Selama ini Saya…


Clean the room, open the window and let the breeze comes in. If somehow the breeze makes you feel you wanna go somewhere freshly, you shall take a step with happiness.

Sama seperti memiliki kamar sendiri saya rasa, kita mesti membenahi dulu kamar kita, membersihkannya dan mengeluarkan benda-benda yang tidak perlu dan menyesakkan. Ketika kamar telah rapi, maka jendela yang terbuka dapat membawa angin sepoi-sepoi yang segar masuk ke dalam ruangan dan menyegarkan ruangan itu. Kita tak dapat mengundang atau memaksa angin sepoi-sepoi untuk memasuki kamar kita, tidak juga dapat menyegarkan suasana kamar kita jika masih berantakan dan sesak.

p.s : Baca balasan komentar dari mas Cahya. Saya tidak bisa mengungkapkan perasaan saya dalam bentuk kalimat utuh.  Ini benar, ini yang sedang saya rasakan. Hati saya sedang sesak bahkan teramat sampai saya sulit merasakan wanginya angin dan menutup pintu kebahagiaan saya.

Iklan

14 pemikiran pada “Selama ini Saya…

  1. kalo masi sesak tunggu apalagi Huang? “Clean the room, open the window and let the breeze comes in”

    it’s about choice, jika kamu masih nyaman dengan rasa sesakmu, nikmatilah itu…. ^__^

    Huang : Gue suka kalimat: it’s about choice.

  2. benar-benar filsafat tingkat tinggi yang terkandung dalam seuntaian kalimat sederhana. Bagus banget

    Huang : Bener itu mas.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s