Menikmati Flash Travelling Singkat di Singapore


Dulu pernah kepikiran kapan ya saya bisa menginjakkan kaki ke Singapore. Lewat browsing cari tahu solo backpacker ke sana dan bertanya teman yang sudah pernah ke sana. Motivasinya sebenarnya cuma pengen berfoto di patung singa dan Universal Studio Singapore (USS) doang :mrgreen:

Selama ini kagum dengan negara Singapore karena serba teratur dan keamanan yang baik. Pastinya tiap orang Indonesia yang berkunjung ke Singapore akan sepakat : Sayang ya… Coba di Indonesia bisa kayak di sini. Hayoo biasanya kita akan memberi komentar mulai dari larangan membuang sampah sembarangan yang akan dikenakan dengan $1000 dolar singapore. Kenyamanan untuk para pejalan kaki, kemudahan transportasi dan kemacetan yang tidak begitu terlihat. Namun, sayangnya kita menginginkan negara Indonesia bisa teratur tapi diri sendiri juga tidak teratur :mrgreen: dan satu lagi orang Indonesia kalau ke Singapore pasti akan langsung punya behave, brain, and beauty. Trust me! Bisa langsung teratur dan taat aturan. Terakhir fashionista. Huahahahaha….

Semuanya hal-hal umum yang tentunya akan terlihat di kota berikon patung Singa Merlion ini yang dinobatkan sebagai negara dengan biaya hidup termahal. Benar. Saya pun juga merasakan hal yang sama mengenai biaya hidup yang mahal. Kalau dipikir logika, sebenarnya biaya hidupnya murah. Nilai mata uang mereka tetap sama. Hanya saja nilai rupiah kita yang jatuh terjun bebas. Pas saya datang nilai kurs 1 dolar setara Rp 9900 jadi jangan sampai khilaf belanja barang $10.

Setelah seminggu pulang dari Penang, Malaysia. Tanpa direncanakan lagi saya minggu depannya langsung terbang ke Singapore. Tiket saya sudah dibelikan lewat Palembang – Batam dan dari Batam tinggal naik kapal fery menuju Singapore.

Bagi kalian yang mau mencoba rute dari Batam, nantinya kita dari Bandara Hang Nadim bisa menggunakan taksi menuju Batam Centre sebagai pelabuhan kapal fery. Bisa beli tiket on the spot lewat travel agen kapal yang tersedia. Saran saya beli tiket langsung pulang-pergi saja dan untuk pilihan jamnya bebas karena disesuaikan dengan ketersediaan tempat. Apabila waktu keberangkatan dirasa masih lama, kalian bisa menyebrang ke Batam Mall lewat jembatan penyebrangan yang terhubung untuk berbelanja atau makan.

Perjalanan menggunakan fery ditempuh selama 1 jam. Hindari berpergian ke Singapore hari weekend karena biasanya akan berbarengan dengan orang Singapore yang akan kembali dari Batam. Banyak orang Singapore suka shopping dan hiburan di Batam semisal untuk karoke, pijat, dan makan seafood. Alasannya? Tentu harganya lebih murah. Makanya hotel di Batam tidak pernah sepi untuk weekend.

Sesampainya di terminal Harbourfort, Singapore kita akan bertemu dengan imigrasi Singapore. Siapkan fisik untuk berdiri biasanya akan makan waktu 1-1,5 jam untuk antri di imigrasi karena padat dan biasanya ditanya apa tujuan datang ke Singapore. Lokasi terminal ini berada satu tempat dengan Vivo Mall dan MRT Harbourfort.

Rute selanjutnya, saya langsung mencari guesthouse di Parks People yang berada di kawasan Chinatown (MRT Chinatown). Kebetulan sewa apartemen punya kenalan juga orang Palembang yang sudah menetap di sana. Dengan harga $100 permalam atau 1 juta semalam. Kalau kalian pergi sendirian lebih baik pilih hostel yang katanya masih ada semalam sekitar $35 tapi kalau kalian datang bareng teman lebih baik pilih apartemen harga juga hampir sama.

Selfie di Depan ION Orchard

Berhubung tiba di Singapore sudah malam sekitar jam 7 karena terlalu lama antri di imigrasi. Maka rute pertama adalah selfie di papan nama Jl. Orchard. Hahahaha… Entah kenapa lokasi ini menjadi mainstream untuk berfoto di depan mall Ion Orchard. Tidak lengkap kalau belum selfie di depan mall dan menikmati es krim 1 dolar yang rasanya memang lebih enak daripada franchise roti es Singapore yang ada di mall kita. Selain itu, di sepanjang jalan Orchard juga ada para seniman yang beraksi menunjukkan kemampuan mereka. Kita yang merasa senang dan ikhlas boleh memberikan berapa dolar di kaleng uang mereka. Tiba-tiba saja saya teringat dengan aksi serupa pada saat saya backpacker ke Korea di jalan Hong Dae dan Hong Kong di jalan Mong Kok.

Menikmati 1 hari di Singapore

Masih berasa euforia, buka path dan jempol pun kepengen eksis maka terketiklah status “Selamat Pagi, Singapore” a few minute from Singapore. Ciee… Cie… Norak.

Pagi ini rutenya adalah ke Sentosa untuk selfie di depan maskot bola dunia Universal Studio Singapore (USS). Dengan MRT kita naik menuju halte Harbourfort lagi lalu naik ke lantai 3 untuk naik MRT ke arah Sentosa.

Sentosa sendiri dibagi 3 kawasan yang saling terintegrasi, untuk ke wahana USS, pantai, dan merlion kecil. Berhubung saya tidak ada plan untuk masuk ke wahana USS maka sudah dipuaskan untuk keliling di sekitar pintu masuk USS dan masuk ke dalam casino. Kalau kalian pergi dari jam 8 setidaknya kelar sekitar jam 2 siang.

Rute selanjutnya, saya ingin melihat Garden by The Bay, Marina Bay Sands, dan Singapore Flyer. Tentunya tempat ini juga menjadi ikon legendaris dari negara Singapore. Banyak pasangan muda melakukan foto pre-wedding di lokasi ini. Bersyukurlah ada penemuan muktahir untuk menemani travelling saya yaitu tongsis! :mrgreen:

Hati ini merasa ingin lebih lama, tapi apa daya harus efisien waktu untuk kembali #exploreSingapore dalam watu 1 hari. Selanjutnya, dengan menggunakan MRT saya menuju ke Bugis untuk shopping yang katanya murah dan menikmati malam di Clarke Quay (CQ). Di CQ dikenal sebagai tempat bar dan banyak bule juga yang datang.

Kalau kamu mau mencoba bermain dengan adrenaline. Di kawasan CQ ini ada semacam wahana permainan seperti bungee jumpee, hanya saja bentuknya kita akan dihempaskan dari atas ke bawah secara kocar kacir membikin histeris. Mau main? Siapkan uang sekitar $35 atau setara 350 ribu untuk satu kali main.

Sayang sekali memang saya tidak begitu bisa mengeksplore kota Singapore lebih banyak. Sempat kepikiran mau pindah ke Singapore saja dan mencari permanen residen. Hahahaha semoga terkabul. Dari lantai atas apartemen saya bisa melihat pemandangan sejuta dolar Singapore. Kendaraan lalu lalang juga dengan tertib dan teratur, tidak terdapat polusi yang membahayakan.

Dua jempol untuk pemerintahan Singapore yang memang memikirkan kemudahan dan keteraturan hidup di Singapore. Mulai dari transportasi MRT, kita tidak perlu takut nyasar dan bosan karena setiap MRT di Singapore akan langsung bertemu dengan mall yang membuat kita bisa bersantai sejenak. Pembayaran pun juga menggunakan deposit kartu. Oh ya, memang untuk membeli suatu apartemen atau condominium juga punya aturan sendiri tidak seenaknya saja kita bisa bebas memilih mau di jalan atau blok apa. Semuanya dari pemerintah.

Besoknya saya harus kembali lagi ke Batam dengan rute yang sama. Di Batam sendiri, karena ada kerabat jadi terbantu dengan transportasi. Mulai dari berkunjung ke kuil, belanja, dan kuliner khas Batam seperti Sop Ikan Yong Kee dan Bak Kut Teh.

Sop ikan Yong Kee ini punya ciri khas dari rasa kuah yang gurih dan ikan filetnya juga enak. Dengan harga seporsi 35 ribu ini wajib kamu cicip pada saat berkunjung ke Batam. Sedangkan untuk Bak Kut Teh ini terletak di kawasan Nagoya lama. Makanan yang mengandung babi ini enak dimakan karena rasa kuahnya segar.

Saatnya harus berpisah dan kembali ke Palembang. Masih tidak percaya saja perjalanan travelling singkat ini terjadi tanpa diduga dan sepertinya aku butuh liburan lagi :mrgreen:

Iklan

Satu pemikiran pada “Menikmati Flash Travelling Singkat di Singapore

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s