Sepasang Koin

Balik dari kantor, ada siaran radio dari ustad  KH Zainuddin MZ yang diputerin sama masjid samping rumahku. Pak ustad dengan gayanya yang suka bikin lelucon ini cerita tentang bersyukur. Aku pikir lumayan deh sore-sore habis balik dari kantor bisa dapet kotbah sore dulu ho - Sepasang Koin

Intinya kalau kita lebih sering melihat ke atas ketimbang ke bawah. Maksudnya? Si ustad kasih contoh kayak gini: punya motor tapi waktu lagi hujan dan motor menepi cari tempat teduh, pasti kepikiran enak kalau punya mobil? bisa terlindungin dari hujan. Pernah nggak kamu berpikir kayak gitu? Terus kalau misalnya udah punya mobil, mau apalagi? pesawat?

Nah, sekarang pola berpikirnya diputar 180 derajat.

SAMBIL NGOPI :  Telor Mata Hati Spesial

Orang yang punya mobil, bersyukur karena masih ada orang yang hanya punya motor.

Orang yang punya motor, bersyukur karena masih ada orang yang jalan kaki (kayak aku.. nggak bisa motor ama mobil.. hikz.. hikz.. srot..srot…).

Orang yang cuma jalan kaki, bersyukur karena masih ada orang yang nggak punya kaki untuk berjalan dan cuma dibantu sama alat supaya bisa jalan.

Orang yang nggak punya kaki, bersyukur karena satu detik yang lalu ada orang meninggal.

Jadi? apa yang bikin kamu nggak mensyukuri setiap nikmat yang Tuhan berikan? no1 - Sepasang Koin

* * *

Ada sepasang koin 500 rupiah. Kelihatan nggak begitu berharga.

Coba dua koin itu kamu tempelin di kedua mata kamu. Apa kamu masih bisa melihat?

Menjalani sisa hidup dalam kegelapan

Bersyukur dan bersyukur karena organ tubuh kita masih dapat berfungsi dengan baik dan benar.

Telinga untuk mendengar.

Mulut untuk bicara.

Otak untuk berpikir.

Tangan untuk membantu.

Kaki untuk melangkah.

Kulit untuk merasakan sentuhan.

4 thoughts on “Sepasang Koin”

  1. yeap! setuju! melihat itu ke bawah… jangan ke atas…

    yang ada iri dan kesal dan benci

    *edan curhat ๐Ÿ˜†

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: