Macau, Kota Kasino dari Pagi sampai Malam


Hari Keempat : Kuala Lumpur – Macau

Pagi hari saya masih dapat menikmati suasana Kuala Lumpur sampai pukul 2 siang, karena pesawat saya dari Kuala Lumpur ke Macau pukul 6 sore. Masih ada sekitar 6 jam lagi untuk packing ulang isi ransel, sarapan, dan belanja beberapa souvenir di Pasar Seni. Saya sempatkan untuk membeli air mata kucing seharga RM 1.40 segelas. Air mata kucing sama seperti kita minum Liang Teh atau kalau orang cina suka membeli teh pereda panas dalam seperti Lou Han Kuo.


Central Market

Saya sendiri masih sempat untuk berkeliling ke Central Market yang ada di kawasan Pasar Seni. Central Market merupakan pasar tradisional yang berada dalam satu gedung. Di dalamnya banyak penjual yang menjual berbagai khas souvenir menarik. Sayangnya saya sendiri tidak berminat untuk belanja karena perjalanan saya masih beberapa hari lagi ke depan. 

  

Keluar dari Central Market, teman saya mengajak untuk pergi ke Bukit Bintang. Di Bukit Bintang ada beberapa mall yang besar dan terkenal seperti Sephora dan Pavilion. Mall ini juga salah satu ikon di Kuala Lumpur. Cara pergi ke Bukit Bintang dari Pasar Seni tinggal naik bus gratis jurusan Bukit Bintang dari halte bus Pasar Seni. Nanti pulangnya juga sama ke arah Pasar Seni.

 

Sesampainya di Pasar Seni lagi, kami melihat sebuah kuil untuk sembahyang yang lokasinya tidak jauh dari Central Market. Teman-teman saya meminta waktu untuk berdoa sejenak sebelum pergi ke KLIA. Saya senang sekali melihat arsitektur bangunan yang ada di Kuala Lumpur. Khususnya bangunan tempat sembahyang seperti kuil umat Budha dan Hindu.

  

Tepat pukul 2.30 saya sudah harus bergegas ke bandara KLIA. Tinggal naik MRT dari Pasar Seni – KL Sentral, kemudian turun ke halte bus Aerobus seharga RM 8. Perjalanan dari KL Sentral ke bandara KLIA menempuh waktu +/- 1 jam. Perjalanan menggunakan pesawat Air Asia dari Kuala Lumpur ke Macau ditempuh dengan waktu 3 jam 30 menit.

Macau

Macau merupakan negara dengan jumlah penduduk tidak begitu banyak, sekitar 500 ribu penduduk. Mobilitas penduduk disana mayoritas bermain kasino sehingga sepanjang jalan akan banyak dijumpai kasino megah dengan lampu kelap-kelip. Negara bekas jajahan Portugis ini berada dekat dengan Hong Kong sehingga bahasa yang umumnya digunakan adalah Portugis, Inggris, dan Mandarin.

Mata uang yang digunakan di Macau adalah Pattaca. Jika mau backpacker ke Macau cukup gunakan mata uang dollar Hong Kong, karena 1 HKD sama dengan 1 MOP, cuma mata uang Pattaca tidak dapat digunakan di Hong Kong, maka jika masih terdapat mata uang Pattaca saran saya segera dibelanjakan.

Tiba di Macau sudah menunjukkan waktu 9.30 malam. Di luar dari perkiraan kami pada saat menyusun itenary. Awalnya mau bermalam saja di bandara Macau, selain hemat biaya hotel satu malam juga bisa merasakan tidur di bandara. Namun, kami putuskan untuk turun ke kota dan mencari hotel referensi.

 

Ke luar bandara ada shuttle bus dari hotel-hotel mewah yang ada di Macau. Semua bus yang berasal dari hotel sifatnya gratis. Menariknya bus tersebut saling integrasi satu sama lain. Saya pun memutuskan untuk menumpang dari bus hotel Venetian.

Waktu naik bus Venetian saya bingung nanti mau ke mana lagi. Tapi saya pikir nikmati saja jalanan Macau pada waktu malam. Nanti urusan nanti saja jika sudah sampai di hotel Venetian yang berada di kawasan Cotai. Sampai di Hotel Venetian, ternyata interior hotel ini bernuansa Romawi dengan ukiran yang mewah. Lihat saja patung seperti air mancur dengan warna keemasan, belum lagi lantai marmernya yang begitu mengkilap.

Keluar dari pintu ternyata tepat pukul 10 malam, ada pertunjukkan laser untuk menarik perhatian pengunjung yang berasal dari hotel Venetian, saya pun mengabadikan beberapa bidikan foto. 

  

Dari arah berseberangan hotel Venetian, ada 3 bangunan hotel yang menjadi satu dengan nama City of Dreams. Terdapat 3 hotel kelas mewah seperti Crown, Hyatt, dan Hard Rock. Masing-masing bangunan seperti dilapisin lampu LED yang tampak terang. Barangkali kota ini punya biaya listrik yang tidak terbatas. Bayangkan saja jika setiap hotel mewah melapisin semua bangunannya dengan lampu LED dan ada pertunjukkan dengan tema yang berbeda.

Lokasi hotel saya berada di kawasan Senado Square. Maka dari Cotai saya harus menyebrang ke kota (Senado Square) menggunakan bus. Setelah tanya satpam setempat, untuk mencapai ke Senado Square saya harus naik bus dari halte bus di hotel City of Dreams menuju arah hotel Sintra. Macau sendiri terdiri dari beberapa kawasan. Lokasi dari bandara berada di kawasan Taipa, sedangkan hotel Venetian berada di kawasan Cotai. Sedangkan ke kota berada di kawasan Senado Square.

Akhirnya setelah menemukan shuttle bus menuju hotel Sintra yang ada di hotel City of Dreams. Maka tibalah di kawasan hotel Sintra, awalnya kami mau menginap di hotel Sintra tapi diurungkan karena satu malam tarif MOP 800, maka kami mencoba alternatif hotel lain yaitu Hotel San Va dan Hotel Ole London yang katanya berada di kawasan Senado Square. Sayang, karena kesulitan membaca peta saya pun menyerah membaca peta ke arah Senado Square. Diputuskanlah menggunakan taksi dengan harga HKD 50. Sialnya, ternyata taksi ini pun menipu kami, posisi kami saat naik taksi itu ternyata tinggal belok ke kiri saja itu sudah masuk ke Senado Square!

Dalam komunikasi saya juga mengalami kesulitan dalam bahasa Mandarin, kebetulan orang yang dijumpai lebih banyak menggunakan Mandarin jenis Kong Hu dan saya sendiri tidak menguasai. Sedangkan diajak menggunakan bahasa Inggris mereka juga tidak bisa. Alhasil sering kali mereka menggeleng kepala tanda kalau mereka tidak tahu.

Berhubung mencari 2 hotel tersebut tidak dapat, sedangkan waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya dipilih mencari hotel terdekat, dan dapatlah itu di hotel Florida yang berada di kawasan Senado Square. Hotel Florida pilihan diluar literatur yang kami buat. Diluar bayangan hotel dengan tarif MOP 450 ini kondisi kondisi kamar cukup tidak nyaman dengan kasur yang keras dan sedikit kotor. Dalam hati, semoga saja hari cepat pagi sehingga bisa segera menyebrang ke Hong Kong!

Pengeluaran Hari Keempat

  • MRT Pasar Seni – KL Sentral : RM 1
  • Bus Aerobus ke KLIA : RM 8
  • Makanan : RM 17.8
  • Taksi di Macau : HKD 50*
  • Hotel Florida (1 malam) : HKD 450 x 2 kamar*

Total dalam Ringgit : RM 27.8 (Rp 88.960)

Total dalam Hong Kong (dollar) : HKD 190 (Rp 247.000)

3 pemikiran pada “Macau, Kota Kasino dari Pagi sampai Malam

  1. Ping balik: Travelling is Possible! | Koh' Huang

  2. hai…jgn bosen ya…lilik lg nih
    ntar kan kita transit di LCCT selama 5jam, kita mau jln2 yg dekat2 aja, kira2 bs kmn aja n keluar masuk lewati pemeriksaan imigrasi lagi ga? tx

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s