Korea Trip : Another Backpacker Story


Prolog

“Ke Korea Selatan yuk?”

“Ah gak ah jauh abis itu juga mahal. Biaya tur aja bisa sampai 18 – 26 juta.”

Visa Korea tembus! Mereka tercenggang bahkan saya.

* * *

Backpacker tahun ini kelanjutan dari backpacker tahun lalu di bulan Maret 2013 pas saya baru pulang dari Hongkong, Macau dan Shenzhen. Satu bulan kemudian, teman saya kirim BBM kalau apa mau ke Korea? Air Asia saat itu sedang promo tiket setengah harga ke Busan. Singkat cerita saya sempat pending beberapa bulan, baru sekitar bulan 9 saya deal dan book tiket. Setelah itu urus dokumen untuk visa.

Backpacker ini dimulai dari 15 Februari 2014 โ€“ 28 Februari 2014.

Beberapa persiapan saya untuk ke Korea Selatan di musim dingin:

1. Visa

Informasi yang saya dapat kalau apply visa Korea sulit untuk tembus. Ada yang dokumen sudah lengkap atau nilai saldo di rekening tabungan sudah penuh juga masih belum di approve. Boleh dibilang benar, pilihan membuat visa korea ada dua opsi. Pertama, bisa langsung datang ke kedutaan Korea yang ada di Jakarta atau melalui jasa travel agen. Berhubung saya berada di Palembang saya ambil opsi yang kedua.

Buka saja website kedutaan Korea mengenai syarat visa lalu lengkapi semua syarat yang tertulis di website. Kalau kamu pelajar lengkapi sama surat dari orangtua dan sekolah. Kalau kamu karyawan kantoran tinggal minta sama HRD surat rekomendasi kalau kamu bakal balik Indonesia sehabis liburan dan tidak jadi TKI gelap di Korea. FYI, Indonesia sepertinya terkenal banyak TKI gelap yang menetap.ย  Beberapa kali di imigrasi saya ditanya mulai dari berapa lama ke Korea, dalam rangka apa, berapa uang yang dibawa, tempat tinggal selama di Korea sampai tempat wisata yang mau dikunjungin.

Berapa uang yang digunakan untuk saldo aktif 3 bulan terakhir?

Tips sesuaikan sama berapa hari kalian berada di Korea kalau misal selama 1 minggu ternyata hanya habis 5 juta, berarti minimal 10-15 juta. Hal ini untuk meyakinkan kedutaan kalau saldo rekening kamu bisa mencukupi biaya hidup kamu di Korea.

Kalau pasport masih kosong?

Jangan kuatir, teman saya yang lain ada yang baru pertama kali berangkat dan pasport masih kosong. Kalau saya masih PD karena sudah ada cap negara Hongkong, Macau dan visa China.

Intinya kalau visa sudah keluar, maka sudah lega kamu siap backpacker!

Kalau visa ditolak?

Ganti plan beli tiket baru ke negara yang tidak perlu visa atau hangus uang tiket pesawat pp (pergi-pulang) Korea.

2. Selalu cek Accu Weather

Instal aplikasi Accu Weather atau Weather Bug di smartphone kamu. Aplikasi ini wajib punya dan selalu cek setiap harinya. Bermanfaat sekali untuk tahu prediksi cuaca sedang hujan, salju, dan panas. Bahkan 2 bulan sebelum saya berangkat saya cek cuaca di Korea sedang masih bersalju. Akhirnya saya bisa lihat momen hujan salju untuk pertama kalinya. Selain itu juga untuk panduan perlengkapan pakaian apa saja yang perlu kamu bawa sesuai musimnya.

Suhu udara yang saya rasakan setiap hari tidak jauh dari -5 sampai 2 derajad celcius. Persiapkan pakaian hangat dengan bahan thinsulate, jaket, syal, dan sweater. Suhu dingin selalu menyerang tangan dan kaki. Jadi pastikan tangan dan kaki kamu sudah hangat.

3. Biaya Hidup

Di Palembang cari uang won masih terbatas, kalau di tempat kalian ada yang jual uang won beli saja sedikit sekitar KRW 50.000 – 100.000. Sisanya dialokasi ke dollar Amerika. Uang won dari Indonesia bawa sedikit saja dan bisa dipakai kalau nanti di bandara lapar mau makan. Di bandara Korea sudah ada money changer dan global ATM.

Saya kemarin coba pakai global ATM menggunakan kartu debit Bank Mandiri, sekali transaksi ada fee sekitar KRW 3000. Kalau pakai kartu debit pastikan berlogo VISA atau Citrus yang ada stiker metalik gambar burung. Kartu debit paspor Bank BCA tidak bisa digunakan di mesin global atm.

Akibat harga dollar naik maka sempat kaget juga dari awal buat itenary budget saat itu masih 1 won = Rp 8, maka saya sudah perhitungkan kalau biaya hidup 2 minggu di Korea mulai dari Busan, Seoul dan Jeju sekitar 8 โ€“ 9 juta sudah include all in tiket pesawat, hotel, tiket pesawat ke Jeju, biaya makan dan transportasi kereta subway. Ternyata, saat saya pergi nilai won naik jadi Rp 12, jadi saya perlu penambahan sekitar 30% lagi. Buat kamu yang sedang baca field report ini nantinya disesuaikan saja dengan nilai won dan dollar.

Biaya hidup di Korea memang mahal, untuk satu hari minimal kamu habiskan uang KRW 30.000 – 50.000 atau setara 400 – 500ribu rupiah. Biaya makan yang paling murah untuk sekali makan KRW 6.000 – 8.000. Tapi untuk dapat tempat makan dengan harga dibawah KRW 10.000 sangat jarang, kecuali kamu mau tiap hari makan fast food seperti KFC atau McD atau makan mie instan seharga KRW 1000. Tapi terus terang selama di Korea pola makan saya juga nggak beraturan pagi dan malam ketemunya mie instan, karena itu paling cepat dan suhu dingin yang ekstrim sulit untuk keliling cari tempat makan yang hemat.

4. Bahasa

Mau ke Korea? Hah emang bisa bahasa Korea? Ntar kamu disasarin sama orang sana. Bla bla bla.. tenang jaman udah canggih tinggal instal beberapa aplikasi di PlayStore atau Apps Store mengenai Korea. Kalau kamu pengguna Android saya rekomendasi instal Triposo, aplikasi ini berjalan offline. Di dalamnya sudah ada tempat-tempat wisata di Korea dan menariknya ada kalimat Korea yang disesuaikan dengan kategori misal belanja, transportasi, bahasa umum. Aplikasi lain seperti Blinking, Visit Korea, Smart Guide.

Selama di Korea saya tidak terlalu mengalami kendala dalam bahasa selain menerka bahasa tubuh. Saya sempat pangli pas saya coba tanya sama cewek Korea, saya cuma angguk-angguk habis itu teman saya nanya kamu tahu jalannya? Saya jawab nggak! Gubraks.. hahaha saya terpesona sama cantiknya tuh cewek, pipi tirus, hidung mancung, wangi dan rambut panjang. Hahahaha….

Memang orang Korea pasti fasih bahasa Korea, saya juga sempat mereka yang fasih sama bahasa Inggris dan Mandarin. Jadi biasanya saya pakai bahasa Mandarin dulu kalau mereka nggak bisa baru bahasa Inggris. Opsi terakhir bahasa tubuh. Kalau mereka tidak bisa bahasa Inggris atau Mandarin biasanya mereka tinggal ngomong No English.

FYI, orang Korea tidak sengan untuk menolong kamu kalau kamu tersesat. Mereka bahkan luangkan waktu untuk antar kamu ke tempat atau pinjamkan hape mereka untuk cari lewat GPS bahkan telepon ke teman mereka kalau mereka juga nggak tahu. Terakhir kita tinggal ucapkan Kammsahamida ๐Ÿ˜€

5. Persiapkan Dokumen dan Itenary

Selalu backup dokumen perjalanan seperti tiket pesawat, voucher hotel, itenary dan uang. Kalau dokumen perjalanan kamu bisa simpan dalam bentuk hard copy dan soft copy. Kalau kamu termasuk tipe orang yang boros sama uang, bisa titip setidaknya 100 dollar ke teman yang dia memang hemat. Kalau saja uang kamu sudah kehabisan setidaknya kamu masih ada simpan 100 dollar.

Itenary dibuat jauh hari sebelum berangkat, cantumkan semua tempat yang mau dikunjungi beserta cara pergi ke sana. Nantinya saat di lapangan biasanya itenary akan berubah sesuai kondisi waktu dan cuaca. Saya sendiri beberapa tempat ada yang tidak bisa dikunjungi dikarenakan waktu dan suhu makin malam makin menusuk dinginnya.

6. Bagasi dan Oleh-oleh

Kalau kamu termasuk doyan belanja dan berbaik hati membagikan buah tangan ke keluarga atau teman silahkan masukkan bagasi dalam budget. Setidaknya 30 – 40 kg. Apalagi penerbangan Air Asia yang low budget memang tidak mendapat bagasi. Jangan sampai kamu dicekal di bandara Korea dan disuruh beli bagasi atau semua barang disita? Korea terkenal sama kosmetik, pasti kalau kamu senang belanja kosmetik seperti Etude, Face Shop, Innisfree, Holika-Holika, Tony Moly, Hush, dll disinilah surganya kosmetik. Teman saya harus beli tambahan bagasi 4kg untuk kosmetik yang dia beli dengan total KRW 81.000. Coba di-rupiah!

Kalau kamu tipe orang yang dimintain tolong sama temen untuk titip kosmetik atau barang lain, pastikan kamu sendiri tidak merasa keberatan. Saya sendiri menolak semua titipan teman saya untuk belanja kosmetik atau sendok sumpit khas Korea. Alasannya saya tidak membeli bagasi dan saya hanya bawa ransel. Selain itu uang cash saya juga terbatas, kalau saya belanja otomatis uang saya akan terpakai dan jatah untuk kelanjutan hidup saya di Korea akan berkurang.

Bagi saya backpacker yang kere ini oleh-oleh terbaik adalah cerita pengalaman saya backpacker, saya memberikan informasi detil mengenai tempat yang saya kunjungi dan foto-foto saya sebagai postcard :D.

Last but not lease, mari menikmati pertualangan saya 13 hari ke Busan, Seoul dan Jeju.

Day 1 : Palembang – Kuala Lumpur
Day 2 : Kuala Lumpur – Busan
Day 3 : Seoul, Hongik Street Nightlife, Coffee Prince Cafe, Trick Eye Museum
Day 4 : Changdeokgung Palace, Huwon Secret Garden, Insadong, Cheonggyecheong Stream, Myeongdong, Namsan Tower
Day 5 : Nami Island, Dongdaemun Market
Day 6 : Sokcho โ€“ Soeraksan Mountain, Sinheungsa Temple
Day 7 : Seoul, Gyeongbukgung Palace, Gwanghwamun Square, The National Folk Museum of Korea, Namdaemun Market
Day 8 : Bukchon Hanok Village, Naksan Park & Fortress, Gangnam
Day 9 : Seoul โ€“ Jeju (East Area)
Day 10 : Jeju-do (West Area)
Day 11 : Jeju โ€“ Busan
Day 12 : Busan โ€“ Kuala Lumpur
Day 13 : Busan โ€“ Kuala Lumpur โ€“ Palembang

 

Iklan

63 pemikiran pada “Korea Trip : Another Backpacker Story

  1. wow…jadi tambah pengen kesana..rcn pergi autumn th lalu batal euyy….hik3
    info2 donk kalo backpackeran lg kesana….ehemm..^_^

  2. bagus banget ya tampaknya korsel, cuman mana sih lbh bagus korsel apa hong kong ya? atau jepang/tokyo? sayang masih bingung mau ke mana sebetulnya nih ?

    btw, ada yg masih pake kartu nama dr kertas? ayo ganti kartu nama kertas Anda dgn kartu nama online, buat dan bertukar kartu nama di berkenalan.com: https://berkenalan.com

      • sis raras mw bacpakeran jg ke korea? sy jg gk ada temennya.. hiksss bagi yang solo backpackeran ke korea aku mw ikutan gabung dunkkk ini no hp sy 089664705664 thank’Q

        • Yg lom pernah backpackeran kekorea…bisa kita gabung rencana.april…cuman kita lom juga lom pernah back packer..mau nyari temen yg udah pengalaman dan mau lagi..kesana ..ayo kita pingin gabung

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s