Berbagi Tips Menang Lomba Blog


Tulisan ini akhirnya saya munculkan juga setelah teman-teman request berbagi tips menang lomba blog. Padahal sudah banyak tips-tips serupa yang dengan mudah kalian temukan lewat googling dari para mastah blogger yang namanya sudah sering lalu lalang menjadi pemenang di tiap kompetisi lainnya atau kuter alias kuis hunter.

Beberapa kali saya membaca tulisan yang mereka bagikan, bahkan seperti mas Amir dari amir-silangit.com juga pernah merangkum tiap tulisan yang dibagikan para mastah dalam memenangkan sebuah lomba menulis blog. Selain itu dia juga membuat kliping dan mencetaknya dalam lembaran kertas sebagai bahan bacaan bagi dirinya sendiri. Saya sampai bengong karena dia rajin untuk terus belajar. Malu lah saya yang anak kemarin sore ini baru juga menang beberapa kali juga.

Di tiap kompetisi menulis yang pernah saya ikutin tidak sedikit kekalahan yang saya peroleh. Bahkan dengan percaya dirinya saya yakin akan menang ternyata hasilnya justru sebaliknya. Tempo lalu saya pernah dalam satu bulan mengikuti delapan lomba menulis yang mana deadline-nya berdekatan sekali. Saya pun mencoba menyelesaikannya satu persatu tiap tulisan untuk dilombakan tersebut. Tidak jarang kualitas tidur saya pun berkurang karena bisa saja mengetik sampai larut malam. Kemudian dilanjutkan kembali pas waktu subuh. Syukurlah, tulisan yang dilombakan selesai tepat waktu dan sehabis itu badan saya jatuh sakit kemudian membuat tato tulang ikan :mrgreen:

Hasil karya yang indah bukan?

Hasil karya yang indah bukan?

Ada rasa lega sewaktu semua deadline lomba diselesaikan dan ditayangkan di blog. Tidur juga jadi lebih tenang, biasanya pas mau tidur saya terus kepikiran untuk terus mengetik dan mengetik. Sebab, untuk satu buah tulisan lama waktu pengerjaan disesuaikan sama diri kalian. Sanggupnya sampai di mana? Kalau saya bukan tipe orang yang bisa merangkap mengetik sekaligus untuk beberapa topik. Maka saya akan menyelesaikannya satu per satu. Biasanya satu tulisan lomba lama pengerjaan mulai  dari mencari tema, menyusun ide cerita, mengetik cerita lalu terakhir pengeditan memerlukan empat sampai lima hari. Lama kan? Please, kalian tentu juga punya aktivitas lainnya kan? Pastinya bisa mendapatkan waktu menulis blog dua jam saja sudah sangat senang.

Walaupun menulis di laptop sekarang menjadi hal yang mudah, apabila salah ketik tinggal ditekan tombol backspace. Namun, ada proses dimana kita menuangkan pemikiran dalam bentuk kalimat-kalimat yang mudah dicerna oleh orang lain. Proses yang membuat saya kadang sampai tertidur di depan laptop sewaktu malam, atau mengetik tulisan ngawur karena mata sudah tidak sanggup lagi. Maka di saat itu saya biasanya berhenti dan istirahat. Saya tidak tahu bagaimana dengan proses kalian, barangkali hampir mirip karena beberapa status facebook teman blogger mereka suka bilang habis lembur untuk menulis blog sampai 3 subuh. Rata-rata teman facebook saya para emak-emak muda bekerja dan punya anak. Jadi, saya jadi ikut merasakan bagaimana mereka masih tetap bisa mengisi artikel untuk dibagikan di blog mereka masing-masing. Kalian luar biasa!

Lalu, bagaimana dengan tips menang lomba blog ala Koh Huang?

There is no special secret.

Jujur saja kalau tidak ada rahasia yang saya tutupin dalam mengikuti tiap kompetisi menulis blog. Semuanya mengalir begitu saja sewaktu saya menulis dan menyusun ide cerita. Apa yang ada dalam pikiran saya secepat mungkin saya ketik agar tidak lupa. Jikalau terjadi, saya istirahat sebentar untuk mencari angin segar supaya ide yang saya pikirkan sebelumnya bisa ingat kembali. Brand atau sponsor yang mengadakan kompetisi menulis sudah memberikan instruksi bahkan clue dalam lomba. Biasanya dijabarkan dalam tiap poin kemudian tema yang akan dilombakan.

Pertama, sebisa mungkin selalu membaca aturan-aturan yang diminta saja. Misal, harus ada kata kunci yang disebutkan, link halaman untuk ditautan, atau mengikuti semua akun media sosial dari brand juga termasuk. Sudah sangat jelas sekali dari brand yang menginformasikan lomba yang sedang mereka adakan umumnya mencantumkan poin-poin penting bagi kita untuk diperhatikan.

Kedua, temukan tema yang bisa dikaitkan dengan brand. Tema menjadi hal yang sulit, apalagi kalau tema tersebut memang berbeda dari peserta lainnya. Hal yang tidak terpikirkan oleh orang lain, tapi kita dapat menuliskan dengan sederhana tapi mengena. Namun, beberapa kali juga pernah saya salah membaca dan menafsirkan clue dari tema lomba yang membuat tulisan saya menjadi keluar dari jalur. Kalau sudah begitu, jadikan saja pembelajaran untuk lomba-lomba berikutnya.

Ketiga, tambahkan gambar atau infografik sebagai penunjang tulisan. Gambar memang memiliki kalimat yang sulit diungkapkan, kalau kata orang no pic is hoax. Kompetisi menulis blog sekarang bukanlah seperti saat lima tahun silam atau lebih yang mana apa yang dinilai oleh juri adalah murni ditulisan saja. Sebab dulu, ngeblog itu adalah rangkaian kata minim gambar. Relevansi untuk saat ini sepertinya sudah bergeser di mana porsi penilaian tulisan akan tetap ada namun dengen persentase yang sudah tidak besar lagi. Sekarang, kalau kamu jago dalam mengambil foto atau membuat infografik menjadi poin penilaian tambahan. Sering kali, “kami” berjumpa dalam satu tema lomba yang sama dan begitu tahu siapa saja yang ikutan dan mereka “ditakutkan” karena memiliki skill dalam infografik pasti langsung menarik kesimpulan bersama, “Hazek! Wah Wah.. pasti dia lagi nih!” Saya sendiri dengan kemampuan standar dalam infografik pun harus mengakui kemampuan mereka bahwa mereka totalitas dalam mengerjakannya. Kalian luar biasa! *mewek karena kalian ikutan juga jadi nambah saingan hahaha*

Isi tulisan dan infografik yang seimbang sudah tentu akan membawa poin menonjol bagi si blogger. Sebab, selain berhasil mempresentasikan secara kata mereka juga menarik hati juri lewat visualisasi. Terkadang, ada juri yang memiliki sifat visual tentulah mereka akan “memberi tanda” dahulu ke tulisan tersebut. Ini hanya buah pemikiran saya saja.

Lalu, kalau kamu tidak bisa membuat infografik apa tidak bisa menang?

Belum tentu! Jangan langsung underestimate dengan kondisi perlombaan  saat ini. Ada lomba-lomba tertentu yang saya ikutin dan mencoba prediksi siapa yang akan menonjol. Ternyata bukanlah mereka yang saya jagokan. Hasilnya muncul nama blogger-blogger yang mereka memang murni tulisannya mengena di tema dan tidak perlu pakai infografik tapi suguhan foto-foto sebagai pendukung tulisan. Saya rasa ini fair sekali, walaupun tulisan saya kalah dari mereka tapi saya menerima dengan sikap legowo.

Keempat, carilah tema lomba yang sesuai kemampuan kita. Dari sekian banyak jenis lomba yang ada, gampang sekali kita jumpai mulai dari lomba karya tulis, lomba foto di Instagram, lomba video atau lomba menulis di blog. Tentunya senang sekali kalau bisa mengikuti semua lomba yang ada, tapi rasanya sulit untuk mengejar deadline yang begitu ketat kemudian riset tulisan kita. Maka dari itu, carilah tema lomba yang memang diri kita sanggup. Saya pernah mencoba mengikuti lomba bertemakan fashion tapi berhubung saya bukan fashion blogger hasilnya kurang maksimal. Cuma tidak apa-apa sebagai latihan dalam menulis.

Kelima, perhatikan deadline lomba. Acap kali kita suka meremehkan batas waktu lomba karena masih lama. Padahal hari terus berganti dan kadang kita sibuk sampai tidak sadar lupa dengan menulis untuk lomba. Biasanya saya selalu menandai lomba-lomba yang akan saya ikutin kemudian dikerjakan semaksimal mungkin.

Keenam, hindarilah untuk mencuri ide tulisan lawan. Sering kali karena ide kita buntu maka salah satu yang katanya “cara jitu” adalah melirik tulisan punya peserta lain. Berharap melihat kelemahan lawan maka kita bisa mengambil ide lalu ditulis ulang dengan gaya penulisan kita sendiri. Sebenarnya hal tersebut justru membuat kita jadi terpaku dengan ide tulisan lawan daripada kemampuan menulis kita sendiri. Kalau saya sebisa mungkin untuk tidak melihat tulisan lawan sebab akan mengganggu alur cerita yang telah saya buat. Orisinalitas penulisan memang menjadi penilaian, juri yang jeli akan gampang mengetahui mana tulisan yang mencontoh orang lain atau karya sendiri. Baiknya kita mengetik saja terlebih dahulu setelah itu lakukan proofreading akhir untuk mengecek kembali.

Ketujuh, carilah lomba yang sesuai kategori. Beberapa kali saya mengikuti lomba yang diadakan oleh brand khusus untuk wanita. Walaupun syaratnya pria dan wanita boleh ikut, tapi lebih baik kalian pikir dua kali sebelum ikutan. Biasanya untuk mendongkrak promosi sudah pasti pemenangnya adalah wanita, bukan pria. Dasar saya itu punya rasa penasaran yang tinggi. Tergiur dengan hadiah, maka saya pun mengusahakan untuk mengikuti lomba tersebut. Kenapa saya bisa bilang begitu, ya karena saya sudah mencoba beberapa kali dan hasilnya sesuai prediksi saya kalau kategori produknya kecantikan sudah pasti beauty blogger, kalau produknya pakaian wanita ya jelas sekali fashion blogger. Paham maksudnya kan?

Delapan, berdoalah semoga tulisan kita membuahkan hasil #BahagiaItuSederhana. Tiap saya membagikan hestek tersebut ada perasaan senang karena tulisan saya diapresiasi dengan baik. Artinya ada prestasi baru yang boleh saya banggakan, namun tidak boleh sombong. Eh, kadang dalam lomba memang ada hadiah yang diincar. Beberapa kali saya malahan berharap juaranya bukan juara utama tapi juara 2 atau 3, sebab memang lebih membutuhkan hadiahnya daripada label juaranya :mrgreen: Sebab terlalu berharap juga sering kali kecewa dan jarang menang 😀

Masuk Dalam Drama Perlombaan

Terus apa yang membuat kita kurang legowo?

Saat saya mengetahui kalau tulisan pemenangnya menurut penilaian kurang transparan dan beberapa teman blogger lainnya saya berdiskusi ternyata kurang wah dibanding peserta lain. Ini bukan berarti tulisan saya lebih unggul, tapi bisa juga diukur dengan tulisan kita dilihat dari sudut pandang mana. Sah-sah saja bukan?

Alasan lain, kalau ternyata saya mengetahui ada “drama” di balik kemenangan peserta tersebut. Yeaah! Ternyata dalam perlombaan juga ada drama yang menurut saya menjadi bumbu penyedap agar lebih menarik. Mungkin kepekaan saya timbul setelah mengetahui beberapa brand yang kurang perhatian dengan acara yang mereka adakah. Entah lewat agensi atau internal mereka sendiri.

Sebagai contoh, tempo lalu pernah ada brand ponsel yang mungkin sebagian tahu kasusnya yang memenangkan peserta juara dengan tulisan copy-paste dan blog baru. What the f*ck! Itu yang mungkin terlontar secara spontan dari bibir manja saya. Hadiahnya lumayan bisa membeli iPhone baru. Akhirnya, solidaritas bloggerlah yang melaporkan tentang kejanggalan yang terjadi. Untunglah brand tersebut mendengar dan meralat kembali pengumumannya. Ini hanya contoh sederhana drama yang pernah saya jumpai, bahkan ada yang lebih dari situ. Kalian yang pernah mengalaminya nanti kasih komentar di bawah ya 😀 tapi jangan sebut merk!

Contoh lainnya, kita pasti dibuat geleng-geleng kepala apabila ada perlombaan yang masa deadline diperpanjang. Rasanya itu mau pukul-pukul manja saking gemasnya. Alasan klasik karena kuota peserta yang kurang dari target panitia/agensi. Sehingga membuat mereka langsung mengambil keputusan untuk memperpanjang masa waktu lomba dan membuat kita yang awalnya semangat menjadi lesu. Tidak sedikit drama yang terjadi apabila masa waktu lomba diperpanjang, yaitu biasanya yang diunggulkan adalah peserta yang daftarnya dalam masa waktu perpanjangan lomba.

Tentu dong, mereka mungkin yang tidak sempat mengerjakan tulisan lomba atau sudah mengerjakan draft tulisan tapi baru sadar kalau mereka salah tema. Seperti mendapatkan angin segar mereka langsung memperbaiki tulisan mereka dengan sedikit menambahkan melihat tulisan-tulisan peserta lainnya untuk dicari celah. Sempurna! Seharusnya, panitia lebih objektif dan komitmen dengan waktu yang telah ditentukan. Kemudian melihat usaha peserta-peserta lainnya yang sudah memposting terlebih dahulu. Saat saya tahu lomba yang saya ikutin ternyata deadline diperpanjang, saya merasakan menyiakan waktu istirahat malam saya sampai harus kerokan. Rasanya perih, Jendral!

Ada yang pernah bertanya kepada saya, kenapa sih panitia memperpanjang waktu lomba? Menurut hemat saya, pertama sudah pasti karena kuota peserta yang terbatas. Kedua, kalau analisa saya benar mungkin karena menjaring peserta yang banyak, agar dapat mempromosikan produk mereka tapi dengan bujet minim yaitu hadiah yang telah mereka persiapkan. Tentu saja keuntungan bagi brand selain itu mendapatkan backlink gratis untuk mempercantik di mesin pencarian. Kemudian berbiaya lebih murah ketimbang mereka harus memasang iklan di TV, koran ataupun radio. Persoalan siapa yang akan menang itu urusan belakang. Namun, hal ini sebenarnya menjadi bumerang bagi brand karena value mereka akan dianggap biasa saja dan konsumen jadi tidak loyal.

Panitia selalu punya jurus hak yaitu keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Betul, mereka juga manusia yang memiliki sisi subjektif dan tekanan kerja yang berbeda-beda. Hal tersebut yang kadang meleset diperhitungan kita. Hal suka atau tidak suka ini adalah masalah SELERA. Selera juri yang sulit untuk ditebak. Kemudian, tujuan dari brand tersebut.

Dari tiap lomba yang saya ikut, motivasinya adalah mengukur sampai dimana kemampuan menulis saya sehingga saya selalu dapat membuat prestasi-prestasi baru. Hadiah adalah bonus dari proses yang sedang dikerjakan. Menang atau kalah adalah hal yang biasa, namun saat kita kalah oleh karena selera yang kurang transparan tentunya membuat pembelajaran sendiri. Kalau katanya, kutandai kau.

Kesimpulannya…

Jadi, sudah dapat tips menang lomba dari Koh Huang?

Balik lagi ke tulisan awal… tidak ada rahasia khusus, selain berlatih menulis dan mengembangkan tema dari lomba. Sebab, kita semua memiliki porsi yang sama yang juga suatu saat bisa memenangkan kompetisi menulis. Tidak sedikit lomba-lomba yang saya ikutkan kalah dan belum berhasil menarik hati juri. Apa yang kalian lihat dari prestasi saya di portofolio adalah sebagian kecil yang sedang saya kumpulkan saja sebagai apresiasi diri dan saat saya sedang merasa down saya bisa bangkit semangat kembali untuk melihat prestasi yang pernah saya dapatkan. Doaku semoga masih dapat berbagi #BahagiaItuSederhana sebagai penyemangat diri. Lalu, juri memilihku sebagai pemenang utama di tiap lomba yang saya ikutin :mrgreen: *langsung dipukul-pukul manja sama kalian*

Last but not least, selama kita menulis sesuai tema, mengikuti syarat lomba, apabila kalian memiliki keahlian dalam bidang grafis juga baik untuk mempercantik tulisan kalian.  Kemudian berdoalah semoga Tuhan mengetuk hati panitia/agensi/juri lebih objektif. Selera boleh tapi dilihat porsinya. Walaupun kita seorang pemula yang baru ingin memulai lomba menulis blog, baiknya kita jangan fokus ke lawannya siapa sebab akan membuat motivasi jadi menurun. Selama kalian yakin sanggup untuk menulis tema tersebut. Percaya diri dengan kemampuan kalian yang ada, kalau tidak menulis bagaimana bisa menang?

Yuk kita menulis lagi, terkadang rejeki kita bukan hanya dari mengikuti lomba-lomba tapi ada juga perpanjangan tangan Tuhan lainnya. Siapa tahu ada dari menulis kita bisa “ditemukan” oleh orang-orang yang dapat memberikan apresiasi lebih baik.

Iklan

116 pemikiran pada “Berbagi Tips Menang Lomba Blog

  1. Makasih tipsnya koh, memang kalau mau ikut lomba harus siap lahir batin ya..kalau kalah.
    Pernah sih ikut lomba dan menang, eh tapi tiba2 ada halangan jd gabisa ikut hadiah jalan-jalannya 😦
    Saya akui kalau yang menang bukanlah blog yang kece (gak aktif) atau bahkan baru itu sakit banget.

  2. aku sering banget kalah,,, haha.. emng blm pernah menang (juara utama maksudnya), tapi kudu semangat dan terus belajar, etapi untuk jan ini banyak yg pass koh, banyak kerjaan di dunia nyata 😦

    bdw, thankyuuu buat tipsnya yaa koh 🙂

  3. Habis baca posting yang dapet laptop, kita ke sini sekalian untuk nambah ilmu. Wow, sepakat banget sama nomor tiga dan enam. Nggak selalu juri suka infografis mentereng, aku buktikan waktu dapat MacBook Air dari BCA. Di situ aku cuma kasih foto biasa banget, screesnhot yang diolah cuma pake Paint, ditambahi tulisan. Tapi rupanya ceritanya yang dinilai sama juri. Sama kaya kisah menyentuh Koh Huang di posting JNE itu.

    Poin keenam, dulu aku suka banget tuh gitu. Lihat-lihat sudut pandang blogger lain, baca-baca posting mereka untuk cari ide. Yang ada, aku jadi terpengaruh. Rasanya ingin merangkum semua kelebihan yang dipaparkan blogger lain, akibatnya tulisan jadi nggak fokus deh. Makanya sekarang kalau mau ikut lomba mending habiskan waktu untuk “bertapa” dan riset begitu dapet konsep.

    Anyway, kalo ada rejeki bisa ke Palembang, Koh Huang orang pertama yang ingin aku temui. Waspadalah, waspadalah, hehehe…

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s