Idea

Popularitas Blog Dulu dan Sekarang

apa itu blog

Selepas ikut sesi interaktif tadi malam, saya langsung browsing tentang cara menjadi blogger sukses. Lantaran ngobrol dengan Daeng Ipul, salah satu blogger senior yang masih eksis seperti membuka kembali kenangan lama. Waktu berputar cepat ketika awal saya mengenal blog sekitar tahun 2005. Tahun itu merupakan kebangkitan blog di Indonesia.

Lima belas tahun membuat dan mengisi konten di blog, saya semacam tertampar sama sesi interaktif semalam. Seolah saya diingatkan kembali apa tujuan saya ngeblog. Uang? Popularitas?

Saat itu yang ada dalam benak saya adalah bagaimana bisa menyalurkan hasrat untuk menulis. Kalian tahu, sebagai introvert itu sulit sekali buat ungkapin apa yang mau diomongin. Rasa-rasanya energi itu langsung terkuras habis ketika mau ngobrol langsung diserbu.

Popularitas Blog di Indonesia

apa itu blog
Apa itu blog?

Blog tadinya menjadi media cerita colongan si penulis, ajang silaturahmi dengan penulis-penulis keren di Indonesia. Membuat blog bagi pemula juga tidak perlu rumit, karena blog memang tidak memerlukan aturan pakem. Misalnya, penggunaan bahasa baku, harus menulis yang bagus, dan sebagainya.

Ada rasa kepuasan sendiri misalnya kita baru selesai update satu tulisan baru, lalu membagikan ke teman-teman agar mereka klik dan membaca tulisan kita. Ketika ketemu, kita masih bisa bercanda kembali menceritakan pengalaman yang kita alami.

Namun, blog memang sempat turun ketika micro blog seperti media sosial muncul. Membuat blogger-blogger pun berpindah ke micro blog untuk berbagi cerita. Alasan lain karena mereka sibuk dengan rutinitas sampai lupa untuk menulis.

Sekarang, mulai dirasakan kalau blog memang masih dilirik walau cakupannya tidak seluas seperti dulu. Blog seolah alat untuk mencari uang di internet. Belum lagi datangnya blogger baru yang mereka punya kompeten masing-masing.

Tipe Blogger Sesuai Minat

cara menjadi blogger sukses

Setiap blogger memiliki keunikan dan keahlianya sendiri dalam berbagi. Ada yang bisa bercerita seputar keluarga (parenting), perjalanan (traveling), kecantikan (beauty), olahraga (sport), keuangan (financial), dan lainnya.

Niche atau tema blog ini saluran berbagi dari seorang blogger. Kecerdasan blogger pun bisa dilihat dari bagaimana dia menguasai tema yang ditulis. Secara tidak langsung membangun personal branding dan menambah jejaringan. Tak dipungkiri, ada juga blogger bisa mendapatkan suatu pekerjaan hanya dengan modal blog.

Saya setuju dengan apa yang dibagikan oleh Daeng Ipul berdasarkan pengamatannya mengenai perbedaan blogger dulu dengan blogger sekarang. Setidaknya ada 7 poin yang membedakan kondisi blogger 15 tahun lalu dan sekarang :

Niche

15 Tahun Lalu : Saat itu belum banyak blogger yang membuat blognya menjadi satu bahasan khusus. Kalau sekarang ada istilah Beauty Blogger, Parenting Blogger, Travel, dan lainnya. Dulu saya bikin blog yang isinya memang apa yang saya suka dan jumpai dalam keseharian.

Sekarang : Ada rasa keinginan kalau blog bisa lebih konsisten dalam tema. Tujuannya agar orang gampang diidentifikasi.

Tampilan Blog

15 Tahun Lalu : Waktu itu saya masih suka otak-atik tampilan blog. Karena blog adalah rumah kita, rasanya nggak enak kalau orang mampir ke rumah kita cuma bikin mereka nggak betah. Tapi ada juga blogger yang nggak mau ribet akhirnya lebih memilih template standar saja. Selain itu kemudahan buat mengedit template juga masih terbatas.

Sekarang : Sudah banyak jasa untuk mempercantik tampilan. Selain itu, desain lebih interaktif dengan tampilan animasi dan lainnya. Benar-benar membuat saya ketinggalan dalam hal ini.

SEO (Search Engine Optimization)

15 Tahun Lalu : Seingat saya, SEO ini hanya digunakan untuk teman-teman blogger di dunia Adsense. Makanya sebenarnya yang lebih berduit itu teman-teman Adsense pada saat itu. Ada yang bisa 1 hari mendapatkan $500. Sedangkan kalau saya yang memang kurang paham soal Adsense, menulis memang untuk kebutuhan refreshing. Makanya saya nggak kaya walau sudah nulis lama.

Sekarang : Blogger juga mulai paham SEO agar tulisan mereka bisa mendongkrak pageview di halaman pertama Google. SEO merupakan ilmu yang nggak rugi buat dipelajari.

Blogwalking

15 Tahun Lalu : Istilah lainnya adalah saling mengunjungi blog milik orang lain. Kalau dulu mengunjungi blog orang lain tanpa ada paksaan. Hal ini karena kita merasa ada kedekatan dengan si pemilik blog. Kita penasaran untuk mengetahui ada cerita baru apa. Sehingga mengunjungi dan memberikan komentar di blog orang lain dilakukan secara sukarela.

Sekarang : Boro-boro ada tulisan kamu yang dikunjungi dan dikasih komentar. Blogwalking menjadi hal yang harus dipaksa dan diatur dalam bentuk Blogwalking List. Tujuannya untuk mencambuk agar bisa lebih rajin. Ada juga anggapan baru update tulisan baru sudah dikira pasti ini tulisan sponsor kalau nggak tulisan lomba.

Komunitas Blogger

15 Tahun Lalu : Saya ingat sekali kalau setiap kota di Indonesia hampir memiliki komunitas blogger. Kayaknya puas aja bisa masuk dalam komunitas. Tujuan komunitas tak lain adalah untuk silaturahmi dan kopi darat. Makanya kalau ada brand yang mengundang acara untuk datang, rasanya senang sekali. Sehingga tidak sulit untuk mendatangkan blogger, selesai datang acara pasti besoknya tulisan baru sudah ada. Seolah kita berlomba-lomba biar ada tulisan baru di blog. Masa-masa ini sangat menyenangkan!

Sekarang : Komunitas masih menjadi wadah untuk bertanya. Syukur kalau bisa mendapat jawaban karena tak jarang kita pun akan dicuekin ketika ditanya. Ketika ada tawaran job, biasanya ditanya berapa duit yang didapat, apa saja yang harus dikerjakan. Belum lagi disaring kembali dengan sejumlah kriteria-kriteria blogger. Komunitas blogger menjadi wadah untuk mempermudah kalau ada info job. Tak jarang, kamu akan membaca sebuah ada tulisan baru namun bukan karena tulisan organik melainkan tulisan pesanan.

Popularitas Blog

15 Tahun Lalu : Ada namanya Google Page Rank dan Alexa. Dua hal ini menjadi tolak ukur popularitas blog di mata mesin pencari. Semakin bagus popularitasnya maka bisa dibilang blogger tersebut populer. Sayangnya Google Page Rank sudah tidak ada, namun untuk Alexa masih dipakai.

Sekarang : Hal yang dilakukan dengan menggunakan Domain Authority. Entahlah saya sendiri juga bingung bagaimana menjabarkan.

Penghasilan

15 Tahun Lalu : Memiliki sebuah blog dan bisa diurus adalah sebuah berkah. Rata-rata blogger saat itu mereka memiliki pekerjaan tetap, sehingga blog layaknya taman bermain buat mereka. Saya dulu membuat blog sebagai media mengajar karena pada tahun 2006 saya bekerja sebagai instruktur di sebuah lembaga kursus.

Sekarang : Profesi blogger di sejumlah kota besar sudah dilirik oleh banyak orang. Masuk dalam kategori pekerja lepas atau freelancer, penghasilan blogger memang bukan penghasilan yang pasti. Bisa saja bulan ini dapat penghasilan dari menulis. Namun, tak jarang juga tidak memiliki penghasilan. Selain itu belum lagi anggapan dari orang bahwa enaknya jadi blogger karena serba wah. Padahal tidak demikian. Belum lagi juga bertemu dengan drama blogger yang pasti akan kamu jumpai.

Kurang lebih, ini 7 poin yang dibagikan oleh Daeng Ipul. Ulasan dia memberi gambaran saat ini blogger adalah sebuah profesi yang tidak sepenuhnya menyenangkan. Bertemu dengan orang baru, mendapat pengalaman dan wawasan baru, serta jejaringan relasi. Walau persaingan blogger juga kian banyak.

Lantas, masihkah blogger masih diminati tahun 2020? Ayo kita diskusikan di kolom komentar.



71 comments on “Popularitas Blog Dulu dan Sekarang

  1. Benar banget nih poin2nya. Jangankan 15 tahun lalu, keadaan sama yang 5 tahun lalu aja udah banyak perubahannya. 😀
    Dulu bikin blog cuma mau bikin wadah buat nuangin ide dan isi cerita di kepala, gak kepikiran buat nyari duit di blog.

  2. Saya mulai menulis Blog sekitar 2013. Dalam perjalananya, banyak sekali yang dipelajari. Mulai gonta ganti template, gonta ganti tema, bahkan gonta ganti domain karena nama pena berubah.

    Semakin ke sini, blog kujadikan tempat untuk berbagi karya. Berbagi hal yang positif. Baik itu cerita pendek atau artikel. Mendapatkan penghasilan dari sana? Itu bonus. Tapi yang utama adalah semangat untuk selalu berbagi.

    Popularitas blog memang tidak sementereng beberapa tahun lalu. Saya masih ingat, saya pernah ikut pelatihan yang diadakan oleh Google Indonesia beberapa tahun lalu. Dan inilah yang saya tanyakan: Apakah popularitas blog akan tergantikan?

    Dan jawabannya adalah: Ya, memang benar Social Media dan Video (Vlog) akan merebut popularitas blog. Tetapi, setiap Content Creator memiliki ‘wadah’ masing-masing. Inovasilah yang akan membuatnya tetap bertahan dimanapun ia berada. Dan inovasi itu pula yang akan mengubah popularitas suatu produk. Termasuk Blog, atau Vlog, atau bahkan Social Media Platform.

    Jadi, sekarang bagi saya adalah bagaimanakah kita sebagai Blogger terus berinovasi dengan konten-konten yang kita berikan. Bagaimanakah kita mensinergikan seluruh platform (blog dan social media). Kalo saya pribadi, yang penting adalah apa yang kita bagi, apapun platform yang kita gunakan.

    Saya sendiri masih bangga menyebut diri sendiri sebagai seorang Blogger, MESKIPUN sekarang saya lebih sering menyebut diri sendiri sebagai seorang STORYTELLER.

    Terima kasih sharingnya yah Ko @Deddy Huang.

  3. Awal mula aku ngeblog tahun 2009, tujuannya ya cuma buat senang-senang aja..
    isinya tulisan-tulisan receh tentang kehidupan sehari-hari..

    lama-lama, setelah tau kalau ternyata bisa menghasilkan uang dari blog.. jadilah aku ikutan juga mengais rezeki dari dunia blogging ini.. sampai-sampai aku jarang banget nulis konten organik (lagi). Sedih sih, tapi disatu sisi kepentok deadline juga, jadi lebih memprioritaskan konten berbayar atau lomba.. #duh..

    Untuk blogwalking, aku juga ikutan BW-list.. tapi biasanya aku setor tulisan kalo ada konten2 sponsor aja. kalau konten organik, aku BW biasa aja..

    Jujur sih, memang lebih enak BW biasa (gak ikutan list) karena kita komentar dengan tulus dan sungguh2. pun kita jadi lebih dekat dengan penulis..

    Sementara kalo BW list, ku gak merasa ada kedekatan. Pun terkadang komentarnya ya gitu-gitu aja. cenderung dipaksakan demi menuntaskan kewajiban aja.. huhu..

    • Vivera Siregar

      benar, lebih senang BW biasa karena merasa dekat dengan penulis dan memang sungguh membaca tulisannya, bukan karena keharusan meninggalkan pesan di blog orang

  4. Dulu bikin satu artikel langsung trending topik.

    Now bikin satu artikel yang muncul situs berita terus. Wwkwk.

  5. Suasana ngeblog dulu dan sekarang memang beda ya, Ded..kangen…

  6. Dulu mulai ngeblog di multiply karena pengen ikutan audisi buku keroyokan, eh jadi kenal banyak teman yang kayak saudara saling BW untuk baca curcolan mereka terus saling komentar hingga jadi akrab, memang suasana ngeblog sekarang beda banget, Ded..

  7. sedih juga klo lihat blogwaking jaman now yah, yang dimana para blogger udah rada malas blogwalk klo ga diajak duluan or dikirimin link. smngat blogwalking mulai pudar seiring dengan berkembangnya zaman

  8. ainunisnaeni

    saya sendiri juga ngerasain bedanya ngeblog di awal taun 2008-2009an sama sekarang, karena dasarnya suka nulis ya nulis saja tanpa harus bingung bingung cari teknik SEO dll.

    semakin kesini, semakin banyak yang “serius” ngeblog dan teknik dunia web semakin sering dicari orang utk optimasi blognya, dulu boro boro dapet duit dari blog, kalo sekarang ternyata ada ya job dari blog.

    terlihat sekali perbedaan “ilmu marketing” di dunia maya melalui tulisan dan iklan konvensional jaman dulu

  9. Jadi inget masa-masa suka hiasi blog dengan burung terbang, waktu itu ngeblog benar-benar sebagai hiburan, bisa nulis dan desain blog sendiri sudah seneng banget.

    Kalau sekarang ini ngeblog masih jalan seperti dulu namun tidak ulik2 template lagi, lebih suka nulis-nulis apalagi ada CP (hihi malu aku).

    Sepertinya dunia bloging semakin berkembang, karena ngeblog itu menyenangkan dan bisa dapat bonus baik dari adsense maupun yg lain.

  10. Aiya Lee

    Kenapa harus ketemu tulisan ini pas aku lagi giat-giatnya nge-blog lagi, sih? Sakit ditampar.

    Bikin blog dari 2009, ganti nama berapa kali, ganti tampilan ndak terhitung lagi, sampai akhirnya mendedikasikan diri untuk fokus tulis tentang perjalanan.

    Tahun 2011 pernah tergiur untuk belajar dan cari uang dari blog, kemudian ngobrol face to face sama alm. Cumilebay dan ditanyain satu hal, “Orientasimu mau ke duit, ya?” Plak! Langsung kena tonjok di ulu hati. Perih.

    Akhirnya memutuskan untuk back to basic, kembali ke niat awal nge-blog: menulis untuk diri sendiri, bukan untuk siapa-siapa. Kalau ada pembaca, ya itu bonus. Alhamdulillah dengan format ini ternyata jadi lebih rajin menulis, walaupun pada akhirnya tetap vakum juga selama tiga tahun karena alasan kerjaan. Sekarang mau menulis lagi.

    Banyak-banyak. Lama-lama.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: