Pengalaman Naik LRT Palembang Pertama Kali!


Apakah Palembang siap Asian Games 2018? Inovasi infrastruktur apa yang bakal dilakukan oleh Palembang?

Pertanyaan saya saat ini masih akan tetap sama dengan dua tahun lalu. Suara dentam-dentum tiang pancang kuat saya dengar setiap melintasi jalur emas kota Palembang. Beberapa pohon besar ditebang, jembatan penyebrangan dirobohkan, serta jalanan bergelombang hingga membuat genangan air kalau hujan. Semuanya adalah bagian untuk perubahan baru di kota Palembang.

lrt palembang

Jalur LRT dan volume macet kota Palembang

lrt palembang

Alat berat dan pipa yang melebihi ukuran manusia

Tulisan pertama saya dua tahun lalu tentang LRT Palembang, Transportasi Baru Milik Wongkito Galo menjadi timehop untuk saat ini. Tentu saja saya berharap punya akses untuk bisa mencoba LRT pertama kali, itu harapan saya dua tahun lalu ketika tiap melihat pembangunan yang tak kunjung selesai.

Mestakung. Minggu lalu saya mendapat ajakan dari Kementrian Perhubungan untuk mencoba uji dinamis LRT Palembang!

Rute pembangunan LRT berpusat di jalur urat nadi masyarakat kota Palembang. Rute gemuk dari dan ke Bandara SMB II menuju OPI, Jakabaring. Kalau lima tahun lalu, menuju bandara masih bisa diprediksi waktu pergi sekarang sudah tidak bisa. Saya pernah mengalami ketinggalan pesawat dan berakibat membeli tiket pesawat baru.

lrt palembang

Wajah baru kota Palembang, Jembatan Ampera bersanding dengan LRT Palembang

Jika melihat dari site plan rute LRT, ada 5 zona terdiri dari 13 stasiun yang menjadi titik pembangunan jalur. Dari 5 zona tersebut, saya melihat zona yang dilalui melewati beberapa tempat wisata menarik yang ada di Palembang. Hal ini tentu saja menguntungkan bagi pariwisata kota Palembang, wisatawan memiliki banyak pilihan untuk jalan-jalan. Bagi yang ingin mempersingkat waktu menuju bandara tentu saja solusi praktis dengan menggunakan LRT.

Baca juga : Referensi Tempat Menarik Dilewati LRT Palembang

Melihat Wajah Stasiun LRT Palembang

lrt palembang

Tangga menuju masuk stasiun LRT

Uji coba dinamis LRT Palembang ini dilakukan pada stasiun Jakabaring. Stasiun Jakabaring menjadi projek contoh stasiun yang telah rampung. Akses menuju ke atas stasiun menggunakan tangga, kemudian ada travelator naik yang bisa digunakan untuk difable atau orang-orang yang kesulitan membawa barang. Sebagai informasi, tidak semua stasiun akan memiliki tangga naik travelator, ada juga berupa ramp. Kalau menurut saya hal ini bisa disebabkan karena biaya kemudian ruas jalan yang tidak begitu lebar.

lrt palembang

Interior dalam Stasiun Jakabaring

lrt palembang

Fasilitas umum di dalam stasiun LRT

lrt palembang

Kursi khusus untuk difabel

lrt palembang

Akses lift naik ke atas peron

Stasiun LRT Palembang boleh dikatakan tidak membingungkan, sederhana. Sudah ada loket tiket, toilet, ruang kesehatan, ruang menyusui, mushola serta ada eskalator dan lift untuk naik ke peron. Fasilitas standar ini sudah memenuhi kebutuhan umum bagi warga. Untuk ukuran stasiun memang terbilang biasa saja, tidak terlalu spesial jika kalian membandingkannya dengan stasiun di luar negeri. Namun ini adalah langkah awal.

Interior Kereta LRT Palembang

lrt palembang

Kereta LRT Palembang

Peron stasiun berada di lantai atas stasiun. Dalam satu rangkaian LRT terdiri dari 3 gerbong yang dapat menampung sekitar 536 penumpang. Setiap gerbong memiliki kapasitas sekitar 130 penumpang untuk tempat duduk dan 406 penumpang berdiri.

lrt palembang

Masinis sedang bertugas

lrt palembang

Suasana di dalam LRT

lrt palembang

Pintu masuk ke dalam LRT

lrt palembang

Gerbong LRT

Fasilitas di dalam kereta LRT Palembang sudah ada tempat duduk prioritas bagi orang-orang berkebutuhan khusus, orang tua, wanita hamil (walaupun pada kenyataan di Indonesia kita juga masih cuek dengan aturan seperti ini), selain itu juga ada kota P3K, alat pemadam kebakaran ringan dan tempat untuk kita meletakkan barang bawaan di atas tempat duduk.

Optimis LRT Berjalan Lancar

Uji coba dinamis LRT Palembang ini dilakukan sebentar saja mulai dari Stasiun Jakabaring menuju Stasiun OPI. Pada bagian depan dan belakang kereta ada seorang masinis yang bertugas untuk mengendalikan laju kecepatan kereta. Selesai mencoba naik LRT Palembang, beberapa teman saya bertanya, “enak nggak naik LRT?” saya bingung enak dari mana.

Antusias saya saat mencoba naik LRT Palembang masih sama seperti pada saat saya naik kalayang atau sky train Bandara Soekarno Hatta. Integrasi kereta sangat baik dan mampu memangkas waktu tempuh perpindahan antar terminal daripada menggunakan bus.

Baca juga : Penasaran! Inilah Penampakan Skytrain Bandara Soekarno Hatta

Malam hari sebelumnya, kami diajak berdiskusi langsung dengan Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi. Sebagai pengiat media sosial di Palembang, ada banyak yang kami diskusikan mengenai pro dan kontra mengenai pembangunan LRT Palembang yang sebenarnya sudah pernah saya tuliskan dua tahun lalu. Namun, saya sebagai warga Palembang yang taat dan baik tentu saja menerima pembangunan LRT sebagai moda transportasi massal baru yang akan membawa “investor” untuk datang ke Palembang.

Perihal mengenai kapan LRT Palembang akan beroperasi, saya hanya berdoa semoga sesuai dengan time schedule yaitu bulan Juli 2018 sebelum Asian Games 2018. Selain itu harga tiket saat ini memang belum resmi diumumkan sehingga saya juga belum dapat memberikan kalian informasi.

LRT Palembang diharapkan lima tahun ke depan menjadi satu “lifestyle” baru bagi warga untuk beralih ke transportasi umum. Namun, transportasi ini juga tidak berjalan sendirian sebab juga akan disediakan transportasi pendukung lainnya seperti trans Musi dan angkot yang saling terintergrasi. Tentu saja saya berharap bisa berjalan dengan baik. Tentang apa dan bagaimana rencana ke depan tentu saja kita harus menunggu setelah LRT Palembang resmi beroperasi.

lrt palembang

Petugas sedang memeriksa kondisi rel kereta

Memang jika berkaca untuk kebutuhan saya di Palembang, frekuensi saya menggunakan LRT masih sedikit. Jarak rumah saya menuju stasiun cukup jauh karena rumah saya bukan berada di nadi kota. Namun, saya juga tidak akan melewatkan untuk mencoba pada saat resmi beroperasi.

Ketika berada di dalam LRT, saya flashback dengan pengalaman saya ketika naik metrorail di Kochi, Kerala bulan lalu. Kami diajak untuk mencoba pengalaman naik metrorail yang baru dibangun satu tahun. Sebelum naik, Manoj, pemandu wisata kami bercerita singkat mengenai latar belakang dibangunnya metrorail. Sebagai kota bisnis, Kochi memang memiliki pembangunan yang pesat.

Kami diberi pesan kalau, barangkali saat naik metrorail kita akan merasa bisa saja sebab di kota-kota lain transportasi semacam ini sudah ada sejak lama. Namun, bagi warga Kochi adanya transportasi ini sangat membantu mereka untuk beraktivitas dan mereka bangga. Obrolan dari Manoj tiba-tiba mengingatkan saya untuk memberikan respon yang sama, bahwa benar LRT Palembang ini memang kebanggaan bagi warga Palembang. Bisa dibayangkan jutaan orang pada saat Asian Games 2018 nantinya akan mengingat satu nama yaitu Palembang. Siapa yang tidak bangga menjadi warga Palembang?

Iklan

13 pemikiran pada “Pengalaman Naik LRT Palembang Pertama Kali!

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.