Kapan Lagi ke Dapur Garuda Indonesia?


Walau belum pernah terbang bersama Garuda Indonesia, tapi kesampaian juga diajak ke dapur kateringnya rekanan Garuda Indonesia regional Palembang. Entah ada angin segar dari mana, bak gayung bersambut saya pun langsung mengiyakan ajakan untuk Meal Presentation bareng blogger-blogger kece lainnya.

“Yayan, ado lokak makan enak, mau?”

“Mau!”

“Om Robby, ado lokak makan enak, mau?”

“Payok!”

Ya sudahlah akhirnya kita bertiga diangkut pakai kereta mesin om Robby menuju ke jalan Bambang Utoyo, tepatnya katering Almi Caterindo yang persis di belakang rumah Bambang Utoyo. Tahu gak siapa Bambang Utoyo? Pasti gak tahu kan! Sama saya juga, google aja sejarah Bambang Utoyo buat Palembang.

Ajakan melihat dapur katering Garuda Indonesia ini berawal dari mbak Yona, PR Marketing dari Garuda Indonesia. Dari beliau lah kita dapat kesempatan untuk lihat apa sih rahasia dibalik enaknya makanan selama penerbangan Garuda Indonesia rute Palembang. Begitu sampai di lokasi Almi Caterindo, kita sudah disambut oleh rekan-rekan dari Garuda Indonesia. Ada juga Pak Asa dan Pak Yudhi yang menjadi tuan rumahnya Garuda Indonesia.Hidangan Palembang mana tahan enaknya

Sekilas, kita melirik di ruangan sebelah ternyata sudah ada hidangan ala Palembang yang menggiurkan. Mulai dari laksan, burgo, celimpungan, mie celor, dan tentunya ada pempek. Asoy… sebelum acara dimulai kita disuguhi hidangan pembuka dulu untuk dicicipi. Rasanya enak! Teraso iwaknyo 😆

Pak Chris, Bu Ertin dan Pak Asa

Pak Chris, Bu Ertin dan Pak Asa

Tak berapa lama pun, Pak Asa Prakasa, selaku GM Garuda Indonesia regional Palembang mulai membuka acara Meal Presentation 2017. Lewat acara ini kita diajak untuk melihat hidangan sajian buat penumpang Garuda Indonesia rute penerbangan dari Palembang. Mulai dari lounge Garuda di Bandara SMB II sampai di atas pesawat. Ternyata, sudah lebih dari 20 tahun Garuda Indonesia regional Palembang bekerja sama dengan PT Almi Caterindo sebagai perusahaan katering yang mendapat kontrak ekslusif dan bertanggungjawab penuh dengan makanan yang disajikan.

Walau sekarang masih tahun pertengahan tahun 2016, ternyata Garuda Indonesia sudah memikirkan untuk langkah tahun depan. Meal Presentation ini nantinya untuk tahun 2017 yang akan dibagi menjadi 2 cycle. Per cycle menu untuk 6 bulan dan tiap sub cycle pun jenis makanan dibagi kembali sesuai dengan rute penerbangan singkat atau lama. Ada juga berdasarkan pembagian kelas ekonomi atau pun bisnis. Begitu melihat makanan yang disajikan di atas meja, saya sendiri juga bengong dengan banyaknya menu yang akan sili berganti tiap 3 harinya.

“Hidangan ini nantinya untuk tamu-tamu dari Garuda. Ada yang untuk penerbangan Palembang – Jakarta, atau Palembang – Bali,” ujar bu Ertin yang menjadi penanggungjawab untuk menu-menu makanan di dampingin Pak Chris sebagai quality control katering.

Sedangkan, untuk penumpang first class ada chef khusus yang ada di dalam pesawat. Tentunya mereka bukan masak di atas pesawat, melainkan yang plating menu makanan di piring khusus. Pastinya Garuda menjamin makanan yang di atas pesawat akan tetap hangat dan rasa yang terjamin.

Keren banget! Kalimat itu yang terlontar di pikiran saya. Saya pun langsung mengkhayal apabila bisa terbang pakai Garuda Indonesia dan mencicipin langsung makanan enak ini di atas pesawat. Siapa sih yang tidak bangga kalau berpergian pakai Garuda Indonesia? Salah satu maskapai di Indonesia yang terbaik dan masuk 10 besar maskapai terbaik versi Skytrax. Pastinya pramugari dan pramugara Garuda Indonesia sudah pakam betul dengan SOP Customer Service. Kita, sebagai penumpang akan merasa terbang yang nyaman lewat pilot profesional. Dua jempol!

“Mas Chris, apa sih kendala pas susun menu makanan ini, apalagi sampai setahun?” saya masih penasaran sambil sibuk memfoto beberapa menu yang memang menggiurkan. Semoga segera masuk ke dalam perut.

Ternyata dari penjelasan Mas Chris, kalau kendalanya tentu di bahan baku di tiap kota. Apabila di kota tersebut punya bahan baku yang jarang pastinya tidak direkomendasikan untuk dipakai. Bahayanya apabila bahan tersebut tidak ada, pihak Garuda tentunya akan mendapat sanksi. Selain itu, jangan khawatir nilai diet dan kalori yang ada di makanan. Soalnya menu makanannya pastinya tidak lebih dari 200 gr.

“Wah mas, kalau porsi seperti itu pastinya kurang dong… buat saya!”

Tidak berapa lama, muncul lah mas Adit, bujang Palembang yang mengelola usaha katering keluarganya. Walau dia tinggal di Jakarta, tenyata juga menyempatkan untuk bolak balik Palembang Jakarta. Kita pun di ajak sama Mas Adit untuk melipir ke dapur Almi Caterindo yang berada tidak jauh dari lokasi kantornya.

Dapur katering ini juga menjunjung higienis dengan sebelum masuk ke dalam dapur, kita diharuskan untuk cuci tangan terlebih dahulu, kemudian memakai masker dan penutup kepala. Wah sudah mirip naik GoJek aja ya :mrgreen:

Area dapurnya memang tidak luas, tapi di dalamnya banyak aktifitas yang dilakukan sama para karyawan Almi Caterindo mulai dari dapur untuk membuat roti, memanggang roti, kemudian ada juga dapur untuk memasak makanan berat untuk katering.

“Kira-kira berapa pack per hari yang disiapkan untuk Garuda ya?”

“Sekitar 2000 pack, soalnya rute Palembang ada 17 kali penerbangan tiap harinya di Garuda.”

WOW! Kalau satu kabin pesawat rata-rata menampung 150 penumpang, tentunya jumlah yang cukup banyak untuk usaha katering ini dan mendapat kontrak ekslusif. Tiba-tiba saya langsung hitung-hitung cuan dari usaha katering :mrgreen: 😆

Ada yang menarik perhatian saya, yaitu kotak box makanan berwarna orange. Bagus, cuma saya melihat andai warnanya tidak orange, melainkan warna sesuai Garuda Indonesia. Hal ini untuk membuat branding yang ekslusif saat penumpang mungkin turun dari pesawat lalu sambil menenteng box makanan tentunya ada rasa prestise yang tidak bisa diungkap tapi ditunjukkan kalau : wah gue naik Garuda nih.

Baiklah, setelah puas diajak berkeliling di kantornya Almi Caterindo bersama Garuda Indonesia. Kami pun pulang membawa cerita masing-masing, termasuk mencicipi makanan-makanan di meja hasil presentasi sebelumnya. Wuihhh kenyang! Semoga suatu saat saya bisa mencicipi penerbangan ekslusif bersama Garuda Indonesia.

24 pemikiran pada “Kapan Lagi ke Dapur Garuda Indonesia?

  1. Ping balik: Pengalaman Hari Pertama di Perth Kena Tilang Polisi $1600 AUD! (Bagian 1) | Koh' Huang

  2. Masih terlihat temen2 lama di Almi, semoga keberuntungan di angkatan kalian,,,, semangat yaaa 😊😁 kong he lei ….. Coi kin ☺😉

  3. reviewnya asyeeek terutama suguhannya, kurang banyak foto-foto pas proses masak dan masukkan kedalam box dari kateringnya, soalnya pengen lihat peralatan masaknya koh hehehe

  4. Kak, mau seenak apa pun makanan itu ketika di darat, begitu di pesawat jadi nggak enak karena faktor telinga yang memengaruhi lidah mengenal rasa 😦

    Beruntung sekali kamu bisa melihat langsung dapur Garuda Indonesia

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s