Kalau Karyawan Mengeluh (session II)


Dulu guru matematika-ku ngomong kalo nanti jangan jadi guru juga. Kami tanya kenapa? Dijawab kalo gaji guru itu nggak bakalan bikin makmur, kamu dibayar murah sementara investasi kita untuk belajar itu nggak murah. Belum lagi job desk guru berjalan sesuai tri dharma perguruan tinggi (heran padahal tempat ngajar aku neh tempat kursus bukan perguruan tinggi), yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, pengabdian pada masyarakat. Kalau di-stabilo-in job desk-ku hanya pengajaran.

Oke, jadi kita dibayar dengan harga Cina tapi diminta kualitas Jepang. You know what i mean kan?? Yaa.. kalo dari kata temenku, kenapa nggak kasih ecek-eceknya kualitas Jepang? Wakakakak.. briliant idea, Jim 😈

Belum lagi kalo ada siswa yang nggak suka ama kita, dia bakalan bertingkah ringam di depan kita. Pokoknya feel ngajar itu bakalan hilang dikarenakan satu orang oknum siswa yang bertingkah maka akan berdampak sama siswa lain. Yaa… walaupun demikian bersikap profesional gimana perasaan tersebut nggak merugikan siswa-siswa lain yang masih mau belajar.

Persoalan siswa selesai muncul lagi persoalan sama manajemen tempat ngajar, muncullah pandangan-pandangan tentang:

Pekerjaan saya membosankan.

Iya, emang belakangan ini aku merasa jenuh dan stagnan. Padahal posisi aku disini honorer yang tidak bersifat mengikat.

Rekan kerja saya tidak kompak.

Huff… rasanya setiap orang bakalan mengalami hal yang sama.

Perjalanan saya ke tempat kerja terlalu jauh.

Mmm… aku butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk perjalanan ke tempat ngajar.

Keterampilan (kontribusi) saya tidak pernah dihargai.

Yup… ilmu yang aku kasih tidak sebanding dengan upah yang didapet.

Proyek yang saya kerjakan tidak ada gunanya.

Disuruh bikin soal dan materi pun nggak dihargain, malahan diminta dateline dan deadline! Kalo nggak selesai nilai appraisal diturunkan.

Manajemen perusahaan saya buruk sekali.

Yeah… apalagi dalam hal masalah keuangan, buruk sekali.

Bos saya tolol.

Bos aku hanya belum tersentuh hati nuraninya saja. Dia tipikal bos yang penyuruh bukan pemimpin.

Lalu ditambah lagi balanda menjadi karyawan.

* * *

Huaah.. kalo mau dijabarin bakalan panjang yaa.. atau nasib besok aku dipanggil buat menghadap bos buat pertanggungjawabin tulisan ini. Absurd!

Mengeluh menurut Pusat Bahasa didefinisiin sebagai:

menyatakan susah (karena penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dsb): meskipun tugas itu sangat berat, tetapi tidak seorang pun yang ~

Aku jadi inget sama tulisanku tentang kalau karyawan mengeluh. Dan untuk menyikapinya selain mengelus dada, aku bilang sama diriku sendiri untuk bersabar dan bersyukur. Mengeluh juga percuma karena nggak serta merta bakalan dikabulin.

Temanku, Jim berpesan:

Huang, selama lu masih butuh digaji lebih baik jangan mengeluh lagi.. itu udah resiko.

Yaa… itu udah jadi satu paket, brader. Ibarat kita berteman juga ada plus minus dari teman kita. Dan aku berharap akan ada posisi pekerjaan yang lebih baik dari sini, karena jujur aku udah stagnan. Berharap level entry position-ku naik. Terakhir, walaupun guru dibayar murah atau tanpa tanda jasa. Ada satu kepuasan (kalau bisa lebih) waktu melihat siswa itu bisa sukses dan memahami apa yang kita ajarin. Cumaa.. sayangnya dikit ada siswa yang bisa memahami maksud baik dari si guru.

p.s : Huang-jangan-mengeluh-lagi

Iklan

10 pemikiran pada “Kalau Karyawan Mengeluh (session II)

  1. ya itulah…..sebnernya saya paling gak suka denger ngeluh”…ngeluh..ya…mungkin iya ada..tapi belum dijalani eh…udah ngeluh..kapan mau suksesnya…

    Huang : Kapan yaa…

  2. yah semua pekerjaan ya gak ada yang sempurna lah…
    just be grateful that you have a job… masih banyak orang yang jobless kan… 🙂

    Huang : Yoiiiiiiiiiiiii

  3. hehehe.. yg dah kerja ngeluh ..
    yang belum kerja bingung nyari lowongan…
    terus kalo yg kayak ane enaknya ngapain yah?
    seminggu kerja trus sebulan nganggur,
    (lompat2an aja ah..) 😛

    Huang : Waduhh kerja apa itu?

  4. maaf baru sempat berkunjung……………

    wah bos semua kan dari bawaah toh……….. banyak kan orang2 yg sukses merangkak dari bawah so semangat yah

    Huang : Semoga aku juga bisa mbah 😀

  5. wkwkwkwkwkw..gw gak ngikut2 ya kalo besok lo dipanggil bigboss plus manajer keuangan gara2 tulisan lo ini, hahaha.

    jadi enterpreneur bagus jg, jgn lupa lo angkat gw jadi manajer operasional, atau jabatan lain selama itu masuk dalam top management, hahahah (lmao)

    bener huang, jangan mengeluh ah. liat org lain yg gak punya kerjaan, intinya disaat skrg liat kebawah dulu untuk mensyukuri apa yg ada. tp jgn liat kebawah trs jg, nanti jd gak berkembang kitanya. understand what i mean kan? cmiiw 😀

    Huang : Seeeppppppppppp

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s