You Are Not Alone

Bertemu dan berkenalan sama orang yang masuk dalam kehidupanku, bagiku merupakan kesempatan yang Tuhan udah rencanain. Pernah nggak kamu merasa dunia kota ini sempit banget yaa, kamu kenal sama temanku dan aku temanan sama temanku itu. Sekarang kamu jadi temanan sama aku, dan itu bukan nggak sengaja kan terjadi?

Aku kenal sama Der karena temanku Wen ajak aku sama teman-teman yang lain ikutan kelas yoga. Aku pikir kenapa takut untuk coba yoga? sekaligus bisa menambah teman baru bukan? Selesai latihan yoga awal, ternyata teman-temanku yang lain udah nggak sanggup lagi untuk ikutan kelas yoga diminggu berikutnya. Sementara aku masih kepengen ikutan kelas Yoga, jadinya Der bilang supaya aku tetap lanjutin. Usianya 5 tahun dibawah usiaku, dengan gayanya yang masih seperti anak kecil. Manja. Gaya dandanan anak orang kaya, stylish, barang yang dia pakai semuanya branded. Puji Tuhan untuk minggu berikutnya aku bisa ikutan kelas yoga tanpa perlu pusing pikir biaya yoganya, karena mamanya Der punya kartu member.

Der bercerita tentang kehidupan dia. Pergumulan yang dia hadapin justru bikin aku empatik. Kalau kamu pikir permasalahan yang biasanya dihadapin anak seusia Der itu tentang kasih sayang dari orangtua. Itu salah. Der sama sekali nggak kurang kasih sayang dari orangtuanya, apalagi mamanya tuh sayangggg banget sama dia. Mamanya harus mengurusi segala keperluan dan kebutuhan Der dan adiknya.

Sempat sih aku mikir enak banget yaa kehidupan kayak Der, ortunya mencukupi setiap keinginan Der. Uang bulanan buat dia shopping baju yang bisa dihabiskan sampai berjuta-juta, ortu yang selalu ada buat dia. Pernah dia kasih aku saran waktu aku kepengen punya hape QWERTY, sayangnya saran itu nggak bisa aku lakukan karena kondisi aku berbeda sama Der.

BACA JUGA :  Kotak Kado Cerita Baik Bersama JNE
Der: Koko bujuk aja mama, minta beliin hape baru. Bilang kek hapenya rusak, atau apalah kek. Manja gitu… pasti deh mamanya koko beliin hapenya.
Aku: Aduh, sorry banget aku kalaupun pengen yaa beli pake duit aku sendiri. Malu doms masih minta ama mama…
Der: Yaaa… selama mama masih ada berarti masih jadi tanggungan sih mama. Jadi buat apa dong fungsinya mama?

Gengsi dan harga diri anak itu rada tinggi, dia lebih memilih untuk mati daripada ada orang lain yang tahu keburukkan dia. Lebih milih untuk jadi drama queen daripada harus berkata jujur sama situasinya. Satu lagi yang ada dipikirannya kalau easy to get something without work hard.

Bercermin dengan diriku, masalah yang sedang dilalui sama Der belum seberapa dibanding sama aku. Kenapa?

Ada kesamaan antara aku sama dia, kita sama-sama punya luka batin semasa bangku sekolah seragam putih biru dan kalau ada kesempatan untuk kembali masa itu, aku pengen balik ke situ dan memperbaiki setiap kesalahan yang pernah aku perbuat. Rasanya hal ini mustahil bukan? Dari luka batin yang dia dapat, aku bisa bilang dia lebih beruntung dari aku. Banyak orang yang berada di belakangnya untuk membantu dia, menguatkan diri dia, bahkan melindungin diri dia. Sebaliknya aku? Saat itu aku nggak ada orang yang ada di belakangku untuk membantu aku memberi solusi, menguatkan aku dikala aku jatuh dan ingin menangis, dan melindungin diriku dari orang yang membuat aku takut.

BACA JUGA :  Buat kawan pejantan

Tenang, aku nggak akan iri sama dia. Hanya yang aku katakan sama dia kalau masalah yang dia hadapin seharusnya bersyukur setelah aku ceritakan tentang diriku juga. Dia masih ada orang-orang yang dia sayangin, kalau he is not alone. And you are not alone, man 🙂

Please be mature, dude!

Nasihat aku sama Der supaya dia bisa berpikir dewasa, tapi dia nggak mau jadi dewasa. Dan kalau bisa dia ingin tetap jadi dirinya sekarang, sifat anak-anak – manja. Menurutnya be mature is more dangerous than our death, he’ll choose death.

Benarkah pilihan menjadi dewasa merupakan hal yang menakutkan daripada meninggal?

Waktu usiaku sama seperti Der, aku punya pemikiran kalau aku harus dewasa. Kenapa? Kalau dewasa itu enaknya dipandang sama orang sederajad. Biasanya omongan anak kecilkan kurang begitu didengar? Terus kerja dan bangun karir lalu dapat penghasilan sendiri. Sisanya bicara soal kematian, dan aku sadar kalau kematian itu menyakitkan dan nggak patuh dicoba. Mungkin waktu satu detik bagi kamu itu nggak berharga, tapi coba kamu bayangin andai satu detik itu bisa menyelamatkan kamu dari tabrakan maut? Apa kamu masih merasa siap untuk kematian?

BACA JUGA :  Huang & Riavenclaw itu Kembar Lho...

Teman, sekiranya apa yang bisa kamu petik dari ceritaku?

Saat kita jarang merasakan kebahagiaan, kesendirian, kesedihan, dan ketenangan hidup yang kita miliki. Hal ini bisa dikarenakan kita kurang puas dan bersyukur dengan Tuhan. Terkadang mata kita tertutup sama berkat yang ada didekat kita. Seorang teman pernah mengingatkan aku sama berkat yang kuperoleh tapi aku nggak bisa aku lihat.

Teman: Dek, apa kamu tahu kalau Tuhan itu sudah begitu baik sama kamu?
Aku: Oh yah?
Teman: Selama kita liburan disini (Surabaya), bisa dibilang kamu begitu mendapat berkat. Dari hal yang kamu inginkan itu terkabul di sini, lalu sampai hal yang sama sekali nggak kita pikirkan Tuhan tetap beri jalan. Apa kamu sadar?
Aku: Iya.

Seandainya temanku nggak mengingatkan aku sama berkat yang tertutup itu, barangkali sampai saat ini aku masih belum menyadari betapa besar rasa sayang orang-orang disekelilingku. Yang bisa kulakukan saat ini adalah mengisi kekosongan ini dengan hal yang bermanfaat. Ada pertemuan tentu ada perpisahan. Puji Tuhan.

Advertisements
Deddy Huang

A copy of my mind about traveling, culinary and review.

14 thoughts on “You Are Not Alone

  1. menjadi dewasa adalah sebuah pilihan,dan itu benar huan9 🙂

    ketika der,nda mau menjadi dewasa itu pilihannya,untuk selalu menjadi anak anak 🙂

    tapi adakalana ju9a kedewasaan diperlukan dLm men9ambil keputusan misalna,..
    but over all is in ur hand,and u’re not aLone adalah benar,ada teman teman kalian disini,dirumah maya yan9 akan membantu kalian jika berkenan 🙂

  2. be mature… ga berarti hanya soal tubuh lebih besar atau usia lebih tua, tapi soal isi kepala dan sikap.

    and what’s wrong being alone??? it’s not too bad being alone! im alone almost whole 24/7 but doesnt mean im lonely…

  3. ah ya, huang. dengan bersyukur rezeki akan bertambah. dan orang yang selalu bersyukur adalah orang yang selalu merasa cukup.

    hm… asyiknya berkelindan. dari teman bisa berteman, seperti jaring laba-laba.

    kontemplasi yang inspiratif, mas huang.

  4. you are not alone.
    aku pernah kasih komen ini pas bw tapi lupa di blog siapa.
    berapa banyak orang yang kita sapa tiap hari dengan tulus, bukan atas dasar ada kepentingan tertentu?
    satu, sepuluh, seratus orang?
    kemungkinan masih dalam hitungan jari, meskipun kita tahu bahwa kita membutuhkan mereka dalam kehidupan sekarang dan akan datang. namun niat menjaga tali silaturahmi kadang masih bergantung kepada kebutuhan, ketidasengajaan, atau ada event tertentu. bukan dari niat kita untuk sekedar menyapa dengan tulus.
    eh, masih nyambung dengan topik ndak sih? 😀

  5. itulah kenapa Tuhan ciptakan Hawa….

    supaya Adam tidak sendiri…

    kaena kesendirian membosankan…

    salam kenal… untuk yang tidak sendiri…

  6. Peristiawa apa yang terjadi saat kau berseragam putih biru? Jd, penasaran!!!
    Yang menutupi berjat Tuhan itu ya diri kita sendiri, padahal berkat Tuhan ada dimana-mana

  7. wua… mampir lagi ke blog ini…
    betul-betul… banyak sekali kebetulan yang ketika kita tahu itu kita selalu berkata dengan takjub “OH YA??” bener-bener deh…

    soal kita tidak pernah sendirian,, betul juga. 😉

  8. benar sekali mas..
    ternyata sy tdk sendirian..
    ada orang2 yg sy cintai dan mencintai sy di sekeliling sy..
    dengan cinta itulah sy merasa ada.. tiada yg dpt menggantikan itu, sekalipun dgn materi yg melimpah..
    _salam anget_

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.