sejarah berdirinya masjid ini.

masjid tertua di palembang
Masjid Ki Marogan berlokasi di dekat Stasiun Kertapati

Masjid ini dibangun pada 1871 M. Berada di titik pertemuan antara Sungai Ogan dan Sungai Musi. Awalnya, masjid ini diberi nama Masjid Jami Kiai Abdul Hamid bin Mahmud. Namun, masyarakat setempat sering menyebutnya dengan Masjid Kiai Muara Ogan. Seiring berjalannya waktu, penyebutan Muara Ogan tersebut berubah menjadi Marogan.

masjid tertua di palembang
Isi dalam Masjid Ki Marogan

Banyak renovasi yang dilakukan pada bangunan masjid, bahkan sempat mengalami beberapa kali percobaan penggusuran karena lokasinya strategis. Di dalam masjid ini ada makam Ki Marogan yang diletakkan di samping Masjid Ki Marogan. Makamnya sendiri menjadi salah satu peninggalan sejarah di Palembang. Ada cukup banyak peziarah yang datang ke sini setiap harinya. Tak hanya dari Palembang, tetapi juga luar kota Palembang.

Kita bisa mengunjungi masjid ini lewat darat maupun sungai untuk berkunjung saat ramadan.

Berbicara mengenai bangunan masjid tua bersejarah, Islam masuk ke Palembang diperkirakan pada awal abad ke-8 Masehi. Kemudian sampai abad ke-14, Islam di Palembang tumbuh dan berkembang pesat, terlebih di masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Menarik sekali bukan safari ke masjid saat ramadan. Pastinya akan memberikan perjalanan religi di waktu ramadan selama puasa untuk mengunjungi masjid. Terakhir, pastikan kamu mengenakan pakaian yang sopan saat berkunjung ke sana, ya!

***

Follow @deddyhuang for latest update.
Disclosure: This is just my personal experience. Thanks as always for your support!

7 comments on “4 Masjid Tertua di Palembang Bisa Dikunjungi Satu Hari

  1. Masukin list ah.
    Biar saat traveling ke Palembang nanti, bisa sholat di masjid-masjid ini.

  2. Suasana dan nuansanya mirip dengan masjid Ghede Kraton Yogyakarta.

  3. Banyak juga ya masjid-masjid yang masih bangunannya masih kuno. Semoga gak buka puasa aja disitu ya jeng, semoga bisa ikutan taraweh juga.

  4. Ngeliat arsitektur masjid ini jadi keingetan cerita Jony, tentang sejarah Palembang dan kesultanan / kerajaan Demak. Ada sentuhan Jawa di bagian atapnya

  5. Bagus-bagus ya masjid-masjid tua di Palembang. Btw, interior Masjid Agung Palembang sekilas punya nuansa yang sama kayak Masjid Gede Kauman di Jogja. 🙂

    • Wah aku belum pernah mas ke Masjid Gede Kauman di Jogja. Semoga nanti pas ke Jogja bisa sempat lihat arsitektur di sana.

Tinggalkan Balasan ke morishige Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: