So Mercy…


Sewaktu habis dapet paket dari kang Guskar, mama telepon aku buat makan siang bareng di rumah makan vegetarian. Selesai dari sana karena aku ga ada kerjaan aku putusin buat balik. Tapi mama nahan buat aku ikut dia ke kantor. Mmm… aku pikir daripada aku di rumah ga ada kerjaan, mending aku ikutan sekaligus bisa main ke mall sebelah kantor si mama.

Ga muluk-muluk, cuma pake angkot yang sambung 3 kali naik-turun. Cuma waktu dalam angkot ada satu scene yang bener-bener bikin aku senyum menyeringai. Senyum yang bikin aku bersyukur, senyum simpul yang bikin aku teringat sama masa kecil. Dan senyum manis dari seorang Huang :D. Hehehehe..

DSC04678

Ada tiga anak sekolah dasar yang baru pulang dari sekolah. Masih ingusan, yang anak pertama. Anak kedua si ceking ini duduk paling pojok. Terakhir, anak gemuk lumayan tampan ini senyumnya manis. Waktu mereka sudah duduk, ketiga anak itu masing-masing memegang tumpukkan miniatur uang berukuran kecil. Ada nominal 100ribu, 50ribu, sampai 10ribu dengan warna dan bentuk yang menarik.

Lalu apa yang mereka lakukan di dalam angkot?
MAIN, kawan!

Mereka asik main sama tumpukkan miniatur uang-uang itu. Caranya, masing-masing dari mereka bertaruh berapa ‘uang’ yang mereka punya. Lalu menang dan kalah akan ditentukan sama suitan.

Entah, ini bisa dibilang pendidikan buat mereka atau bukan. Bagi aku, ini suatu ide kreatif mereka dalam menghabiskan waktu di dalam angkot, tampang kepolosan mereka buat aku sejenak memandang raut wajah mamaku di samping.

Aku menarik nafas sejenak. Lalu melihat ke luar angkot. Betapa aku bersyukur akan hari ini.

p.s : Kira-kira permainan kamu semasa kecil kayak apa?

Iklan