Semarak Festival Sriwijaya : Melihat Shih Li Fo Shih Dulu dan Sekarang


Festival Sriwijaya

Kota Palembang punya sejarah tempat berdiamnya suatu kerajaan tersohor yaitu Kerajaan Sriwijaya. Banyak peninggalan dan bukti sejarah saat masa Shih-Li-Fo-Shih, orang Tionghoa menyebut Sriwijaya demikian. Sriwijaya menjadi simbol kebesaran Sumatera awal, makanya untuk mengenang masa-masa kejayaan Sriwijaya, Dinas Budaya Pariwisata Budaya Sumatera Selatan mengadakan event Festival Sriwijaya ke-25 yang bertempat di Benteng Kuto Besak dengan view Jembatan Ampera berdiri dengan gagahnya.

Sebagai warga Palembang, tentunya saya menyambut baik dan positif acara tahunan ini. Tentunya acara yang akan digelar selama 7 hari ini mulai tanggal 18 – 24 Juli 2016 akan banyak dipertunjukkan acara-acara menarik. Mulai dari sarasehan budaya, eksibisi karnaval, lomba kreasi tari, pertunjukkan lagu daerah dan teaterikal. Ikut juga dimeriahkan oleh Festival Kuliner Sriwijaya yang terdiri dari 29 booth makanan yang menjual jajanan khas Palembang sampai kekinian.

Pembukaan Festival Sriwijaya Petjah!

Acara pembukaan sudah dihelat saat malam hari tanggal 18 Juli 2016 berlangsung meriah. Turut hadir disana Bapak Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin yang tampil dengan baju batik pun memberi sambutan saat pembukaan. Beliau pun mengatakan kalau Festival Sriwijaya ini bertujuan untuk mengangkat kembali nilai-nilai tradisional dalam frame kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Untuk lebih memeriahkan acara, Disbudpar pun mengundang penyanyi luar yang terkenal dengan lagu “Because of You” yaitu Keith Martin.

Setiap malamnya, pada Festival Sriwijaya ini akan diadakan pementasan tari, lagu daerah dan teater di panggung utama. Kita bisa menikmati seni-seni daerah Sumatera Selatan yang memukau dengan suasana kelap-kelip lampu di Jembatan Ampera. Setiap kontingen dari daerah Sumsel ini menampilkan tarian yang menjadi kebanggaan tiap daerah. Kita pun juga diajak untuk menikmati band-band indie yang juga tampil. Mereka sangat kreatif dan tampil maksimal. Memang festival ini buat wongkito galo!

Laper? Melipir aja ke Festival Kuliner Sriwijaya

Tentunya kalau perut mulai terasa lapar, kita bisa melipir ke booth Festival Kuliner Sriwijaya yang menyediakan masakan Palembang dan menu lainnya. Terdapat 29 booth makanan yang bisa kita icip satu per satu, mulai dari jenis pempek dan turunannya sampai kue-kue Palembang yang mungkin jarang kita temuin. Para penjual makanan ini memang dipilih untuk menampilkan ciri khas dari makanan-makanan yang mereka jual. Makanya jangan takut kelaperan kalau selama berada di Festival Sriwijaya karena kita tinggal pilih mau icip kuliner apa saja. Tambahan informasi, metode pembayaran dilakukan dengan menggunakan kupon yang bisa kita tukar di booth tiket.

Mengenal Lebih Dekat dengan Sriwijaya

Hal yang menarik perhatian saya adalah booth Bahari Sriwijaya yang berisi informasi-informasi perjalanan biksu dari Cina yang hendak menuju India, namanya I-Tsing. Dari informasi tersebut saya jadi seolah diajak untuk masuk ke alam waktu berimajinasi tentang kehebatan negeri Shih-Li-Fo-Shih tersebut.

Selain itu ada informasi mengenai Negeri Bahari Sriwijaya sebagai tempat penemuan prasasti Kota Kapur, Kedudukan Bukit, Talang Tuo, dan Telaga Batu. Prasasti ini menjadi bukti peninggalan dan sejarah yang bisa kita jumpai langsung di Museum Balaputera Dewa dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Di sana sudah ada tuan rumahnya, mbak Diah dan mbak Cahyo yang dengan senang hati mengajak kita berkeliling museum melihat kejayaan Sriwijaya saat itu.

Sungai Musi menjadi nahkoda perdagangan besar saat masa Kerajaan Sriwijaya sampai saat ini. Bahkan saat itu, ruas tengah Jembatan Ampera dulunya bisa terangkat ke atas agar kapal-kapal dagang besar bisa dilaluin. Sriwijaya terus berkembang hingga menjadi satu-satunya kunci perdagangan di selat Malaka dan Laut Cina Selatan. Pastinya, berdagang sudah menjadi nadi bagi warga pinggir Sungai Musi.

Salah satu jenis dagangan yang terkenal di masa itu adalah Sriwijaya terkenal sebagai Jalur Perdagangan Rempah dari orang-orang Timur Tengah termasuk Tiongkok. Makanya, penduduk Palembang memiliki keserasian antar agama. Kita bisa mudah jumpai penduduk keturunan Arab, India, Tiongkok, dan asli Palembang saling menciptakan harmoni dalam perbedaan.

Merangkul Komunitas Kreatif di Palembang

akber

Dalam kesempatan kali ini, Disbudpar mengajak komunitas-komunitas dan penggiat sosial media yang ada di kota Palembang untuk berkolaborasi memeriahkan acara. Mulai dari ada booth dari Backpacker Indonesia Regional Palembang, Palembang Craft, dan foodies seperti @makanapa.plg (Rangga dan Nes).

Selain itu, @AkberPLB pun juga mengadakan kelas selama 4 hari berturut-turut  mulai dari hari 21 – 24 Juli 2016 dengan pembicara yang luar biasa keren! Saya sampai ngefans sama pembicara-pembicara kelas Akber kali ini. Mereka sudah wara-wiri kota-kota di Indonesia, seperti mbak Terry (@NegeriID), Sutiknyo (@lostpacker), Danny Tumbelaka (@dannytumbelaka), JJ Rizal (@JJRizal) bahkan nanti bakal ada Dennis Adishwara (@OmDennis) yang bakalan datang ke Palembang! Wow.. makanya kalau kalian juga pengen ikutan kelas mereka, simak saja timeline @AkberPLB untuk jadwalnya.

Benteng Kuto Besak Ramai Pokemon Loh!

Demam Pokemon Go pun ternyata tidak luput dari para pengunjung di Festival Sriwijaya. Permainan Pokemon Go yang sekarang sedang fenomenal ini menjadi sasaran empuk bagi para pencari pokemon di sekitar Benteng Kuto Besak sampai ke Monpera. Beberapa titik pokestop pun bisa dengan mudah kita jumpai. Saya sendiri dapat banyak pokemon jenis Air (ya kali kan pinggir sungai). Bahkan Chika pun bisa dapat sampai ratusan pokemon saat berkunjung ke Pulau Kemaro. Gokil!

Secara pribadi, saya sangat senang mengikuti tiap harinya acara Festival Sriwijaya dan Festival Kuliner Sriwijaya ini. Hal yang membuat saya jadi lebih melek tentang keanekaragaman budaya yang ada di Palembang. Kemudian, dapat membuat kita lebih percaya diri saat ada kerabat yang bertanya di Palembang ada apa? Tentunya saya bakal kasih 10 Lokasi Hits Instagramable di Palembang sambil mengajak mereka berkeliling di Palembang.

Jangan lupa ikutin informasi terbaru mengenai #FestivalSriwijaya lewat akun resmi Twitter dan Instagram @PesonaSriwijaya di sana kita bakal dapat informasi terupdate mengenai rangkaian acara Palembang terkini.

Nah, kamu yang katanya kangen sama Palembang kenapa tidak datang ke Palembang untuk lihat Festival Sriwijaya? Tentunya kalian bisa jumpa sama teman-teman baru atau pun berburu pokemon sambil melihat Festival Sriwijaya!

17 pemikiran pada “Semarak Festival Sriwijaya : Melihat Shih Li Fo Shih Dulu dan Sekarang

  1. Ping balik: Akber Palembang : Dari Sriwijaya Ke Po Lin Fong Sampai Indonesia | Koh' Huang

  2. 29 macam pilihan wiskul?? Ya cacam banyaknyo, pacak beladas dong hahaha. Btw itu Pokemon Go eksis nian selo dak selo ado dimano-mano 😁😁

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s